Rabu, 04 November 2026
18:47 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Kancilan flores

Kancilan flores

spesies burung

Bagikan:
Bare-throated whistler
250px-Lophozosterops_superciliaris%2C_Heleia_crassirostris_%26_Pachycephala_nudigula_1897.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
1. Lophozosterops superciliaris; 2. Heleia crassirostris; 3. Pachycephala nudigula
250px-Pachycephala_nudigula_-_rjtizard_-_605199906_%28cropped%29.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Pachycephalidae
Genus: Pachycephala
Spesies:
P. nudigula
Nama binomial
Pachycephala nudigula
Hartert, 1897
Subspesies

Lihat teks

Burung Gerogiwa atau Burung Garugiwa merupakan satwa Endemik yang menghuni Kawasan Taman Nasional Kelimutu Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur.[2]

Burung dengan nama latin Pachycephala Nudigula memiliki kepala berwarna hitam dan sayap, badan hingga ekor berwarna hijau tersebut memiliki keunikan yaitu dapat mengeluarkan 22 kicauan yang berbeda dengan suara keras dan nyaring. Suaranya dapat terdengar antara pukul 06.00 sampai dengan pukul 10.00 dan bertengger di pohon dengan ketinggian 10 meter.[3]

Burung ini sedikit misterius karena hanya suara yang terus terdengar tapi kadang kala wujudnya tidak kelihatan. Karena badannya berwarna hijau maka keberadaannya terkamuflase dengan warna pepohonan maka yang beruntung saja yang dapat melihat secara langsung burung tersebut. Keberadaanya yang sedikit misterius penduduk local ada yang menyebutnya sebagai “ burung arwah”.[4]

Rupa burung

Burung Gerogiwa memiliki warna bulu dibagian kepala hitam, sementara bulu di bagian sayap dan ekor berwarna hijau. Sementara bulu bagian bawah tubuhnya agak kekuningan, serta memilki paruh berwarna hitam bergaris putih dibagikan tengahnya.[5]

Burung Gerogiwa susah untuk dilihat karena warnanya sama dengan pepohonan hijau yang jadi tempatnya bertengger. Perilaku yang menyendiri tersebut membuat sukar untuk orang mengamatinya.[5]

Burung Gerogiwa dikenal juga sebagai Kancilan Flores, atau dalam bahasa ilmiahnya biasa dipanggil (Pachycephala nudigula). Jenis burung ini memang dikenal sebagai peniru suara yang ulung.[5]

Burung Gerogiwa menurut kepercayaan

Masyarakat adat suku Lio yang berada di wilayah Danau Kelimutu meyakini bahwa burung ini sebagai penjaga arwah.Sehingga bagi mereka masyarakat adat Suku Lio siapapun orangnya yang secara sengaja ataupun tidak sengaja melukai ataupun membunuh burung Gerogiwa ini, pelakunya akan mendapatkan kutukan atau juga celaka [5]

Karena sifat burung yang penyendiri dan memiliki warna yang menyatu dengan lingkungan sekitar, hanya sedikit orang saja yang bisa melihat wujud burung ini. burung ini berkicau dari sekitar pukul.06.00 WITA hingga pukul 10.00 WITA. Suaranya juga terdengar dekat di sekitar hutan Arboretum saja.

Keunikan dari burung Gerogiwa ini dia memiliki 15 macam suaranya. Orang-orang Ende menyebutnya burung arwah.

Burung Gerogiwa dipercaya hanya muncul pada saat tertentu saja. Misalkan pada saat menjelang Upacara Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata (pada acara memberi makan kepada arwah leluhur yang telah meninggal).

Burung Gerogiwa merupakan burung penjaga arwah. Disebut burung penjaga arwah karena wujud dari burung Gerogiwa tidak pernah ada dan tidak pernah kelihatan, tetapi suaranya selalu ada.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Pachycephala nudigula". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22705516A94022348. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22705516A94022348.en. Diakses tanggal 18 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Burung Garugiwa Di Kelimutu » Paket Wisata / Tour Flores Komodo Dan Labuan Bajo Harga Murah". Diakses tanggal 2019-09-07.
  3. ↑ "Ingat Danau Kelimutu, Ingat Burung Garugiwa". Kompas.com. 2011-09-30. Diakses tanggal 2019-09-07.
  4. ↑ Prakoso, Johanes Randy (2016-05-26). "Kisah Burung Penjaga Arwah di Danau Kelimutu". detikcom. Diakses tanggal 2019-09-07.
  5. 1 2 3 4 Setyo, Wahyu (2015-08-21). "Kisah Garugiwa, Burung 'Arwah' Penjaga Danau Kelimutu". detikcom. Diakses tanggal 2019-08-20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan