Selasa, 29 September 2026
03:19 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Pembicara kode

Pembicara kode

250px-ChoctawCoders.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para tentara Choctaw dalam pelatihan untuk transmisi radio dan telepon dengan menggunakan kode selama Perang Dunia Pertama.
330px-Navajo_Code_Talkers.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pembicara kode Navajo, di Saipan, Juni 1944.

Pembicara kode adalah seseorang yang dipekerjakan oleh militer selama masa perang untuk menggunakan bahasa yang kurang dikenal sebagai sarana komunikasi rahasia. Sekarang istilah ini biasanya dikaitkan dengan anggota layanan Amerika Serikat selama perang dunia dengan menggunakan pengetahuan mereka mengenai bahasa penduduk asli Amerika sebagai dasar untuk mengirimkan pesan berkode.

Ada sekitar 400 hingga 500 penduduk asli Amerika dalam Korps Marinir Amerika Serikat yang tugas utamanya adalah mengirimkan pesan rahasia taktis. Pembicara kode mengirim pesan melalui telepon militer atau jaringan komunikasi radio menggunakan kode yang dikembangkan secara formal atau informal menggunakan bahasa asli mereka. Pembicara kode meningkatkan kecepatan enkripsi dan dekripsi komunikasi dalam operasi garis depan selama Perang Dunia Kedua.

Ada dua jenis kode yang digunakan selama Perang Dunia Kedua, jenis yang pertama dikembangkan secara formal berdasarkan bahasa orang Comanche, Hopi, Meskwaki, dan Navajo. Mereka menggunakan kata-kata dari bahasa mereka untuk setiap huruf alfabet Inggris. Pesan dapat dikodekan dan didekodekan dengan menggunakan teks-cipher sederhana yang mana teks-cipher tersebut merupakan kata-kata dari bahasa asli. Jenis yang kedua adalah kode informal dan langsung diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa asli. Jika tidak ada kata dalam bahasa asli untuk menggambarkan kata atau istilah militer, pembicara kode menggunakan kata-kata deskriptif. Misalnya, dalam bahasa Navajo tidak memiliki kata untuk kapal selam sehingga mereka menerjemahkannya menjadi ikan besi.[1][2]

Nama pembicara kode sangat terkait dengan penutur dwibahasa Navajo yang direkrut khusus selama Perang Dunia Kedua oleh Korps Marinir AS untuk bertugas di unit komunikasi standar mereka dalam palagan Pasifik. Namun, pembicara kode telah dipelopori oleh orang-orang Cherokee dan Choctaw selama Perang Dunia Pertama.

Pembicara kode dari penduduk asli Amerika lainnya yang dikerahkan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat selama Perang Dunia Kedua, termasuk Lakota,[3] Meskwaki, Mohawk,[4][5] Comanche, Tlingit,[6] Hopi,[7] Tentara Cree dan Crow yang berdinas di palagan Pasifik, Afrika Utara, dan Eropa.[8]

Referensi

  1. ↑ "Code Talking - Native Words Native Warriors". americanindian.si.edu. Diakses tanggal 2019-01-27.
  2. ↑ "American Indian Code Talkers". The National WWII Museum | New Orleans (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-01-27.
  3. ↑ "Last Lakota code talker Clarence Wolf Guts dies at 86", Rapid City Journal (Rapid City, SD), 18 June 2010.
  4. ↑ Last WWII Mohawk code talker honoured by Assembly of First Nations, House of Commons CBC News byJessica Deer• Posted: Dec 04, 2018 5:29 PM ET | Last Updated: December 4. Accessed via the Internet December 7, 2018
  5. ↑ Mohawk Code Talkers Honored in Washington, DC archived version of article from Akwesasne Mohawk Radio from Monday, 11 May 2015. Accessed online February 6, 2019
  6. ↑ Alaska Native servicemen finally honored as Code Talkers FOX News byRachel D’Oro• Posted: Mar 27, 2019 | Accessed via the Internet April 21, 2019
  7. ↑ Magahern, Jimmy (September 2014). "Humble Pride". Phoenix, Arizona: Cities West Media. ISSN 1074-1429. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-31. Diakses tanggal 1 Agustus 2019.{{cite magazine}}: Kutipan magazine memerlukan |magazine=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Lyle, Amaani (28 Juni 2015). "Word Power: How Code Talkers Helped to Win Wars". archive.defense.gov. Washington, D. C.: U. S. Department of Defense. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-30. Diakses tanggal 1 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan