Selasa, 27 Oktober 2026
13:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Jintishi

Bagikan:

Jintishi (Hanzi Tradisional: 近體詩;Hanzi Sederhana: 近体诗;Pinyin: jìntǐshī;Wade-Giles: chin-t'i shih;arti harfiah: "puisi gaya dekat" atau sering disebut bentuk puisi modern), dalam bahasa Inggris dinamakan Regulated verse (bait beraturan), adalah pengembangan dalam puisi klasik Tiongkok dari tipe formal utama yaitu shi. Jintishi merupakan salah satu yang paling penting dari semua jenis puisi klasik Tiongkok. Meskipun sering dianggap sebagai inovasi pada masa Dinasti Tang, asal-usul Jintishi dalam tradisi puisi klasik Tiongkok terkait dengan Shen Yue (441–513), yang mencetuskan teori "empat nada dan delapan penyakit" (四聲八病) tentang pola nada.[1]

Ada tiga jenis puisi Jintishi: delapan baris (lushi), empat baris (jueju) dan bait yang panjangnya tidak ditentukan yang disebut pailu. Semua bentuk Jintishi memiliki rima (pengulangan bunyi yang berselang) pada baris genap, dengan satu jenis rima yang digunakan di seluruh puisi. Selain itu, profil nada puisi dikendalikan (maksudnya, "diatur"). Selanjutnya, paralelisme semantik dan tonal umumnya diperlukan dari kuplet interior tertentu. Selama Dinasti Tang, duo "Shen-Song" yang terdiri dari Shen Quanqi dan Song Zhiwen, sangat berkontribusi dalam mengembangkan bentuk puisi Tiongkok klasik ini.

Referensi

  1. ↑ Watson, 110–112


Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan