Minggu, 27 September 2026
23:02 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Kandula

Kandula

330px-Kandula.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kandula sedang bermain di Taman Zoologi Nasional Smithsonian, Washington D.C..

Kandula adalah gajah perang terkenal yang disebutkan dalam hikayat Mahavamsa yang berbahasa Sinhala.

Menurut hikayat tersebut, ketika Dutugamunu dari Sri Lanka (101 - 77 SM) lahir, banyak orang yang membawa hadiah untuknya. Salah satu hadiahnya adalah seekor gajah yang ditemukan oleh seorang nelayan bernama Kandula. Gajah itu kemudian dinamai sesuai nama penemunya dan hewan ini menjadi kawan Dutugamunu. Kandula berperan sebagai tunggangan Dutugamunu dalam perang-perang yang berujung pada penyatuan Sri Lanka. Pertarungan antara raja Elara dan Dutugamunu disebut-sebut berlangsung ketika kedua raja itu menaiki gajah masing-masing; Dutugamunu menaiki Kandula dan Elara menaiki Maha Pambata. Raja Elara terbunuh dalam pertarungan di atas gajah ini.

Seekor gajah Asia yang lahir pada tahun 2001 di Taman Zoologi Nasional Smithsonian di Washington D.C. dinamai Kandula. Dia adalah gajah Asia kedua yang dilahirkan melalui inseminasi buatan.

Maskot Resimen Infantri Ringan Sri lanka juga dinamai Kandula, sesuai nama gajah tunggangan Dutugamunu.[1]

Referensi

  1. ↑ "Kandula – the little elephant of the Army". sundaytimes.lk. Diakses tanggal 2009-08-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan