Minggu, 11 Oktober 2026
00:02 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Kapasan

Kapasan

Bagikan:
Kapasan
250px-Abelmoschus_moschatus_Blanco2.245.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Abelmoschus
Spesies:
A. moschatus
Nama binomial
Abelmoschus moschatus
Sinonim[2]
Daftar
    • Abelmoschus abelmoschus (L.) H.Karst. nom. inval.
    • Abelmoschus betulifolia Wall.
    • Abelmoschus chinensis Wall.
    • Abelmoschus ciliaris Walp.
    • Abelmoschus cryptocarpus Walp.
    • Abelmoschus cubensis Walp.
    • Abelmoschus cucurbitaceus Walp.
    • Abelmoschus haenkeanus C.Presl
    • Abelmoschus marianus C.Presl
    • Abelmoschus palustris Walp.
    • Abelmoschus pseudoabelmoschus (Blume) Walp.
    • Abelmoschus roseus Walp.
    • Abelmoschus sublobatus C.Presl
    • Hibiscus abelmoschus L.
    • Hibiscus collinsianus Nutt. ex Torr. & A. Gray
    • Hibiscus moschatus (Medik.) Salisb.

Kapasan adalah tumbuhan liar yang tergolong famili malvaceae yang dikenal sebagai penghasil minyak kasturi.[3]

Nama-nama lokal

Tanaman ini banyak dikenal di Jawa dengan sebutan kakapasan, kaworo, regula, argulobang, rewulow, waron, kastorè (Md.), atau bukal, sedangkan di Sumatra orang menyebutnya sebagai gandapura.[3]

Pemerian dan ekologi

Kapasan merupakan tanaman semak berumur panjang yang tumbuh tegak, bercabang sedikit dan memiliki tinggi 0,5 m - 2,5 m dengan batang bulat berambut kasar.[3] Kapasan dapat ditemukan tumbuh liar di tempat-tempat terbuka, tanah kososng atau tersebar di kebun-kebun sampai ketinggian 650 m di atas permukaan laut.[3] Daunnya tunggal bertangkai panjang, helaian daun berbagai lima yang sangat dalam dengan panjang 6 cm - 22 cm, kedua permukaan berambut kasar, bertulang menjari, tepi bergerigi, berujung rincing dan berwarna hijau.[3]

Kegunaan dan kandungan

Biji kapasan menghasilkan minyak kasturi yang dipakai sebagai campuran kosmetik, obat gosok, serta campuran untuk bedak gatal, selain itu kapasan juga bisa digunakan sebagai penurun panas (anti piretik), peluruh kemih, anti radang, dan melancarkan pengeluaran nanah.[3] Biji, daun dan akar kapasan mengandung saponin dan flavonoida. Di samping itu, daun dan bijinya juga mengandung tanin.[4]

Referensi

  1. ↑ Plummer, J. (2022). "Abelmoschus moschatus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2022 e.T123707530A123802096. doi:10.2305/IUCN.UK.2022-2.RLTS.T123707530A123802096.en. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
  2. ↑ "The Plant List: A Working List of All Plant Species". Diakses tanggal 14 Juni 2014.
  3. 1 2 3 4 5 6 Wijayakusuma, H.M Hembing (1994). Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Jakarta: Pustaka Kartini. hlm. 79–80. ISBN 979-454-083-8.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  4. ↑ Situs Tanaman Obat: Abelmoschus moschatus Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine diakses 8 Juni 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan