Selasa, 27 Oktober 2026
01:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
John Doubleday

John Doubleday

Bagikan:
250px-Sherlock_Holmes_statue_at_Meiringen2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Satu-atunya patung duduki dari karakter fiksi Sherlock Holmes yang dipahat oleh John Doubleday di Meiringen, Swiss dekat dengan air terjun Reichenbach dimana Holmes dikatakan terakhir kali berkonfrontasi dengan musuhnya Profesor Moriarty.

John Doubleday (lahir 9 Oktober 1947)[1] adalah seorang pelukis dan pemahat Inggris yang dikenal karena patung dan pahatan umumnya. Ia merupakan seorang pemahat figuratif, yang karyanya kebanyakan terbuat dari perunggu. Ia terpengaruh oleh Charles Despiau, saat menjalani waktu di Musée Bourdelle, Paris.[2]

Doubleday lahir pada 1947 di Langford, dekat Maldon, Essex dan belajar di Stowe dan memahati di Goldsmiths College.[3] Ia meraih kesuksesan karier sebagai pemahat umum sejak acara tunggal pertamanya di Waterhouse and Dodd Gallery, London pada 1968.[3]

Ia membuat seni dua dan tiga dimensional dan saat ia membuat patung Nelson, ia sepakat agar pemasukannya diberikan untuk amal.[3]

Potret-potret buatannya meliputi:

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Birthdays". The Guardian. Guardian News & Media. 9 Okt 2014. hlm. 41.{{cite news}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Windsor, Alan (2002). British sculptors of the twentieth century. Burlington, VT, Ashgate.
  3. 1 2 3 4 5 Nelson.
  • "John Doubleday and Nelson" (PDF). Friends of Gibraltar Heritage Society (73): 8–9. Agustus 2005. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Juni 23, 2006. Diakses tanggal 20 Desember 2012.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai John Doubleday.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan