Senin, 02 November 2026
10:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
KRI Kujang (642)

KRI Kujang (642)

Bagikan:
330px-KRI_Kujang-642_launches_C-705_missile_during_an_exercise_in_Natuna_Sea_April_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KRI KUJANG (642)
Sejarah
Indonesia
Nama KRI Kujang (642)
Pembangun PT Palindo Marine Indonesia
Diluncurkan April 2011
Mulai berlayar Februari 2012
Pelabuhan daftar Armada Barat TNI-AL
Identifikasi 642
Status In service
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis Missile boat
Berat benaman 250 tons
Panjang 44 m (144 ft 4 in)
Lebar 740 m (2.427 ft 10 in)
Kecepatan 30 knot (56 km/h; 35 mph) (maksimum)
Awak kapal 35
13 personel Pasukan Khusus
Sensor dan
sistem pemroses
Sewaco
Senjata 2 × C-705 SSM
1 × 30 mm AK-630 CIWS
2 × 20 mm Denel Vektor G12[1]

KRI Kujang (642) adalah kapal perang milik Angkatan Laut Indonesia, tepatnya sebuah kapal cepat rudal kelas Clurit. Kapal ini dibangun oleh PT Palindo di Batam.[2] Kapal ini juga familiar dengan panggilan KCR-40 meter, yang berperan sebagai kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula (doktrin hit and run).

Riwayat

Pembuatan

Pembuatan KRI Kujang ini ±99% dibuat di PT Palindo Marine Industries, Batam. KCR-40 ini terbuat dari baja khusus high tensile steel pada bagian hulu dan lambung kapal yang juga produk dalam negeri yang diperoleh dari PT Krakatau Steel, Cilegon, sedangkan untuk bangunan atas kapal menggunakan Aluminium Alloy.[3]

Peluncuran

Kapal bernomor lambung 642 ini diluncurkan dan diresmikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro pada tanggal 16 Februari 2012.[4]

Spesifikasi

Ukuran

Kapal berukuran panjang 44 meter, lebar 7,40 meter, dan berat 250 ton.

Persenjataan

Kapal ini dipersenjatai dengan satu unit meriam CIWS 6 barel 30mm, 2 unit meriam anjungan berkaliber 20mm, 2 set Rudal C-705.

Tenaga penggerak

Kapal ini ditenagai dengan sistem propulsi fixed propeller 5 daun, memiliki sistem pendorong yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan maksimal 30 knot.

Penugasan

Pada tanggal 17 Mei 2026, KRI Kujang menggagalkan aksi penyelundupan logam tanah jarang seberat 390 ton dari sebuah kapal kontainer di perairan Batam, Kepulauan Riau.[5]

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-02-09. Diakses tanggal 2012-10-09.
  2. ↑ "Kementerian Pertahanan Republik Indonesia". www.kemhan.go.id. Diakses tanggal 2023-04-27.
  3. ↑ http://defense-studies.blogspot.com/2013/01/palindo-marine-serahkan-kri-beladau-643.html
  4. ↑ Jatmiko, Bambang Priyo (16 Februari 2012). "Indonesia Luncurkan Kapal Cepat Rudal Karya Anak Bangsa". NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA. Diakses tanggal 29 Mei 2026.
  5. ↑ "Aparat Gagalkan Ekspor Logam Tanah Jarang 390 Ton di Batam - Nasional". www.bloombergtechnoz.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-29.

Sumber

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Kapal Perang Republik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan