Selasa, 27 Oktober 2026
10:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Joe Kieyoomia

Bagikan:
Joe Kieyoomia
Nama lahirJoe Lee Kieyoomia
Lahir(1919-11-21)21 November 1919
Meninggal17 Februari 1997(1997-02-17) (umur 77)
DikebumikanSan Juan County, New Mexico
Pengabdian Amerika Serikat
Dinas/cabang Angkatan Darat Amerika Serikat
PangkatSersan
Kesatuan200th Coast Artillery
Perang/pertempuranPerang Dunia Kedua
Penghargaan

Joe Kieyoomia (21 November, 1919 – 17 Februari, 1997) adalah seorang prajurit Navajo dalam resimen 200th Coast Artillery New Mexico yang ditangkap oleh Tentara Kekaisaran Jepang setelah jatuhnya Filipina pada tahun 1942 selama Perang Dunia II. Kieyoomia adalah seorang tahanan perang di Nagasaki pada saat pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki, tetapi ia selamat, dilaporkan karena dilindungi oleh dinding penjara yang terbuat dari beton.[1]

Jepang gagal mencoba membuatnya memecahkan "Kode Navajo" yang digunakan oleh Korps Marinir Amerika Serikat, meskipun Kieyoomia mengerti bahasa Navajo, tetapi kode tersebut kedengarannya seperti omong kosong baginya karena walaupun kode itu dalam bahasa Navajo, tetapi bahasa kode itu hanya dapat diuraikan oleh individu yang telah dilatih khusus untuk dapat menggunakannya.[1]

Kieyoomia terkenal bukan hanya karena selamat dari Pawai Kematian Bataan dan penginterniran serta penyiksaan di dalam kamp konsentrasi, tetapi ia juga menjadi hibakusha (orang yang selamat dari ledakan bom atom).

Perebutan Kepulauan Filipina

Dengan menyerahnya Bataan, mempercepat jatuhnya Pulau Corregidor sebulan kemudian. Tanpa kejadian ini, Jepang mungkin dengan cepat menyerbu semua pangkalan A.S. di Pasifik. Bataan memaksa Jepang memperlambat serangannya, sehingga memberi waktu yang sangat berharga bagi pihak Sekutu untuk bersiap menghadapi pertempuran seperti Pertempuran Laut Karang dan Pertempuran Midway yang terjadi sesudahnya. Pada akhirnya, Kieyoomia, bersama dengan lebih dari 60.000 warga Filipina dan 15.000 tahanan perang Amerika Serikat dipaksa masuk ke dalam Pawai Kematian Bataan yang terkenal kejam itu.

Tahanan perang

250px-NA_127-N-114541.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tahanan di pawai dari Bataan ke kamp penjara, Mei 1942. (Arsip Nasional Amerika Serikat)
250px-Nagasakibomb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bom atom awan jamur setelah bom atom meledak di Nagasaki.

Awalnya dia disiksa karena pasukan Jepang mengira dia adalah orang Jepang-Amerika (sehingga dianggap sebagai pengkhianat), Joe Kieyoomia menderita siksaan berbulan-bulan sebelum akhirnya Jepang menerima klaimnya sebagai keturunan Navajo.

Dia selamat dari Pawai Kematian Bataan yang menewaskan ribuan tentara AS dan Filipina karena dibiarkan mati kelaparan. Ketika "Kode Navajo" membuat orang Jepang bingung, Kieyoomia diinterogasi dan kemudian disiksa, meskipun ia hanya bisa memahami sedikit dan sepotong-sepotong apa yang dikatakan oleh pembicara kode Navajo yang terlatih, kode itu begitu canggih sehingga dia akhirnya mengatakan kepada Jepang bahwa isi kode itu terdengar seperti omong kosong baginya.

Kieyoomia tidak dilatih sebagai pembicara kode dan tidak tahu tentang kode tersebut. Dia ditelanjangi dan dipaksa berdiri berjam-jam di salju sampai ia berbicara. Ketika ia akhirnya diizinkan untuk kembali ke selnya, seorang penjaga mendorongnya dengan kasar, menyebabkan telapak kakinya robek sehingga dia terserang radang dingin.

Setelah selamat dari kamp penginterniran, "kapal neraka" dan penyiksaan, Kieyoomia kemudian menjadi tahanan di Nagasaki ketika kota itu menjadi sasaran dari bom atom kedua yang dijatuhkan oleh Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat (USAAF). Kieyoomia selamat dari serangan itu, dan dia menyebut hal itu terjadi karena ia terlindung oleh dinding beton selnya. Setelah 3½ tahun sebagai tahanan perang, ia ditinggalkan selama tiga hari setelah pemboman, tetapi ia mengatakan seorang perwira Jepang akhirnya membebaskannya.

Referensi

  1. 1 2 "How Effective Was Navajo Code? One Former Captive Knows". News from Indian Country. Agustus 1997. Diakses tanggal Desember 20, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan