Jumat, 16 Oktober 2026
04:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

John Mbiti

Bagikan:
John Mbiti
Lahir30 November 1931 (umur 94)
PendidikanUniversity of Cambridge
PekerjaanPendeta
Dikenal karenaTeolog Afrika
GelarDr., Emeritus

John Mbiti (1931-) lahir di Kutui,Kenya Afrika.[1] Ia mengenyam pendidikan di Universitas Makerere (Urganda), Barrington Collage (Rhode Island) dan Universitas Cambridge tempat ia meraih gelar doktor pada tahun 1963.[1] Disertasinya diterbitkan tahun 1971 dengan judul New Testament Theology in an African Background(Teologi perjanjian baru dengan latar belakang Afrika).[1] Tahun 1972 ia menjadi direktur Institut Oikumenis, Dewan Gereja-gereja se-Dunia di Celigny, Swiss.[1] Mbiti menulis beberapa buku yang mempelejari corak-corak kepercayaan tradisional di Afrika, seperti: African Religions and Philosophy(Kepercayaan dan Filsafat Afrika, 1969), Concepts of God in Africa(Konsep-konsep tentang Allah di Afrika, 1970), The Prayers of African (Doa-doa Agama Afrika, 1975), Bible and Theology in African Christianity (Alkitab dan Teologi Kekristenan Afrika, 1986).[1] Mbiti berpendapat Injil yang masuk ke dalam setiap kebudayaan sebagai orang asing, orang asing yeng menetap di sana.[1] Injil tidak membuang kebudayaan yang ada, sebaliknya Injil menetap di tengah-tengah kebudayaan tersebut dan memberi dampaknya terhadap orang-orang yang hidup dalam lingkungan kebudayaan tersebut.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia)Tony Lane.Runtut Pijar. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1990), Hal. 279-280.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan