Jumat, 06 November 2026
02:12 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Kandake

Kandake

Gelar bagi perempuan di Kerajaan Kush (Meroe)

Bagikan:
250px-Aegyptisches_Museum_Berlin_InvNr7261_20080313_Barkenuntersatz_Natakamani_Amanitore_aus_Wad_Ban_Naga_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukiran yang menggambarkan Kandake Amanitore.

Kandake, kadake atau kentake, sering kali dilatinisasi menjadi Candace, adalah istilah dalam bahasa Meroitik yang berarti "ratu" atau mungkin "perempuan kerajaan". Sumber-sumber Yunani dan Romawi pada masa itu menganggap istilah ini sebagai sebuah gelar. Beberapa ratu penguasa Kerajaan Kush yang beribu kota di Meroë memiliki gelar ini, walaupun gelar ini mungkin juga merupakan gelar untuk perempuan dari keluarga kerajaan.

Sumber arkeologis

Ukiran yang berasal dari sekitar tahun 170 SM menggambarkan Kentake Shanakdakheto yang mengenakan baju berperisai dan sedang memegang tombak dalam pertempuran. Ia tidak berkuasa sebagai istri raja atau ibu raja, tetapi sebagai penguasa yang independen. Ukiran-ukiran di reruntuhan bangunan yang didirikan oleh Shanakdakheto menggambarkan dirinya dan juga dirinya bersama dengan suami dan anak laki-lakinya, yang akan mewarisi tahta setelah kematiannya.

Sumber Yunani-Romawi

Plinius menulis bahwa "Ratu Etiopia" memiliki gelar Candace, dan mengindikasikan bahwa Etiopia telah menaklukkan Suriah kuno dan Mediterania.[1]

Pada tahun 25 SM, seperti yang dilaporkan oleh Strabo, Kandake Amanirenas menyerang kota Syene (kini Aswan) yang sudah menjadi wilayah Kekaisaran Romawi. Sebagai balasan, Kaisar Augustus memerintahkan penghancuran kota Napata.[2][3]

Terdapat empat ratu Afrika yang dikenal dengan gelar "Candace" pada masa Yunani-Romawi: Amanishakhete, Amanirenas, Nawidemak, dan Malegereabar.

Alkitab

Istilah ini juga digunakan dalam Perjanjian Baru pada Kisah Para Rasul 8:27 ketika seorang bendahara "Kandake, ratu Etiopia" baru kembali dari perjalanan ke Yerusalem untuk bertemu dengan Filipus:[4]

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.[5]

Daftar Kandake Kush

250px-Amanitore_pyramid.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Piramida Amanitore

Referensi

  1. ↑ Turner, Sharon (1834). The Sacred History of the World, as Displayed in the Creation and Subsequent Events to the Deluge: Attempted to be Philosophically Considered, in a Series of Letters to a Son, Volume 2. Longman. hlm. 480–482. Diakses tanggal 20 Januari 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Nubian Queens in the Nile Valley and Afro-Asiatic Cultural History - Carolyn Fluehr-Lobban, Professor of Anthropology, Museum of Fine Arts, Boston U.S.A, August 20–26, 1998
  3. ↑ E. A. Wallis Budge (2003), Cook's Handbook for Egypt and the Sudan, Part 2 (Edisi reprinted), Kessinger Publishing, hlm. 737, ISBN 9780766148024
  4. ↑ Candace in the Catholic Encyclopedia
  5. ↑ Kisah Para Rasul 8:26-27
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan