Rabu, 14 Oktober 2026
02:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Kapas pentol

Kapas pentol

Bagikan:
60px-Project_Translation_inspection_logo1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Cotton swab di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
"Q-Tip" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Q-Tip (disambiguasi).
250px-White_menbo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Satu kapas pentol
250px-Earwax_on_swab.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis tahi telinga basah manusia pada kapas pentol
250px-Cotton_swabs_%28or_cotton_buds%29_-in_round_container.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapas pentol dalam wadah bulat
250px-Q_Tips_plain_BG.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Satu bungkus Q-tips 54

Kapas pentol, putik kapas, korek kuping, atau kapas kesat (bahasa Inggris:Cotton buds (UK), Cotton swab (AS)) adalah benda yang terdiri dari satu atau dua gumpalan kapas yang dililitkan pada satu atau kedua ujung batang pendek yang terbuat dari kayu, kertas gulung atau plastik. Walaupun para dokter tidak menyarankan penggunaan kapas pentol untuk membersihkan telinga, benda ini masih sering digunakan untuk tujuan itu.[1][2] Ini juga dapat digunakan dalam berbagai situasi, seperti pertolongan pertama, pemakaian kosmetik, pembersihan, dan seni dan kerajinan tangan. Beberapa negara telah melarang penggunaan kapas pentol yang bertangkai plastik untuk tujuan biodegradasi karena khawatir terjadinya pencemaran laut.

Sejarah

Kapas pentol yang diproduksi dalam jumlah yang banyak pertama kali dikembangkan pada tahun 1923 oleh orang Polandia-Amerika yang bernama Leo Gerstenzang[3] setelah dia melihat istrinya menempelkan gumpalan kapas pada tusuk gigi.[4] Pada awalnya, produknya dinamai "Baby Gays", "Q-tips Baby Gays" yang akhirnya dinamai "Q-tips" (berarti tips kualitas) dan nantinya menjadi merek dagang kapas pentol yang paling banyak dijual. Istilah “Q-tips” sering digunakan sebagai merek dagang umum kapas pentol di Amerika Serikat dan Kanada.[4] Merek Q-tips dimiliki oleh Unilever dan terjual lebih dari $200 juta dalam penjualan Amerika Serikat pada tahun 2014.[5] Kapas pentol Johnson dibuat oleh Johnson & Johnson.

Rujukan

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cotton swabs.
  1. ↑ Moser, Rod (November 13, 2006), Q-Tips – Weapons of Ear Destruction?, WebMD{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Stein, Joel (Maret 26, 2001), "Something Evil in the Ear Canal", Time{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Schueller, Randy (1996), "Cotton Swab", How Products are Made, vol. Volume 4, diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-31{{citation}}: |volume= memiliki teks tambahan
  4. 1 2 About: A Q-Tips® Cotton Swabs History, Unilever United States, 2007–2018
  5. ↑ Fitzgerald, Dennis (24 Januari 2016). "How a household staple became the source of doctor's office swab stories". The Toronto Star. Diakses tanggal 24 Januari 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik alat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan