Sabtu, 24 Oktober 2026
06:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Juniperus semiglobosa

Juniperus semiglobosa

Bagikan:
Juniperus semiglobosa
250px-6934-Juniperus_semiglobosa-DZ_09.15.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Cupressales
Famili: Cupressaceae
Genus: Juniperus
Spesies:
J. semiglobosa
Nama binomial
Juniperus semiglobosa

Juniperus semiglobosa atau dikenal secara umum sebagai arar pensil himalaya, adalah spesies arar yang berasal dari pegunungan Asia Tengah. Distribusinya mencakup timur laut Afghanistan, Xinjiang di Tiongkok barat, Pakistan utara, Kazakhstan tenggara, Kirgizstan, Nepal bagian barat, India bagian utara, Tajikistan, dan Uzbekistan. Spesies ini tumbuh di ketinggian antara 1.550 dan 4.420 meter.[2][3][4]

Deskripsi

Juniperus semiglobosa merupakan semak konifer atau pohon kecil hingga sedang yang umumnya tumbuh setinggi 5–15 meter, meskipun dalam kondisi tertentu dapat mencapai 20 meter. Batangnya berdiameter hingga 1,2 meter, jarang mencapai 2–6 meter, dan ditutupi kulit kayu bersisik. Daunnya terbagi menjadi dua tipe: daun muda berbentuk jarum sepanjang 3–7 milimeter, muncul pada bibit dan kadang kembali pada tanaman dewasa setelah kerusakan, serta daun sisik dewasa sepanjang 1–2 milimeter pada pohon yang lebih tua. Daun tersusun dalam pasangan berlawanan atau lingkaran tiga, memberikan tekstur khas pada cabang-cabang pohon. Buahnya berbentuk bulat pipih, sebuah ciri yang memberi nama semiglobosa, dan berkembang menjadi bentuk bi-lobus atau segitiga, menyerupai buah beri. Buah berukuran panjang 4–6 milimeter dan lebar 4–8 milimeter, berwarna biru-hitam, dan masing-masing mengandung dua atau tiga biji yang matang dalam sekitar 18 bulan. Kerucut serbuk sari berukuran 3–5 milimeter dan melepaskan serbuk sari di musim semi. Spesies ini biasanya tumbuhan berumah dua, dengan kerucut jantan dan betina pada tanaman yang berbeda, meskipun beberapa individu dapat bersifat tumbuhan berumah satu, menampilkan kedua jenis buah pada tanaman yang sama.[2][3][4]

Varietas

Varietas Juniperus semiglobosa var. talassica, yang ditemukan di Kirgizstan, dikatakan memiliki daging buah kerucut yang lebih manis. Namun, secara genetik dan komposisi kimia daun, varietas ini tidak berbeda dari jenis aslinya, sehingga biasanya tidak diakui sebagai takson yang terpisah.[2][3]

Budaya

Juniperus semiglobosa, yang dikenal secara lokal dengan sebutan "shukpa", merupakan pohon simbolik dari negara bagian Ladakh, terutama tumbuh di distrik Leh dan Kargil. Di wilayah ini, pohon tersebut memiliki nilai budaya dan religius yang tinggi, digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan ritual tradisional. Namun, pemanfaatan untuk tujuan ritual dan budaya telah menyebabkan pemanenan yang berlebihan.[5]

Referensi

  1. ↑ Farjon, A. (2013). "Juniperus semiglobosa". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2013 e.T42253A2967149. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T42253A2967149.en. Diakses tanggal 16 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Adams, R. P. (2004). Junipers of the World. Trafford. ISBN1-4120-4250-X
  3. 1 2 3 Farjon, A. (2005). Monograph of Cupressaceae and Sciadopitys. Royal Botanic Gardens, Kew. ISBN1-84246-068-4
  4. 1 2 "Juniperus semiglobosa in Flora of China @ efloras.org". www.efloras.org. Diakses tanggal 2025-11-29.
  5. ↑ "Ladakh Designates Juniper Tree as State Tree, Embracing Cultural and Environmental Heritage". Voice of Ladakh. 25 Oktober 2023. Diakses tanggal 2025-11-29.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan