Selasa, 03 November 2026
20:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Jalan Phahonyothin

Jalan Phahonyothin

jalan di Thailand

Bagikan:
ถนนพหลโยธิน
Thanon Phahon Yothin
250px-Thanon_Phahonyothin.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi rute
Panjang1.005 km (624 mi)
BerdiriSejak 1910
Persimpangan besar
Ujung SelatanBangkok, Anusawari Chai Samoraphum
Ujung UtaraAmphoe Mae Sai, Chiang Rai,
perbatasan  Myanmar
Lokasi
ProvinsiPathum Thani, Phra Nakhon Si Ayutthaya, Saraburi, Lopburi, Nakhon Sawan, Chainat, Kamphaeng Phet, Tak, Lampang, Phayao

Jalan Phahonyothin (bahasa Thai:ถนนพหลโยธิน, RTGS: Thanon Phahon Yothin, Pengucapan Thai: [tʰā.nǒn pʰā.hǒn jōː.tʰīn] atau Jalan Raya 1 adalah jalan utama di kota Bangkok dan salah satu dari empat jalan raya utama di Thailand selain Jalan Mittraphap (Jalan Raya 2), Jalan Sukhumvit (Jalan Raya 3), dan Jalan Phet Kasem (Jalan Raya 4). Jalan ini dimulai dari Monumen Kemenangan di Bangkok dan membentang ke utara hingga perbatasan Myanmar, dengan total panjang 1.005 km (624 mi).

Jalan ini merupakan bagian dari Jalan Raya Internasional AH2.

Sejarah

250px-%E0%B8%AA%E0%B8%A7%E0%B8%99%E0%B8%88%E0%B8%95%E0%B8%B8%E0%B8%88%E0%B8%B1%E0%B8%81%E0%B8%A3_Chatuchak_Park_%2815%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalan Phahonyothin melewati Taman Chatuchak ke arah Simpang Lat Phrao
250px-Mae_Sai_Pass_in_Chiang_Rai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pos Lintas Batas Mae Sai

Menyusul pecahnya Pemberontakan Boworadet pada Oktober 1933, pemerintah Phraya Phahonphonphayuhasena mengusulkan pembangunan jalan raya yang menghubungkan pusat kota Bangkok dengan Lapangan Terbang Don Mueang untuk memperkuat kendalinya atas fasilitas tersebut. Pembangunan dimulai pada Maret 1934 dan selesai pada Juli tahun yang sama. Jalan tersebut awalnya bernama "Jalan Prachathipat" (bahasa Thai:ถนนประชาธิปัตย์, translit. Thanon Prachathipat),[1] yang memiliki panjang 22 km (14 mi).

Pada tahun 1938, Perdana Menteri Plaek Phibunsongkhram memerintahkan perpanjangan jalan dari Don Mueang menuju Bang Pa-in, Ayutthaya, Saraburi, Lopburi, dan Sing Buri, sehingga total panjangnya menjadi 162 km (101 mi). Jalan yang diperpanjang tersebut kemudian dinamai Jalan Phahonyothin untuk menghormati Phraya Phahonphonphayuhasena (nama pribadinya adalah Phot Phahonyothin), perdana menteri kedua Thailand dan salah satu pemimpin revolusi Siam 1932.[2]

Rute

Di Bangkok, Jalan Phahonyothin berawal dari sudut timur laut Monumen Kemenangan di pinggiran Distrik Ratchathewi dan Phaya Thai, kemudian melintasi Distrik Chatuchak, Bang Khen, Don Mueang, dan Sai Mai sebelum berlanjut ke Provinsi Pathum Thani, dan terus melalui Ayutthaya, Saraburi, Lopburi, Nakhon Sawan, Chainat, kembali memasuki Nakhon Sawan, Kamphaeng Phet, Tak, Lampang, Phayao, dan Chiang Rai, lalu berakhir di Distrik Mae Sai yang berbatasan dengan Tachileik di Myanmar.

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. ↑ Thepsongkraow, Sarunyou (15 Oktober 2024). "อนุสาวรีย์ปราบกบฏ: จากจุดเริ่มต้นสู่การอันตรธาน พ.ศ. 2476–2561" [Rebellion Suppression Monument: From Beginning to Disappearance, 1933–2018]. Pridi Banomyong Institute (dalam bahasa Thai). Originally published at "อนุสาวรีย์ปราบกบฏ : จากจุดเริ่มต้นสู่การอันตรธาน พ.ศ. 2476–2561". revolutionaryobjects.org.
  2. ↑ อรณี แน่นหนา (2002). นามนี้มีที่มา. กรุงเทพฯ: ประพันธ์สาส์น. (dalam bahasa tidak diketahui) (Brief histories of 129 place names in Bangkok.)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan