Senin, 26 Oktober 2026
09:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kantong Kurland

Kantong Kurland

Neraka Kurland: Pertempuran Terakhir di Front Timur

Bagikan:
Pertempuran di Wilayah Pertahanan Courland
Bagian dari Front Timur Perang Dunia II
250px-Eastern_Front_1943-08_to_1944-12.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kemajuan pasukan Soviet dari 1 September 1943 – 31 Desember 1944, Kantong Kurland adalah wilayah berwarna putih di sebelah barat Teluk Riga
Tanggal9 Oktober 1944 – 22 Mei 1945
Lokasi57°0′0″N 22°0′0″E / 57.00000°N 22.00000°E / 57.00000; 22.00000
Hasil Kemenangan Jerman Merdeka/Soviet
Pihak yang terlibat
Jerman Nazi Jerman

Uni Soviet Uni Soviet
Jerman Jerman Merdeka[1][2][3]

Latvia Grup Kurelis [lt; lv; pl; ru]
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Ferdinand Schörner
Lothar Rendulic
Heinrich von Vietinghoff
Carl Hilpert
Walter Krüger
Ivan Bagramyan
Andrey Yeryomenko
Leonid Govorov
Pasukan yang terlibat
Grup Angkatan Darat Utara (sebelum tanggal 25/01/1945)
Grup Angkatan Darat Kurland (mulai tanggal 25/01/1945 dan seterusnya hingga penyerahan diri)
Front Baltik I
Front Baltik II
Korban jiwa dan kerugian
Oktober 1944–8 Mei 1945
117.871 korban pertempuran
(39.537 pada Februari–Maret 1945)[4]
189.112 ditangkap pada 9 Mei 1945[4]
16 Feb – 8 Mei 1945
30.501 tewas, 130.447 luka-luka atau sakit
Total: 160.948
Pertempuran Laut

1941

1942

1943

1944

1945

Kantong Kurland adalah sebuah kantong wilayah yang terletak di Semenanjung Kurlandia, Latvia di Front Timur Perang Dunia II yang berlangsung dari 9 Oktober 1944 hingga 22 Mei 1945. Pertempuran terakhir yang melibatkan unit tentara reguler Jerman terjadi di sini pada tanggal 22 Mei 1945.[5]

Grup Angkatan Darat Utara Wehrmacht terkepung di wilayah Latvia bagian barat oleh Tentara Merah setelah berlangsungnya Serangan Baltik, tepatnya ketika pasukan dari Front Baltik I berhasil mencapai Laut Baltik di dekat Memel (Klaipėda) menyusul runtuhnya Grup Angkatan Darat Tengah dalam Operasi Bagration. Grup Angkatan Darat Utara kemudian mundur ke Kantong Kurland dan berganti nama menjadi Grup Angkatan Darat Kurland pada tanggal 25 Januari, menahan enam serangan Tentara Merah hingga Instrumen Penyerahan Jerman ditandatangani pada 8 Mei 1945. Grup Angkatan Darat Kurland sempat mengalami "pemutusan" komunikasi sehingga tidak menerima perintah resmi hingga tanggal 10 Mei, yang menjadikan mereka salah satu kelompok pasukan Jerman terakhir yang menyerah di Eropa.

Referensi

  1. ↑ Kai Schoenhals (1989). The Free Germany Movement: A Case of Patriotism Or Treason?. Bloomsbury Academic. ISBN 9780313263903.
  2. ↑ Wolfgang Benz; Walter H. Pehle, ed. (1997). Encyclopedia of German resistance to the Nazi movement. New York: Continuum. ISBN 0-8264-0945-8. OCLC 34745997.
  3. ↑ Willy Wolff (1976) [1973]. An der Seite der Roten Armee На стороне Красной армии.
  4. 1 2 Frieser 2007, hlm. 661.
  5. ↑ aif.ru 09.05.2014
  • Dallas, Gregor., 1945: The War That Never Ended, Yale University Press, Yale, 2006 ISBN0-300-10980-6
  • Frieser, Karl-Heinz; Schmider, Klaus; Schönherr, Klaus; Schreiber, Gerhard; Ungváry, Kristián; Wegner, Bernd (2007). Die Ostfront 1943/44 – Der Krieg im Osten und an den Nebenfronten [The Eastern Front 1943–1944: The War in the East and on the Neighbouring Fronts] (dalam bahasa German). Vol. VIII. München: Deutsche Verlags-Anstalt. ISBN 978-3-421-06235-2.{{cite book}}: |work= diabaikanPemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan