Minggu, 11 Oktober 2026
06:53 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Ruangan Tionghoa

Bagikan:

Argumen Ruangan Tionghoa adalah percobaan pikiran yang diajukan oleh John Searle untuk menentang gagasan bahwa komputer dapat memiliki "budi" dan "kesadaran" layaknya manusia. Searle mengajak pembaca untuk "membayangkan bahwa saya terkunci di sebuah ruangan dan ... saya tidak bisa bahasa Tionghoa, baik tertulis maupun lisan." Ia mengasumsikan bahwa ia punya serangkaian peraturan dalam bahasa Inggris yang "memampukan saya untuk mengaitkan serangkaian simbol resmi dengan rangkaian simbol resmi lain" (karakter Tionghoa). Peraturan tersebut memampukannya untuk menanggapi pertanyaan dalam bahasa Tionghoa sehingga orang yang mengajukan pertanyaan tersebut yakin bahwa Searle dapat memahami bahasa Tionghoa juga, meskipun ia sebenarnya tidak. Dari sini, Searle menekankan bahwa jika ada program komputer yang dapat melakukan perbincangan dalam bahasa Tionghoa, komputer tersebut juga sebenarnya tidak memahami perbincangan tersebut.

Argumen ini pertama kali muncul di artikel Searle yang berjudul "Minds, Brains, and Programs", yang diterbitkan di Behavioral and Brain Sciences pada tahun 1980.

Tanggapan

Sistem kecerdasan buatan yang ada dalam percobaan ini harus sekompleks otak manusia agar dapat bekerja. Menurut filsuf Daniel Dennett, program yang telah melewati tes Turing adalah program yang "sangat luwes, canggih, dan berlapis-lapis, penuh dengan 'pengetahuan dunia' dan meta-pengetahuan dan meta-meta pengetahuan".[1]

Catatan kaki

Bacaan lanjut

Wikibooks logo


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan