Selasa, 03 November 2026
17:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kamp konsentrasi Ebensee

Kamp konsentrasi Ebensee

Bagikan:
250px-Ebensee_Camp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kamp konsentrasi Ebensee di 1945
250px-Ebensee-survivors.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tahanan kelaparan
250px-Ebensee_concentration_camp_prisoners_1945.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tahanan kelaparan di 1945

47°47′15″N 13°45′28″E / 47.78750°N 13.75778°E / 47.78750; 13.75778 Kamp konsentrasi Ebensee didirikan oleh SS untuk membangun terowongan-terowongan untuk penyetoran persenjataan di dekat kota Ebensee, Austria, pada tahun 1943. Ini adalah bagian dari jaringan Mauthausen.

Karena kondisi tempat tinggal dan pekerjaan yang tak manusiawi, Ebensee adalah salah saut kamp konsentrasi Nazi terburuk untuk tingkat kematian dari para tahanannya. SS memakai beberapa nama kode Kalk (bahasa Inggris:batu gamping), Kalksteinbergwerk (bahasa Inggris:pertambangan batu gamping), Solvay dan Zement (bahasa Inggris:semen) untuk menyebut kamp tersebut.[1]

Referensi

  1. ↑ "History of KZ Ebensee". Zeitgeschichte Museum und KZ-Gedenkstätte Ebensee. 2009-07-05. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-06. Diakses tanggal 2017-11-02.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ebensee concentration camp.
Berdasarkan wilayah
Daftar dan
garis waktu
Konsentrasi
Kamp pemusnahan
Transit
Metode
Unit Nazi
Ghetto
Polandia
Di lain tempat
Judenrat
Yahudi
Pembulatan
Pogrom
"Solusi Final"
Einsatzgruppen
Perlawanan
Penyelamat
Akhir Perang Dunia II
Lainnya
Organisasi
Unit
Kolaborator
Tokoh
  • Elemen awal
  • Akibat
  • Peringatan
Elemen awal
Akibat
Peringatan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan