Selasa, 13 Oktober 2026
08:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Julius Usman

politisi Indonesia

Bagikan:
Julius Usman
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 1999 –1 Oktober 2004
Daerah pemilihanDKI Jakarta (tanpa daerah pemilihan)
Informasi pribadi
Lahir(1945-08-15)15 Agustus 1945
MeninggalIndonesia 30 Juni 2007(2007-06-30) (umur 61)
Partai politik  PDI-P (1999-2005)
PekerjaanPolitikus
Dikenal karena
Anggota DPR RI periode 1999-2004
Deklarator Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) bersama Sri Bintang Pamungkas
Angkatan 66 (Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia)

Julius Usman (15 Agustus 1945 – 30 Juni 2007) adalah seorang politikus Indonesia yang pernah menjadi anggota DPR RI untuk PDI Perjuangan mewakili Provinsi DKI Jakarta pada 1999-2004.

Karier dan Perjalanan Politik

Julius Usman adalah pendiri Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) bersama Sri Bintang Pamungkas. Ia dikenal antara lain sebagai Aktivis 66 (pernah menjadi Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI)), bakal pasangan Presiden dan Wakil Presiden yang diusung Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI), bersama Sri Bintang Pamungkas yang menjadi calon presiden untuk Pemilihan umum 1999 dan pernah menjadi anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPR mewakili Provinsi DKI Jakarta bersama koleganya antara lain Roy BB Janis, Sabam Sirait, Kwik Kian Gie, dan Saifullah Yusuf (sebelum masuk ke Partai Kebangkitan Bangsa pada 2001 akibat kecewa atas lengsernya Gus Dur) meskipun diganti antar waktu (recall) tahun 2003. Setelah itu dia termasuk salah satu barisan anggota DPR RI yang mendukung pasangan SBY-Jusuf Kalla dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2004 putaran kedua. Meskipun mendukung pasangan SBY dan Jusuf Kalla pada Pemilihan umum Presiden Indonesia 2004, karena kekecewaannya pada pemerintahan SBY maka ia mendirikan sekaligus menjadi aktivis Gerakan Cabut Mandat (2007) bersama Hariman Siregar yang menentang pemerintahan SBY-Jusuf Kalla.

Meninggal dunia

Julius Usman meninggal dunia pada hari Sabtu, 30 Juni 2007, tepatnya pukul 13.30 WIB di Jalan Lawu Manggarai, Jakarta Selatan, karena sakit jantung. Julius sempat dilarikan ke Rumah Sakit MMC, Jakarta. Jenazahnya dimakamkan hari Minggu 1 Juli 2007 di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Detik-detik menuju kepergian

Julius sering mengunjungi ibunya, sambil makan masakan ibunya yang dirasanya enak. beberapa saat sebelum meninggal, seusai salat Dzuhur, Julius sempat makan dan berbincang dengan keluarganya. lalu tiba-tiba Julius sakit jantung dan sempat bawa ke RS MMC, tetapi nyawanya tidak sempat tertolong. Dua bulan sebelumnya, Julius pernah dirawat di RS Bintaro karena menderita sakit jantung. Sesudah itu dia merasa sehat. Bahkan sehari sebelum meninggal dia sempat main boling.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan