Sabtu, 17 Oktober 2026
23:01 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kantai Kessen

Kantai Kessen

Bagikan:

Kantai Kessen (艦隊決戦)

250px-Japanese_battleships_Yamato_and_Musashi_moored_in_Truk_Lagoon%2C_in_1943_%28L42-08.06.02%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
kepal perang Jepang

adalah strategi pertempuran laut yang digunakan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia II. Strategi ini sangat mengandalkan kekuatan permukaan konvensional yang berupa tembak-menembak dengan meriam dari jarak jauh. Maka dari itu, pada periode antarperang, pengadaan kapal untuk Kekaisaran Jepang lebih didominasi oleh kapal penjelajah dan kapal tempur, sementara kapal induk masih dinomorduakan. Walau demikian, jumlah kapal induk Kekaisaran Jepang masih lebih banyak dibandingkan dengan Amerika Serikat kala awal Perang Dunia II.

Strategi ini merupakan turunan dari doktrin buatan Alfred Thayer Mahan, seorang sejarawan angkatan laut dari Amerika Serikat. Doktrin ini menjadi pegangan Jepang karena dinilai premisnya terbukti sewaktu melawan Kekaisaran Rusia di Pertempuran Tsushima. Isoroku Yamamoto beserta petinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang lainnya yang mendukung penggunaan kapal induk pun menentang hal ini. Namun, suara mereka tidak dianggap karena masih terbilang minoritas bila dibandingkan dengan petinggi militer Kekaisaran Jepang yang mendukung Kantai Kessen.

Saat Jepang kalah di Pertempuran Midway, para pemuja doktrin Kantai Kessen mulai sadar kalau strategi ini sudah tidak bisa sepenuhnya diandalkan dalam pertempuran laut modern. Sayangnya, industri Angkatan Laut Kekaisaran Jepang terlalu difokuskan ke pembangunan armada permukaan konvensional akibat telanjur memuja Kantai Kessen; ketika mereka kehilangan sejumlah kapal induk di Midway, mereka tidak bisa mengejar ketertinggalan itu dengan cepat. Ditambah lagi Kekaisaran Jepang lebih mengutamakan pelatihan pelaut daripada pelatihan penerbang pesawat. Semua itu berujung pada kekalahan Jepang pada tahun 1945.

Bacaan lanjutan

  • Asada Sadao, From Mahan to Pearl Harbor: The Imperial Japanese Navy and the United States (Annapolis, Maryland: Naval Institute Press, 2006).
  • Hirama Yoichi, Rear Admiral Japanese Maritime Self-Defense Force (Retired), Japanese Naval Preparations for World War Two Naval War College Review 44 (Spring 1991): pp=63-81.
  • Miranda, Joseph The South Seas Campaign, 1942-1943: Analysis World at War Jun-Jul (2011)
  • Peattie, Mark Sunburst: The Rise of Japanese Naval Air Power, 1909-1941 Annapolis, Maryland: Naval Institute Press (2001).
  • Peattie, Mark Akiyama Saneyuki and the Emergence of Modern Japanese Naval Doctrine U.S. Naval Institute Proceedings 103 (January 1977): pp=60-69;
  • Peattie, Mark and David C. Evans Sato Tetsutaro and Japanese Strategy Naval History 4 (Fall 1990): pp=34-39
  • Rivera, Carlos Akiyama Saneyuki and Sato Tetsutaro: Preparing for Imperial Navy for the Hypothetical Enemy, 1906-1916 (a paper presented at the 29th Annual Northern Great Plains History Conference, St. Paul, Minnesota, September 28-October 1, 1994).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan