Jumat, 09 Oktober 2026
10:31 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
Juniperus rigida

Juniperus rigida

Bagikan:
Juniperus rigida
250px-Juniperus_rigida2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dedaunan dan buah yang belum matang
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Cupressales
Famili: Cupressaceae
Genus: Juniperus
Spesies:
J. rigida
Nama binomial
Juniperus rigida

Juniperus rigida yang dikenal sebagai arar kuil, adalah spesies arar yang asli dari Tiongkok utara, Mongolia, Korea, Jepang, serta wilayah tenggara Rusia termasuk Sakhalin dan Krai Primorsky. Pohon ini tumbuh di ketinggian 10–2.200 meter. Spesies ini juga telah dinaturalisasi di beberapa bagian Amerika Serikat, seperti California dan Alabama. J. rigida memiliki hubungan erat dengan Juniperus communis (arar umum) dan Juniperus conferta (arar pantai), yang terakhir kadang dianggap sebagai varietas atau subspesies dari J. rigida. Pohon ini populer sebagai tanaman hias, sering ditanam di halaman kuil di Jepang, dan juga banyak digunakan sebagai bonsai.[2][3]

Taksonomi

Nama ilmiah Juniperus rigida pertama kali diterbitkan oleh ahli botani Jerman-Belanda Philipp Franz von Siebold dan Joseph Gerhard Zuccarini pada tahun 1846. Deskripsi aslinya muncul dalam publikasi Abhandlungen der Mathematisch-Physikalischen Classe der Königl. Bayerischen Akademie der Wissenschaften, volume 4(3), halaman 233. Nama Juniperus rigida Siebold & Zucc. diakui secara sah dan valid untuk spesies ini. Epitet “rigida” berasal dari bahasa Latin yang berarti “kaku” atau “keras”, merujuk pada sifat daun jarum pohon yang keras dan tajam.[4]

Deskripsi

Spesies ini biasanya tumbuh sebagai semak atau pohon kecil dengan tinggi 6–10 meter dan diameter batang mencapai sekitar 50 sentimeter. Daunnya selalu hijau, berbentuk jarum, tersusun dalam lingkaran tiga, dengan warna hijau cerah hingga hijau kekuningan. Panjang daun berkisar 10–23 milimeter dan lebar 1–1,3 milimeter, dengan satu pita stomata putih yang terlihat pada permukaan bagian dalam. Spesies ini bersifat tumbuhan berumah dua, sehingga pohon jantan dan betina berada pada individu yang berbeda. Buah kerucut yang mengandung bijinya menyerupai buah beri, awalnya hijau dan matang dalam waktu sekitar 18 bulan menjadi ungu tua atau kecokelatan dengan lapisan lilin keputihan yang bervariasi. Bentuknya bulat, berdiameter 5–9 milimeter, dan tersusun dari tiga (jarang enam) sisik yang menyatu dalam satu lingkaran (jarang dua), di mana masing-masing sisik menghasilkan satu biji. Jika terdapat enam sisik, hanya tiga sisik yang lebih besar yang menghasilkan biji. Penyebaran biji terjadi melalui burung yang memakan kerucut, mencerna bagian berdaging dari sisik, dan membuang biji keras melalui kotoran mereka. Kerucut jantannya berwarna kuning, panjang 3–5 milimeter, dan akan gugur segera setelah melepaskan serbuk sari pada musim semi.[2][3]

Referensi

  1. ↑ Farjon, A. (2013). "Juniperus rigida". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2013 e.T42248A2966458. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T42248A2966458.en. Diakses tanggal 17 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Farjon, A. (2005). Monograph of Cupressaceae and Sciadopitys. Royal Botanic Gardens, Kew. ISBN1-84246-068-4
  3. 1 2 Adams, R. P. (2004). Junipers of the World. Trafford. ISBN1-4120-4250-X
  4. ↑ "Juniperus rigida Siebold & Zucc. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-29.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan