Sabtu, 24 Oktober 2026
00:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Jamais vu

fenomena psikologi

Bagikan:

Dalam psikologi, jamais vu (/ˈʒæmeɪˈvuː/ bahasa Prancis: [ʒa.mɛ.vy]), kosakata dari bahasa Prancis yang berarti "tidak pernah melihatnya", adalah fenomena mengalami sebuah kejadian yang seseorang pernah alami, tetapi terasa baru dan asing.

Ikhtisar

Sering dipahami sebagai kebalikan dari deja vu, jamais vu melibatkan rasa seram serta kesan dari seorang pengamat yang melihat situasi itu pada pertama kalinya, meski pengamat secara logis paham bahwa ia pernah berada di situasi itu sebelumnya. Jamais vu kadangkala dikaitkan dengan beberapa jenis tipe afasia, amnesia, dan epilepsi.

Jamais vu sering dialami saat pengamat secara seketika tidak mengenali sebuah kata atau, jarangnya, seseorang atau sebuah tempat, yang ia kenali. Kejadian ini bisa terjadi ketika pengamat berulang kali menuliskan atau mengatakan kata tertentu dengan lantang. Setelah beberapa saat, ia akan merasakan seolah-olah "tidak mungkin ini adalah kata yang benar" walau mengetahui bahwa kata itu adalah kata yang aktual.

Kejadian ini sering kali dikelompokkan dengan déjà vu dan presque vu (di ujung lidah, secara harfiah "hampir terlihat").

Secara teori, perasaan jamais vu dari seseorang pengidam gangguan delirium atau yang sedang mabuk bisa menjelaskan paparan tentang kejadian tersebut, seperti pada peristiwa khayalan capgras, di mana si pengidam mengidetifikasi seseorang yang ia kenal sebagai seorang dobel atau penipu. Jika sang dobel/penipu adalah si pasien sendiri, maka kondisi klinisnya bisa sama dengan depersonalisasi; oleh sebab itu, jamais vu dari diri sendiri, atau "kenyataan dari kenyataan", dinamakan depersonalisasi dan derealisasi.

Eksperimen

Sebuah studi oleh Chris Moulin dari Universitas Leeds meminta relawan untuk menuliskan "door" (pintu) 30 kali dalam aktu 60 detik. Pada Juli 2006 di Konferensi Internasional ke-4 di Sydney ia menyampaikan bahwa 68 persen dari relawan menunjukkan gejala dari jamais vu, seperti mulai meragukan bahwa "door" (pintu) adalah kata yang benar-benar ada. Dr. Moulin percaya bahwa kelelahan otak yang serupa mendasari kejadian yang terjadi di beberapa pasien schizophrenia: bahwa orang yang familiar telah digantikan oleh seorang yang palsu. Dr. Moulin menerka mereka bisa saja menderita penyakit jamais vu yang parah. [Verifikasi gagal]

Penyebab

Jamais vu dapat disebabkan oleh serangan epilepsi.[1]

Fenomena terkait

  • Déjà vu: Memiliki sensasi yang kuat bahwa sebuah kejadian atau kejadian yang sedang dialami, sudah pernah dialami di masa lalu, tak masalah apakah kejadian itu benar terjadi apa tidak. Dalam bahasa Prancis, ini berarti "pernah diliat".
  • Ujung lidah: hampir, tapi tidak terjadi, mengingat sesuatu.

Lihat juga

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan