Sabtu, 17 Oktober 2026
21:46 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kanguru Merah

Kanguru Merah

Bagikan:
Kanguru merah[1]
Rentang waktu: 2–0 jtyl Awal Pleistosen – Sekarang
250px-Red_Kangaroo_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Dikeluarkan dari daftar (ESA)[3]
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Infrakelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
O. rufus
Nama binomial
Osphranter rufus
(Desmarest, 1822)[4]
250px-Red_kangaroo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta persebaran
Sinonim[5]
Daftar
  • Kangurus rufus Desmarest, 1822
  • Kangurus laniger Gaimard, 1823
  • Kangurus griseolanosus Quoy & Gaimard, 1825
  • Macropus lanigerus Gray, 1825
  • Kangurus lanosus Gray, 1827
  • Kangurus lanosus Gray, 1843
  • Macropus (Osphranter) pictus Gould, 1861
  • Macropus ruber Crisp, 1862
  • Macropus (Boriogale) magnus Owen, 1874
  • Macropus rufus dissimulatus Rothschild, 1905
  • Macropus rufus occidentalis Cahn, 1906
  • Macropus rufus dissimulator Lydekker, 1906
  • Macropus rufus pallidus Schwarz, 1910
Artikel takson sembarang

Kanguru Merah (Osphranter rufus) adalah salah satu jenis mamalia berkantung asli Australia. Sesuai namanya, hewan ini berwarna merah yang membuatnya sangat mencolok dengan spesies-spesies kanguru yang lain. Kanguru merah merupakan marsupial terbesar di dunia yang masih hidup dan mamalia asli Australia terbesar. Mereka ditemukan di pedalaman Australia mulai dari wilayah subur di selatan, pesisir timur, hingga hutan hujan di utara.

Deskripsi

Kanguru merah merupakan spesies kanguru terbesar dengan panjang tubuh 13–16 m (43–52 ft) (belum termasuk ekor) pada jantan, dan 65–85 cm (26–33 in) pada betina. Ekornya panjang dengan panjang 1–12 m (3,3–39,4 ft) pada jantan, dan 65–85 cm (26–33 in) pada betina. Penampilan fisik kanguru merah tidaklah berbeda jauh dengan kanguru jenis lain, hanya saja ukuran tubuhnya lebih besar dan warna tubuhnya merah kecoklatan.

Catatan

  1. ↑ Groves, Colin P. (16 November 2005). "Macropus (Osphranter) rufus". Dalam Wilson, Don E., and Reeder, DeeAnn M., eds (ed.). [http://google.com/books?id=JgAMbNSt8ikC&pg=PA66 Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference] (Edisi 3rd). Baltimore: Johns Hopkins University Press, 2 vols. (2142 pp.). hlm. 66. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494. {{cite book}}: |editor= memiliki nama generik; |ref=harv tidak valid; Tautan eksternal dalam |title=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Ellis, M.; van Weenen, J.; Copley, P.; Dickman, C.; Mawson, P.; Woinarski, J. (2016). "Macropus rufus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T40567A21953534. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T40567A21953534.en. Diakses tanggal 19 Februari 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  3. ↑ "Species Profile". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-06. Diakses tanggal 6 Februari 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Desmarest, A. G. (1822). "Kanguroo roux, kangurus rufus". Mammalogie, ou, Description des espèces de mammifères. Vol. 2. Paris: Agasse. hlm. 541–542.
  5. ↑ "Names List for MACROPODIDAE, Australian Faunal Directory". Australian Biological Resources Study, Australian Department of the Environment and Energy. 13 Februari 2020. Diakses tanggal 1 Maret 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan