Minggu, 01 November 2026
07:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Raja Wen dari Zhou

Raja Wen dari Zhou

Raja Zhou

Bagikan:
Infobox orangRaja Wen dari Zhou
330px-King_Wen_of_Zhou_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Temple name (en) Terjemahkan始祖 Suntingan nilai di Wikidata
Posthumous name (en) Terjemahkan文皇帝 dan 文王 Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran1112 SM Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1050 SM Suntingan nilai di Wikidata (61/62 tahun)
Tempat pemakamanQ24835478 Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Chinese king (en) Terjemahkan
1099 SM – 1050 SM – Raja Wu dari Zhou → Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpenguasa monarki Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KeluargaDinasti Zhou Suntingan nilai di Wikidata
Pasangan nikahTai Si Suntingan nilai di Wikidata
AnakNangong Kuo (en) Terjemahkan,Bo Yikao,Raja Wu dari Zhou,Guan Shu Xian,Zhou Gong,Cai Shu Du,Royal Uncle of Wey–Kang (en) Terjemahkan,Yu of Cheng (en) Terjemahkan,Chu of Huo (en) Terjemahkan,Zheng of Mao (en) Terjemahkan,Zai of Dan (en) Terjemahkan,Royal Uncle of Gao (en) Terjemahkan,Count of Yong (en) Terjemahkan,Zhenduo of Cao (en) Terjemahkan,Xiu of Teng (en) Terjemahkan,Gao, Duke of Bi (en) Terjemahkan,Count of Yuan (en) Terjemahkan,Marquess of Feng (en) Terjemahkan,Count of Xun (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Orang tuaJi dari Zhou Suntingan nilai di Wikidata, Tai Ren (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraRoyal Second Eldest Uncle of Guo (en) Terjemahkan dan Royal Third Eldest Uncle of Guo (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Wen dari Zhou (Bahasa Tionghoa: Wen Wang, Bahasa Hokkian: Bun Ong) atau dikenal juga dengan nama Ji Chang atau salah satu Raja pada Dinasti Zhou. Ji Chang dikatakan sebagai salah satu peletak dasar Dinasti Zhou, sebuah dinasti yang bertahan lebih dari 800 tahun lamanya. Sewaktu ayahandanya, Ji Li, masih menjadi Raja, negeri Zhou adalah negeri kecil jika dibandingkan dengan Dinasti Shang. Ji Li membangun pasukan dari kelompok dan wangsa Zhou ke arah timur Tiongkok di sepanjang sungai Wei dan menduduki daerah Zhou Yan yang berada di selatan gunung Qi Shan.

Politik dan Pemerintahan

Ji Chang
昌
Raja Dinasti Zhou
Berkuasa1099 SM - 1050 SM (49 tahun)
AyahRaja Ji dari Zhou

Setelah kematian ayahandanya yang dibunuh oleh Raja Shang, Ji Chang diangkat menjadi Raja Zhou. Demi membalas dendam Ji Chang berusaha agar negara Zhou menjadi kuat supaya ia dapat menyerang Dinasti Shang. Untuk menjadi kuat Ji Chang menyerang negara-negara tetangganya, tetapi di dalam penyerangannya ia selalu mempunyai syarat-syarat yang dipegang teguh, seperti selalu memakai pakaian seperti penduduk biasa, selalu baik dan murah hati kepada bawahannya, dan mengatur batas pajak dan retribusi sesuai kemampuan rakyatnya, bahkan selalu menunjukkan perhatian besar terhadap kehidupan rakyat, terutama orang tua dan janda. Ia juga memeprlakukan hukum bahwa seseorang yang telah melanggar peraturan, keluarganya yang tidak bersalah tidak akan dihukum.

Politik ini berbeda dengan cara yang dilakukan raja Shang yang menggunakan cara kejam, sehingga banyak orang-orang dari negeri lain datang menetap di negeri Zhou. Ji Chang juga banyak mempekerjakan orang-orang berbakat untuk dijadikan pejabat pemerintahannya.

Sejarah

Setelah beberapa tahun, akhirnya negeri Zhou menjadi negeri yang kuat di wilayah barat dan Ji Chang dijuluki penguasa negara barat, tetapi hal ini mendapat perhatian dari raja Shang, yang kemudian mengundang Ji Chang ke Zhaoge (ibu kota Dinasti Shang) dan memenjarakannya di kota Youli atas tuduhan bersalah (walaupun tuduhannya tidak jelas). Akhirnya Ji Chang (raja Wen) menawarkan wanita-wanita dan harta yang berlimpah kepada raja Shang untuk jaminan pembebasan. Sesudah sekembalinya ke negeri Zhou, ia mengumpul pasukannya menyerang negeri Shang dan maju sampai melewati Sungai Kuning dan bertarung di bagian tengah wilayah negeri Shang yang pada akhirnya berhasil menguasai 2/3 dari seluruh wilayah negeri Shang. Sebelum penyerangan terakhir ke ibu kota negeri Shang, Ji Chang meninggal dunia karena sakit dan digantikan oleh anaknya yang kemudian menjadi pendiri Dinasti Zhou.

Pengaruh Wen Wang terhadap budaya Tionghoa

Kong Zi sebagai pendiri Pemikiran Konfusianisme, pada saat terjadinya kekacauan pada masa Periode Negara Perang, juga mengajarkan tentang kebaikan-kebaikan dari Wen Wang yang harus diikuti rakyat.[1] Kong Zi menganjurkan agar sifat Wen Wang menjadi contoh di mata rakyat dan penguasa guna mengembalikan tatanan politik yang benar di Tiongkok. Sebagai perintis jalan berdirinya negara Zhou, namanya memiliki arti Raja Budaya, yang diberikan sebagai gelar setelah ia meninggal. Sebelum dibahas Kong Zi di dalam Analek, ia telah terkenal sebagai tokoh ideal karena prestasi kebudayaannya.[1] Meng Zi menggambarkan Wen Wang sebagai seorang pemimpin yang didukung rakyat karena kesusilaannya. Setelah Wen Wang berhasil menumbangkan Shang, ia kemudian melakukan ekspansi budaya dengan cara damai.[1] Ekspansi budaya itu digambarkan Kong Zi sebagai berikut: keterampilan dalam bidang administrasi sipil dan perdamaian, membangun kekuatan moral untuk membantu memenangkan hati negara-negara di sekitarnya. Konsep penaklukkan dengan ekspansi perdamaian dan budaya telah memberikan pengaruh besar sepanjang sejarah bangsa Tionghoa. Secara ideal musuh dikalahkan dengan menampilkan kebudayaan unggul ketimbang menyerbu dengan militer atau kekerasan. Suku Manchu adalah penguasa Tiongkok dari luar yang tunduk dalam budaya Tionghoa.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 Dawson, Raymond (1999). Kong Hu Cu, Penata Budaya Kerajaan Langit (terjemahan Bahasa Indonesia). Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti. ISBN 979-444-255-0.
Raja Wen dari Zhou
Lahir: 1152 SM Meninggal: 1056 SM
Gelar kebangsawanan
Jabatan baru Raja Zhou
1099 – skt. 1050 SM
Diteruskan oleh:
Raja Wu dari Zhou
Karakter
Fiksi
Historis
Duabelas Dewa Abadi Emas
Empat Murid Utama Jiejiao
Dewa
Televisi
Film
Permainan video
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan