Sabtu, 24 Oktober 2026
18:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Jonkeria

Jonkeria

Bagikan:
Jonkeria
Rentang waktu: Kapitanium, 265–260 jtyl
250px-Jonkeria_ingens.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tengkorak Jonkeria truculenta, Amer. Mus. No. 5608 (holotipe J. ingens)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Klad: Synapsida
Klad: Therapsida
Famili: †Titanosuchidae
Genus: †Jonkeria
Van Hoepen, 1916
Spesies:
†J. truculenta
Nama binomial
†Jonkeria truculenta
Van Hoepen, 1916[1]
Sinonim[2]
Genus synonymy
  • Dinophoneus Broom, 1923
  • Dinosphageus Broom, 1929
  • Phoneosuchus Broom, 1929
Species synonymy
  • Dinophoneus ingens Broom, 1923
  • Dinosphageus haughtoni Broom, 1929
  • Jonkeria crassus Broom, 1929
  • Jonkeria pugnax Broom, 1929
  • Jonkeria vanderblyi Broom, 1929
  • Phoneosuchus angusticeps Broom, 1929
  • Jonkeria ingens Boonstra, 1935
  • Jonkeria angusticeps Boonstra, 1953
  • Jonkeria haughtoni Boonstra, 1953
  • Jonkeria parva Boonstra, 1955
  • Jonkeria rossouwi Boonstra, 1955
  • Jonkeria boonstraii Janensch, 1959

Jonkeria adalah sebuah genus therapsida dinocephalia omnivor[3] atau herbivor[2] punah dari Zona Kumpulan Tapinocephalus di Grup Beaufort Tua di Karoo Afrika Selatan.

Panjang total hewan ini adalah 3,5 m (11 ft 6 in) atau lebih (hingga 4 atau 5 m (13 ft 1 in atau 16 ft 5 in)), dengan tengkorak sepanjang 55 cm (22 in). Sekitar 22% dari volume endokas Jonkeria diisi oleh jaringan non-neural.[4] Satu spesimen telah diperkirakan bobotnya pada 989 kg (2.180 pon) bedasarkan analisis volumetri dari sebuah model 3D, menjadikannya sebagai salah satu therapsida non-mamalia terbesar yang diketahui.[4] Panjang tengkoraknya dua kali lipat lebarnya, dan moncongnya panjang dengan gigi seri dan gigi taring besar. Gigi pipinya kecil. Tubuhnya bayak, sementara tungkainya pendek. Jonkeria tidak dapat dibedakan dari kerabatnya Titanosuchus bedasarkan ciri tengkorak (semua tengkorak Titanosuchus yang diketahui terawetkan dengan buruk), tetapi hanya dapat dibedakan dengan panjang tungkai: Jonkeria bertungkai pendek, sementara Titanosuchus bertungkai panjang.[5][6]

Referensi

  1. ↑ van Hoepen, E.C.N. (1916). "A new Karroo reptile". Annals of the Transvaal Museum. 5 (3): 1.
  2. 1 2 Jirah, Sifelani; Rubidge, Bruce S.; Abdala, Fernando (11 Juni 2024). "Cranial morphology of Jonkeria truculenta (Therapsida, Dinocephalia) and a taxonomic reassessment of the family Titanosuchidae". Palaeontologia africana. 58: 1–27. ISSN 2410-4418.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Bhat, Mohd Shafi; Shelton, Christen D.; Chinsamy, Anusuya (15 Oktober 2021). "Bone histology of the graviportal dinocephalian therapsid Jonkeria from the middle Permian Tapinocephalus Assemblage Zone of the Karoo Basin of South Africa" (PDF). Acta Palaeontologica Polonica. 66 (4): 705–721. doi:10.4202/app.00872.2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Benoit, Julien; Midzuk, Adam J. (Agustus 2024). "Estimating the endocranial volume and body mass of Anteosaurus, Jonkeria, and Moschops (Dinocephalia, Therapsida) using 3D sculpting". Palaeontologia Electronica. doi:10.26879/1377. Diakses tanggal 19 September 2025 – via Palaeontologia Electronica.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Boonstra, Lieuwe Dirk (1969). "The fauna of the Tapinocephalus Zone (Beaufort Beds of the Karoo)". Annals of the South African Museum. 56 (1): 1–73.
  6. ↑ Jirah, Sifelani; Rubidge, Bruce S.; Abdala, Fernando (11 Juni 2024). "Cranial morphology of Jonkeria truculenta (Therapsida, Dinocephalia) and a taxonomic reassessment of the family Titanosuchidae". Palaeontologia africana. 58: 1–27. ISSN 2410-4418.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Synapsida
Dinocephalia
    • lihat dibawah↓
Rhopalodontidae?
Phreatosuchidae?
Anteosauridae
Anteosaurinae
Syodontinae
Estemmenosuchidae
Titanosuchidae
Tapinocephalidae
Tapinocephalinae
Anteosaurus magnificus Estemmenosuchus mirabilis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan