Minggu, 11 Oktober 2026
23:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Jatuh tipu

Bagikan:

Jatuh tipu adalah tindakan seorang pemain sepak bola yang sengaja berpura-pura terjatuh, dilanggar atau kesakitan oleh pemain lain meski tak terjadi kontak fisik, untuk menipu wasit dan memprovokasi pemain lain ketika menghasilkan sebuah tendangan bebas atau tendangan penalti, yang bahkan dapat merugikan tim lain apabila wasit serta merta memberi kartu merah bagi pemain lawan yang dianggap wasit melanggar pemain yang 'berakting'. Hal ini termasuk pelanggaran berat dan tindakan menyimpang dalam olahraga karena mencederai nilai keadilan, kejujuran, kewajaran dan profesionalisme.

Tindakan jatuh tipu dapat diamati dengan beberapa ciri; jarak waktu antara kontak fisik dengan tindakan menjatuhkan diri, sikap membenturkan badan ke salah satu anggota pemain lawan seakan mendapat gangguan, sikap menjatuhkan diri ketika berhadapan satu lawan satu dengan kiper di area penalti atau yang paling sering menjadi kritik adalah sikap merintih secara berlebihan seakan mengalami cedera namun kemudian sanggup berdiri dan berlari seperti normal setelahnya. Wasit yang jeli mengamati pemain yang melakukan jatuh tipu akan memberi sanksi berupa kartu kuning bahkan kartu merah apabila dianggap sengaja merugikan tim lain.

Lihat juga

Pelanggaran dan tindakan menyimpang (sepak bola)

Ikon rintisan

Artikel bertopik sepak bola ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan