Kamis, 05 November 2026
15:47 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Kancing batu-api

Kancing batu-api

Bagikan:
250px-Musee-historique-lausanne-img_0086.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah senjata berburu flintlock dari abad ke-18, dengan potongan flintlock yang hilang.

Kancing batu-api atau mekanisme pencucuh batu api (bahasa Inggris:flintlock) adalah mekanisme pemicu semua senjata api pada abad ke-17, ke-18, dan ke-19. Ia dalam bahasa Inggris umumnya disebut sebagai "flintlock" (tanpa kata mechanism). Mekanisme ini menyulut mesiu dengan batu api. Senjata api flintlock ini biasanya dikenal sebagai nama senapan atau senapang, yang berasal dari kata Belanda snappaan,[1]: 22  sedangkan senjata api kancing sumbu (matchlock) biasanya disebut senapan sundut.[2] Pistol ini pertama kali digunakan sebagai senjata pertahanan diri atau senjata militer. [3]

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1630, kancing batu api secara cepat menggantikan teknologi pengapian senjata api yang lebih awal, seperti mekanisme kancing sumbu dan kancing roda. Mekanisme penyulutan kancing batu api terus berlanjut digunakan selama dua abad, sampai digantikan oleh mekanisme kancing tutup perkusi (mekanisme yang tahan air), dan kemudian terakhir menggunakan sistem selongsong peluru di awal pertengahan abad ke-19 sampai masa sekarang ini. Model senjata kuno Amerika tahun 1840 adalah senjata api tipe kancing batu api terakhir yang diproduksikan untuk militer Amerika [4] walaupun ada bukti bahwa kancing batu api usang ditemukan dalam awal permulaan Perang saudara di Amerika, selama awal tahun pertempuran, Tentara Konfederasi telah memiliki 2.000 senjata kuno kancing batu api yang sedang dalam perbaikan. Walaupun secara teknologi sudah usang, senjata api tipe kancing batu-api telah mengalami masa kejayaannya kembali di antara para pengguna senjata dengan bubuk mesiu hitam dan banyak senapan kancing batu-api bagus dan pistol yang masih diproduksi pada saat ini.

Kekurangan dari mekanisme penyulutan senjata api ini adalah cenderung macet dalam keadaan cuaca lembap/basah dan juga mengeluarkan asap saat menyulut senjata yang membuat binatang buruan terkejut dan lari sebelum peluru sampai.[5] Karena itu dengan cepat digantikan oleh mekanisme kancing tutup perkusi karena mekanisme ini terbukti lebih tahan cuaca lembap dan tidak mengeluarkan asap saat proses penyulutan senjata terjadi.[6]

500px-Musket.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mekanisme kancing batu-api

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Crawfurd, John (1856). A Descriptive Dictionary of the Indian Islands and Adjacent Countries. Bradbury and Evans.
  2. ↑ Departemen Pendidikan Nasional (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  3. ↑ Teigens, Vasil. Senjata Api: Dari Awal Hingga Pengendalian Senjata. Cambridge Stanford Books.
  4. ↑ Flayderman's Guide to Antique Firearms and Their Values Edisi ke-7, oleh Norm Flayderman Krause Publications tahun 1998
  5. ↑ Ricketts, H, Firearms (London, 1962)
  6. ↑ Alexander Forsyth Penemu mekanisme Percussion Cap dalam Encyclopedia Britannica


Ikon rintisan

Artikel bertopik senapan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan