Rabu, 07 Oktober 2026
20:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Hario Jonosewojo

Mantan Ketua PELTI

Bagikan:
Biografi ini terlalu bergantung dengan satu sumber. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya pada artikel ini. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
K.R.M. Hario Jonosewojo
Panglima Divisi VI/Narotama TRI
Informasi pribadi
Lahir(1921-06-09)9 Juni 1921
Meninggal22 Maret 1994(1994-03-22) (umur 72)
Suami/istriRoro Soerjasah Gondokoesoemo
HubunganK.G.P.A.A. Mangkunegara VI (Kakek)
Anak7
ProfesiTentara
Karier militer
PihakKekaisaran Jepang (1943—1945)
Indonesia (1945—1947)
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-Pdu_mayjendtni_staf.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Mayor Jenderal TNI

Kanjeng Raden Mas Hario Jonosewojo Handajaningrat atau K.R.M. Hario Jonosewojo Handajaningrat (9 Juni 1921 – 22 Maret 1994) adalah seorang tokoh militer Indonesia. Dan mantan Panglima Divisi VI/Narotama TRI. Ia juga seorang tokoh yang berperan dalam membantu dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perkembangan lembaga olahraga di Indonesia. Ia akrab dipanggil mas Piet.

Karier Militer

Pada tahun 1942 tentara Jepang menduduki pulau Jawa suasana berubah Jepang menghendaki rakyat Indonesia juga ikut terlibat perang, Jepang membutuhkan tenaga yang terlatih sebagai tentara untuk keperluan perangnya mengusir penjajah belanda. Orang-orang yang berasal dari perguruan taman siswa ditawari untuk dilatih menjadi perwira, rupanya riwayat hidup Jonosewojo tercium pula oleh Jepang. Maka ia ditawari untuk menjalani pendidikan Yugekitai. Jonosewojo mau dan diberangkatkan ke Surabaya, disana ia berkumpul dengan para calon perwira dari daerah lain, Antara lain R. Sunarjadi. Mereka lalu dikirim ke Tangerang, sebagai angkatan I Seinan Dojo Tangerang. Di mana mereka dilatih taktik-taktik pertempuran Gerilya dan perang semesta. Selesai mengikuti pendidikan tersebut Jonosewojo dikembalikan ke daerah Surabaya dan tergabung dalam pendidikan PETA sebagai Codanco (Komandan Kompi) dan Daidanconya adalah Drg. Mustopo.

Ia merupakan lulusan pendidikan di Command General Staff College Regular Course di Fort Leavenworth Kansas, AS pada tahun 1960-1961, di mana sepulang dari pendidikan tersebut beliau dan keluarga menempati kediaman di jalan Lembang Terusan, Jakarta hingga akhir hayatnya.

sejak masa kecil ia ingin menjadi dokter namun tidak pernah kesampaian karena kedatangan jepang yang menjajah Indonesia. Ia anak pertama Kanjeng Pangeran Adipati Soejono Handajaningrat. Ia sejak muda sudah menentang kedatangan Belanda sehingga ia bergabung dengan lembaga lembaga perjuangan Kemerdekaan Indonesia.[1]

Olah Raga

Sejak remaja ia sering bermain tennis. Ia sering mengikuti berbagai kejuaraan tetapi belum pernah juara. Ia masuk PELTI (Persatuan Lawn Tennis Indonesia) sejak serikat tennis ini didirikan pada tahun 1948. 15 tahun semenjak ia bergabung dengan PELTI, ia dipercaya menjadi ketua umum PELTI pada tahun 1963. Ia juga pernah menjadi Ajudan Senior Pejabat Presiden Djuanda dan kepala sekuriti BKR (Badan Keamanan Rakyat) Surabaya.[1]

Pada awal 1984, banyak pihak meributkan kebijaksanaannya terhadap petenis nasional Yustedjo Tarik lantaran menolak pelatnas tim Piala Davis, dan pada saat bersamaan bersikeras mengikuti kejuaraan Singha Beer di Bangkok. Yustedjo diskors PB Pelti.

Pendidikan Militer

  • AMS B Surabaya
  • Seinen Dojo di Tangerang
  • Rensei Tai di Bogor
  • Tokubetsu Kyoiku
  • Chandradimuka di Ja-Bar
  • SSKAD di Bandung (1953-1954)
  • Command General Staff College Regular
  • Course di Fort Leavenworth AS (1960-1961)

Riwayat jabatan

  • Pembantu Instruktur di Kanbu Kjoiku Magelang
  • Kepala Sekuriti BKR Kota Surabaya
  • Dan TKR Surabaya
  • Dan Divisi Narotama
  • Instruktur di Pangkalan ALRI di Tegal
  • Dan Sekolah Kader Kawarasan
  • Dan Yon Brandjangan
  • Pj. Dan Brigade Kal-Tim
  • Pamen di SUAD VI
  • Kas Resimen 25 Ambon
  • Dan Resimen 25 Ambon
  • Pamen Ass. II KSAD
  • Penjabat Asisten II KSAD
  • Ajudan Senior Penjabat Presiden Djuanda
  • Pamen Detasemen I
  • Dan Kokar AD

Referensi

  1. 1 2 APA & SIAPA sejumlah orang Indonesia 1985-1986. Tempo (Jakarta, Indonésie) (Edisi Cet. 1). Jakarta: Grafiti Pers. 1986. ISBN 979-444-006-X. OCLC 37095471.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan