Senin, 12 Oktober 2026
17:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Kancing sumbu

Kancing sumbu

Bagikan:
250px-PS8004046.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Senapan lontak Jerman awal dengan kunci serpentine

Kancing sumbu adalah mekanisme pemicu, atau lock (kunci), yang diciptakan untuk memudahkan penembakan senjata api genggam. Desain ini menghilangkan keharusan untuk mencucuhkan sebuah tali api dengan tangan ke dalam rongga bubuk mesiu senjata tersebut dan memungkinkan kedua tangan bebas untuk tetap memegang erat senjata pada saat ditembak, dan yang lebih penting lagi, untuk menjaga kedua mata pada target.

Deskripsi

250px-Muszkieterzy.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukiran musketeer dari Perang Tiga Puluh Tahun

Senapan matchlock klasik Eropa memiliki tali api pembakaran dalam sebuah penjepit pada ujung tuas melengkung kecil yang dikenal sebagai serpentine. Setelah menarik tuas (atau di model selanjutnya sebuah pemicu) yang menonjol dari bagian bawah senapan dan terhubung ke serpentine, penjepit terjatuh, menurunkan tali api yang membara ke dalam rongga bubuk mesiu dan menyalakan bubuk mesiu.

Tipe awal hanya memiliki serpentine berbentuk "S" yang disematkan pada stok di belakang atau di depan panel rongga bubuk mesiu (yang disebut "kunci serpentine"), salah satu ujungnya dimanipulasi untuk membawa tali api ke dalam rongga.[1][2]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Ágoston, Gábor (2005). Guns for the Sultan. Cambridge University Press. hlm. 88. ISBN 978-0-521-84313-3.
  2. ↑ "Handgonnes and Matchlocks". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-03. Diakses tanggal 2008-12-05.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan