Kamis, 29 Oktober 2026
22:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Cual

Cual

tenun khas Bangka Belitung

Bagikan:
250px-Kain_limar_%28shoulder_cloth%29_from_Sumatra%2C_Bangka_Island%2C_late_19th_century%2C_HAA.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kain cual dari abad ke-19.

Cual adalah kain tenun tradisional Bangka Belitung.[1] Kain cual dibuat seperti kerajinan songket, tetapi yang motifnya adalah tenun ikat.[1] Motif tenun cual antara lain susunan motif corak penuh (Penganten Bekecak), dan motif ruang kosong Jande Bekecak). Cual Bangka dahulu dikenal dengan nama Limar Muntok.[1]

Dewasa ini, kain cual sering digunakan oleh anak-anak sekolah dari SD sampai SMA pada saat hari Jumat sebagai busana muslim yang diwajibkan di daerah itu pada hari tersebut. Pada Festival Tanjung Kelayang (FTK) 2018, kain cual juga diperkenalkan sebagai kain khas dari kepulauan Bangka Belitung.[2]

Motif

Kain cual memiliki berbagai motif yang unik, beberapa motif kain cual ada yang dibuat dengan menggunakan benang sutra, bahkan ada yang dibuat dengan benang emas 18 karat. Di antara motif kain cual adalah:

  • Kembang Gajah
  • Bunga Cina
  • Naga Bertarung
  • Burung Hong[3]

Referensi

  1. 1 2 3 (Indonesia) Kain Cual, visitbangkabelitung. 2016-01-16
  2. ↑ "GenPI.co". GenPI.co. Diakses tanggal 2019-03-17.
  3. ↑ Kaya, Indonesia. "Kain Cual, Kain Kebanggaan Masyarakat Bangka - Situs Budaya Indonesia". IndonesiaKaya (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2019-03-17.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik pakaian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan