Minggu, 04 Oktober 2026
19:42 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Jean-Pierre Boyer

Jean-Pierre Boyer

politikus, Haiti

Bagikan:
250px-President_Jean-Pierre_Boyer_of_Haiti_%28Hispaniola_Unification_Regime%29_Portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jean-Pierre Boyer

Jean-Pierre Boyer (mungkin 15 Februari 1776 – 9 Juli 1850) merupakan salah satu pemimpin Revolusi Haiti, dan Presiden Haiti dari 1818 hingga 1843. Dia menyatukan kembali bagian utara dan selatan negara itu menjadi Republik Haiti pada 1820 dan juga mencaplok Haiti Spanyol (Santo Domingo) yang baru merdeka, yang mengantar seluruh Hispaniola di bawah satu pemerintahan Haiti pada 1822. Pemerintahan Boyer merupakan masa pemerintahan terlama dari setiap pemimpin revolusioner generasinya.

Catatan

Referensi

  • Boyer, Jean-Pierre and Loring Dewey, Society for Promoting the Emigration of Free Persons of Colour to Hayti (Mayday, 1824).
  • Brown, Gordon S., Toussaint’s Clause: The Founding Fathers of the Haitian Revolution (Mississippi: University Press of Mississippi, 2005).
  • Hazard, Samuel, Santo Domingo: Past and Present, with a Glance at Hayti, Harper & Brothers, 1873
  • Leger, Jacques Nicolas, Haiti, Her History and Her Detractors (New York: The Neale Publishing Company, 1907).
  • Miller, Floyd J., The Search for Black Nationality: Black Emigration and Colonization 1787–1863 (Chicago: University of Illinois Press, 1975).
  • Shick, Tom. W, Contemporary Sociology 11/1/76, Vol. 5 Issue 6, pp. 798–799, 2p.
  • Staudenraus, P.J., The African Colonization Movement 1816–1865 (New York: Columbia University Press, 1961).

Pranala luar

Setelah Revolusi (1804–59)
Lambang kepresidenan Haiti
Setelah Kekaisaran (1859–1930)
Setelah Pendudukan (1930–86)
Setelah Duvalier (1986–2011)
Setelah gempa bumi (2011–kini)
* Pelaksana tugas     ‡ Sementara
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan