Senin, 12 Oktober 2026
11:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Joan Robinson

Joan Robinson

Bagikan:

Joan Violet Robinson (31 Oktober 1903 - 5 Agustus 1983) adalah seorang ekonom pasca-Keynesian yang terkenal karena karyanya tentang ekonomi moneter dan kontribusi luas dalam dunia teori ekonomi.[1] Dia adalah putri dari Mayor Jenderal Sir Frederick Barton Maurice, 1st Baronet, dan menikah dengan Austin Robinson, sesama ekonom.[1] Bersama-sama, mereka memiliki dua anak.[1]

Joan Robinson
250px-Joan_Robinson_Ramsey_Muspratt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1903-10-31)31 Oktober 1903
Meninggal5 Agustus 1983(1983-08-05) (umur 79)
MazhabEkonom Pasca Keynesian

Dr Manmohan Singh, perdana menteri India (2004-2014), yang adalah seorang mahasiswa di Universitas Cambridge pada tahun 1950, mengatakan dalam sebuah wawancara pada tahun 2005: "Di kampus (Cambridge) saya pertama kali sadar akan peran kreatif politik dalam membentuk urusan manusia, dan saya berutang banyak pada besar guru saya Joan Robinson dan Nicholas Kaldor.[2] Joan Robinson adalah seorang guru yang brilian, dan dia juga berusaha untuk membangkitkan kesadaran batin murid-muridnya dengan cara yang tidak mudah dicapai oleh orang lain.[2] Ia mempertanyakan saya banyak hal dan membuat saya berpikir suatu hal yang tak terpikirkan sebelumnya.[2] Ia mengemukakan interpretasi sayap kiri Keynes, mempertahankan bahwa negara harus memainkan peran lebih banyak jika Anda benar-benar ingin menggabungkan pembangunan dengan keadilan sosial."[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 Emani, Zohreh, 2000, "Joan Robinson" in Robert W. Dimand et al. (eds), A Biographical Dictionary of Women Economists, Edward Elgar.
  2. 1 2 3 4 Harcourt, G. C., 1995, Obituary: Joan Robinson 1903–1983, Economic Journal, Vol. 105, No. 432. (September 1995), pp. 1228–1243.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan