Rabu, 14 Oktober 2026
12:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas
KRI Layang (635)

KRI Layang (635)

kapal patroli cepat FPB-57 milik Angkatan Laut Indonesia

Bagikan:
Two Indonesian Navy fast patrol boats during an exercise in Sulawesi Sea November 2020.5KRI Layang (635) sedang menembakkan rudal
Karier (ID) Indonesia
Mulai dibuat
Diluncurkan
Harga Unit -
Ditugaskan2000
Status Masih bertugas
Pelabuhan utamaArmada Timur TNI-AL
Karakteristik umum
Berat benaman 447 ton
Panjang 5.810 meter (19.061,68 ft)
Lebar 762 meter (2.500,00 ft)
Draft285 meter (935,04 ft)
Tenaga penggerakMTU 2 x 3.025 HP
Kecepatan 15 knot (ekonomis)
20 knot (jelajah)
30 knot (maksimum)
Awak kapal 51 orang

KRI Layang (635) merupakan kapal ketiga dari kapal perang jenis kapal cepat kelas Todak milik TNI AL. Dinamai menurut nama sejenis ikan, yaitu ikan layang.

KRI Layang merupakan kapal ketiga dalam seri FPB57 Nav V yang dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh galangan kapal nasional PT. PAL, yang terletak di Surabaya untuk kebutuhan TNI Angkatan Laut. KRI Layang masuk ke jajaran armada Angkatan Laut pada tahun 2003.[1]

Bertugas sebagai armada patroli cepat yang beroperasi di laut dangkal, dan sebagai kapal perang anti kapal permukaan.

KRI Layang termasuk ke dalam kelas Todak bersama KRI lainnya antara lain KRI Todak (631), KRI Hiu (634) dan KRI Lemadang (632). Awalnya KRI Layang memiliki nomor lambung 805 dan tergabung dalam satuan kapal patroli (satrol), tetapi kemudian nomor lambungnya dialihkan menjadi 635 yaitu satuan kapal cepat (satkat) pada tahun 2013.[2]

Riwayat

Pada tahun 2009, KRI Layang (635) mengemban misi untuk melakukan pengamanan terhadap kapal penangkap ikan ilegal karena melakukan pelanggaran berupa kepemilikan dokumen palsu. Kemudian untuk penyidikan lebih lanjut, kapal ikan ilegal tersebut dibawa ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) di Bitung.[3]

Insiden

Pada tanggal 14 Desember 2016, KRI Layang mengalami insiden kehilangan empat awak kapal saat sedang mengawal kapal penangkap ikan ilegal berbendera Filipina di perairan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.[4] Kapal ikan asing (KIA) tersebut bernama Nurhana.[5]

Spesifikasi

KRI Layang memiliki berat 447 ton. Dengan dimensi 58,10 meter x 7,62 meter x 2,85 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel yang menghasilkan sekitar 8.850 shp (shaft horsepower) yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27 knot. Diawaki oleh maksimal 53 pelaut.

Persenjataan

KRI Layang dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk di antaranya adalah:

  1. Dua rudal permukaan-ke-permukaan C-802 buatan Tiongkok dengan jangkauan maksimal sekitar 130 km
  2. Satu Meriam Bofors SAK 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal LIROD Mk. 2.
  3. Satu Meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 300 rpm, jangkauan 12 km untuk target permukaan dan udara.
  4. Dua kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 km untuk target udara.

Sensor dan elektronis

KRI Layang diperlengkapi perangkat perang elektronik DR-3000 intercept dan peluncur Dagie decoy RL untuk pengecoh rudal musuh.

Pranala luar

Daftar referensi

  1. ↑ "Enam Kapal Perang TNI AL akan Dilelang". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-08-25. Diakses tanggal 2023-10-22.
  2. ↑ Admin, PUSPEN TNI (4 Juli 2013). "Pangarmatim Pimpin Upacara Alih Bina KRI Hiu 804 dan KRI Layang 805". PUSPEN Markas Besar Tentara Nasional Indonesia. Diakses tanggal 22 Oktober 2023.
  3. ↑ Admin, PUSPEN TNI (14 April 2009). "DIDUGA DOKUMEN PALSU, KRI LAYANG- 805 AMANKAN KAPAL IKAN". 2023 PUSPEN Markas Besar Tentara Nasional Indonesia. Diakses tanggal 22 Oktober 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Retaduari, Elza Astari. "Begini Kronologi Hilangnya 4 Kru KRI Layang Saat Mengawal Kapal Filipina". detiknews. Diakses tanggal 2025-11-15.
  5. ↑ Retaduari, Elza Astari. "TNI AL Masih Cari 4 ABK KRI Layang yang Hilang". detiknews. Diakses tanggal 2025-11-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan