Minggu, 25 Oktober 2026
09:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Jodhi Yudono

Jodhi Yudono

Pewarta dan pemusik Indonesia

Bagikan:
Jodhi Yudono
250px-Jodhi_Yudono.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Jodhi Yudono

(1963-05-16)16 Mei 1963
PekerjaanMusikus, Penulis, Wartawan
Masa aktif1986 - sekarang

Jodhi Yudono (lahir 16 Mei 1963) adalah musikus dan penulis berkebangsaan Indonesia. Karya musiknya, dalam bentuk nyanyian puisi, dibawakan di panggung-panggung konvensional, dan juga dipersembahkan untuk menghibur kepada sesama kawan yang tengah mengalami penderitaan. Jodhi juga sering terlibat langsung dalam penggalangan dana kemanusiaan bagi daerah-daerah yang sedang terkena bencana. Catatan-catatan perjalanannya ke berbagai daerah dan luar negeri tentang seni-budaya telah dimuat di beberapa media massa.[1][2][3]

Kehidupan pribadi

Jodhi Yudono lahir dan besar di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Usai menamatkan SMA-nya di Purwokerto, dia melanjutkan kuliah di Universitas Tujubelas Agustus (Untag) Semarang, pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Di sanalah dia mulai merintis debutnya sebagai penulis puisi dan musisi dengan memusikalisasi puisi beberapa penyair antara lain karya Timur Sinar Suprabana, Eko Tunas. Bersama Joshua Igho, dia melakukan pertunjukan di beberapa kota antara lain Gedung Pemuda Kota Semarang, Auditorium IKIP Semarang, dan Gedung Kesenian Kota Tegal (1989). Kemampuannya di dunia seni peran pun pernah dia jalani saat bergabung di Teater 17 dan Teater Dhome, Semarang.

Awal tahun 1990-an Jodhi hengkang ke Jakarta menekuni profesi barunya sebagai jurnalis di tabloid Citra, milik grup Kompas Gramedia. Tak lama kemudian dia dipindahtugaskan di Kompas Cyber Media.[4] Di situ kemampuan menulisnya semakin terasah tajam, sembari tetap setia pada dunia lama sebagai musisi. Perkenalannya dengan beberapa musisi Indonesia antara lain Totok Tewel, Jockie Surjoprajogo, Iwan Fals, dan Syaharani, telah menghasilkan beberapa komposisi lagu yang digarap bersama-sama. Jodhi juga telah melakukan pertunjukan musiknya di beberapa gedung pertunjukan, stasiun televisi (Metro TV [5] dan MNC TV[6]), serta diundang pentas di beberapa negara. Jodhi menggeluti musik bukan untuk dirinya sendiri, melainkan dibagikan kepada sesama manusia dalam rangka turut berempati atas penderitaan/duka yang sedang dialami.

Karya-karya

  • Demi Kehidupan (kompilasi album Satu Hati)
  • Angin (kompilasi album Angin pun Berbisik)
  • Jogja
  • Sukma yang Merdeka
  • Nenek
  • Cinta
  • Mata Air
  • Semesta Suatu Saat
  • Derai Cemara (puisi Chairil anwar)
  • Doa (puisi Chairil anwar)
  • Diponegoro (puisi Chairil anwar)
  • Pamflet Cinta (puisi W.S. Rendra)

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan