Minggu, 04 Oktober 2026
15:27 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Aithiopia

Aithiopia

istilah geografi dalam sastra Yunani klasik untuk kawasan hulu Sungai Nil dan daerah-daerah yang terletak di sebelah selatan Sahara

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang istilah Yunani Klasik. Untuk negara modern, lihat Etiopia.
500px-Herodotus_world_map-en.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dunia Berpenghuni menurut Herodotos. Wilayah Libya (Afrika) dibayangkan tidak lebih luas daripada kawasan Tanduk Afrika, dan berakhir di pinggiran padang gurun tak berpenghuni. Semua bangsa yang mendiami kawasan paling selatan dari Dunia Berpenghuni disebut orang Etiopia (disebut demikian karena warna kulitnya yang gelap). Ujung tenggara benua itu didiami orang Makrobi (disebut demikian karena berumur panjang).

Kata Aithiopia atau Ethiopia adalah nama tempat yang disebutkan dalam sumber-sumber Yunani Αἰθιοπία (Aitiopia). Kata Aithiopia mula-mula digunakan sebagai istilah geografi dalam dokumen-dokumen Zaman Klasik untuk menyebut kawasan hulu Sungai Nil maupun daerah-daerah tertentu yang terletak di sebelah selatan Padang Gurun Sahara. Kata ini pertama kali muncul dalam karya-karya tulis Homeros, yakni dua kali dalam Ilias,[1] dan tiga kali dalam Odisea.[2] Sejarawan Yunani Herodotos menggunakan kata ini sebagai sebutan khusus bagi kawasan paling selatan dari Dunia Berpenghuni yang diketahui orang ketika itu.[3]

Pada Zaman Klasik, Africa (Libya Kuno) adalah sebutan bangsa Romawi bagi kawasan yang kini disebut Negeri Magribi, kawasan yang terletak di sebelah selatan Padang Gurun Libya, dan kawasan Sahara Barat, termasuk semua padang gurun yang terletak di sebelah barat dari kawasan selatan Sungai Nil. Pengetahuan tentang geografi benua Afrika lambat laun berkembang, sebagaimana tampak dalam buku panduan pelayaran Yunani, Periplus Laut Eritrea (abad pertama Masehi), yang menjabarkan daerah-daerah di sepanjang pesisir Laut Merah (Laut Eritrea).

Referensi

  1. ↑ Ilias karangan Hemeros I.423; XXIII.206.
  2. ↑ Odisea karangan Homeros I.22-23; IV.84; V.282-7.
  3. ↑ Untuk semua rujukan mengenai Etiopia dalam karya tulis Herodotus, baca: daftar ini di Perseus project.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan