Rabu, 28 Oktober 2026
20:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Plaek Pibulsonggram

Plaek Pibulsonggram

Perdana Menteri Thailand (1938–44, 1948–57)

Bagikan:
Perdana Menteri Thailand dan tokoh militer (1897–1964)Templat:SHORTDESC:Perdana Menteri Thailand dan tokoh militer (1897–1964)
Plaek Pibulsongkhram
แปลก พิบูลสงคราม
250px-Field_Marshal_Plaek_Phibunsongkhram_%28colored%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Plaek Pibulsongkhram pada 1940-an
Perdana Menteri Thailand Ke-3 dan Ke-6
Masa jabatan
20 Desember 1938 –1 Agustus 1944
Penguasa monarkiRama VIII[a]
WakilSeni Pramoj[b]
PendahuluPridi Banomyong
PenggantiKhuang Aphaiwong
Masa jabatan
8 November 1948 –16 September 1957
Penguasa monarkiRama IX[c]
WakilSeni Pramoj[d]
PendahuluKhuang Aphaiwong
PenggantiThanom Kittikachorn
Pemimpin Tertinggi Thailand
Diktator militer Thailand[e]
Masa jabatan
20 Desember 1938 –1 Agustus 1944
Penguasa monarkiRama VIII
PendahuluRama VIII
(sebagai Raja Thailand)
Pridi Banomyong
(sebagai Perdana Menteri Thailand)
PenggantiRama IX
(sebagai Raja Thailand) Khuang Aphaiwong
(sebagai Perdana Menteri Thailand)
Masa jabatan
8 November 1948 –16 September 1957
Penguasa monarkiRama IX
PendahuluRama IX
(sebagai Raja Thailand)
Khuang Aphaiwong
(sebagai Perdana Menteri Thailand)
Penggantijabatan de facto dihapuskan kembali
Informasi pribadi
Lahir(1897-07-14)14 Juli 1897
Meninggal11 Juni 1964(1964-06-11) (umur 66)
Sagamihara, Kanagawa, Jepang
Partai politikKhana Ratsadon (1927-)
Partai Seri Manangkasila (1955-1957)
Suami/istriThanphuying atau Lady La-aide Bhandhukravi
Karier militer
Pihak Thailand
Dinas/cabang Angkatan Darat Kerajaan Thailand
Pangkat60px-RTA_OF-10_%28Field_Marshal%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jenderal Besar (Chom-phol)

Jenderal Besar Plaek Phibunsongkhram (bahasa Thai:แปลก พิบูลสงคราม; transkripsi alternatif Pibulsongkram atau Pibulsonggram) (lahir di Nonthaburi, Thailand, 14 Juli 1897 – meninggal di Sagamihara, Jepang, 3 Desember 1988 pada umur 66 tahun) adalah seorang perwira militer dan politikus Thailand yang menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand pada dua periode utama (1938–1944 dan 1948–1957) dan Diktator Militer pada dua periode masa jabatannya. Ia dikenal karena perannya dalam Revolusi 1932 yang mengakhiri Monarki absolut di Siam, kebijakan modernisasi dan Nasionalisme, serta keputusan geopolitik kontroversialnya selama Perang Dunia II. [1][2] secara kontemporer ia dikenal sebagai Luang Pibulsonggram, sering juga disebut Phibunsongkhram (Pibul Songgram) atau di barat secara sederhananya disebut Phibun (Pibul)[3]

Nama

Nama lahirnya sering ditulis sebagai Plaek Khittasangkha dan kemudian lebih dikenal dengan varian romanisasi seperti Plaek Phibunsongkhram atau Phibunsongkhram.[f][4]

Kehidupan awal

Plaek lahir di Nonthaburi, dekat Bangkok, pada 14 Juli 1897. Ia berasal dari keluarga sederhana dan memasuki pendidikan militer sejak muda. Karier militernya berkembang pesat seiring keterlibatannya dalam jaringan perwira muda yang kemudian menjadi aktor utama dalam politik Thailand modern.[5]

Karier militer dan keterlibatan dalam Revolusi 1932

Pada 1932, kelompok perwira dan intelektual yang dikenal sebagai Khana Ratsadon (Partai Rakyat) melakukan perubahan politik menggantikan sistem monarki absolut dengan konstitusional. Plaek merupakan salah satu tokoh militer berpengaruh dalam faksi yang mendorong perubahan tersebut; reputasinya sebagai perwira yang keras dan terorganisir membuatnya menonjol dalam dekade berikutnya.[5]

Masa jabatan pertama sebagai Perdana Menteri (1938–1944)

Pada 1938 Plaek menjadi Perdana Menteri dan melancarkan serangkaian kebijakan modernisasi serta program identitas nasional (terkadang disebut 'cultural mandates') yang bertujuan membentuk identitas Thai modern, termasuk perubahan nama negara dan promosi budaya tertentu. Kebijakan-kebijakan ini sering dikritik karena nuansa otoriter dan penekanan pada kontrol negara terhadap kehidupan sosial dan budaya.

Hubungan dengan Jepang dan Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II, Thailand di bawah kepemimpinannya mengambil sikap kooperatif terhadap Kekaisaran Jepang—suatu keputusan pragmatis yang menyebabkan kontroversi domestik dan internasional. Thailand memberikan akses strategis bagi militer Jepang dan terlibat dalam operasi regional; namun pada saat yang sama muncul gerakan perlawanan dalam negeri (Seri Thai) yang bekerja sama dengan Sekutu. Keputusan aliansi ini melemahkan posisi politik Plaek dan menjadi salah satu penyebab perubahan rezim pada pertengahan 1940-an.[2]

Masa jabatan kedua dan akhir pemerintahan (1948–1957)

Plaek kembali berkuasa setelah pergolakan politik pascaperang dan memperkuat kembali peranan militer dalam pemerintahan. Pada periode Perang Dingin ia mengambil sikap anti-komunis yang jelas dan mengonsolidasikan kekuasaan melalui koalisi militer dan partai-partai pendukung. Pemerintahannya berakhir setelah pergeseran kekuatan internal di militer pada 1957 yang mengantar tokoh-tokoh baru seperti Sarit Thanarat ke puncak kekuasaan; Plaek kemudian diasingkan dan menghabiskan sisa hidupnya di luar negeri.[5]

Kebijakan dan kontroversi

  • Modernisasi dan identitas nasional: program-program administratif dan kebijakan budaya yang memperkuat negara-bangsa Thai.
  • Otoritarianisme: pembatasan terhadap kebebasan politik, penggunaan kekuatan militer terhadap lawan politik, dan sentralisasi kekuasaan.
  • Kooperasi dengan Jepang: kebijakan selama Perang Dunia II yang memicu kritik luas serta gerakan perlawanan dalam negeri.

Warisan

Warisan Plaek bersifat kontras: beberapa sejarawan memuji dorongan modernisasinya yang mempercepat pembangunan negara-birokrasi, sementara yang lain mengecam tindakan otoriternya dan keputusan aliansi selama perang. Banyak unsur kebijakan nasionalisnya tetap mempengaruhi politik dan budaya Thailand pascaperang.

Catatan kaki

  1. ↑ name="enwiki">"Plaek Phibunsongkhram". Wikipedia (en). Diakses tanggal 15 Januari 2026.
  2. 1 2 "Phibunsongkhram". Encyclopaedia Britannica. Diakses tanggal 15 Januari 2026.
  3. ↑ Darling, Frank C. (1962). "American Policy in Thailand". The Western Political Quarterly. 15 (1): 93–110. doi:10.2307/446100. JSTOR 446100 – via JSTOR.
  4. ↑ "แปลก พิบูลสงคราม". Wikipedia (th). Diakses tanggal 15 Januari 2026.
  5. 1 2 3
  6. ↑ Stowe, Judith A. (1990). Nationalism and the State: The Cultural Mandates of the 1930s. Academic Press.
  7. ↑ Brown, D. (1985). "Phibun's Thailand: Nationalism and Collaboration". Modern Asian Studies. 19: 123–147.

Referensi

  • "Plaek Phibunsongkhram". Wikipedia (en). Diakses tanggal 15 Januari 2026.
  • "Phibunsongkhram". Encyclopaedia Britannica. Diakses tanggal 15 Januari 2026.
  • Stowe, Judith A. Nationalism and the State: The Cultural Mandates of the 1930s. Academic Press, 1990.
  • Brown, D. "Phibun's Thailand: Nationalism and Collaboration", Modern Asian Studies, 1985.

Pranala luar

Referensi

Phraya Manopakorn Nititada · Phraya Phahon Phonphayuhasena · Plaek Pibulsonggram · Khuang Aphaiwong · Tawee Boonyaket · Seni Pramoj · Khuang Aphaiwong · Pridi Banomyong · Thawal Thamrong Navaswadhi · Khuang Abhaiwongse · Plaek Pibulsonggram · Pote Sarasin · Thanom Kittikachorn · Sarit Thanarat · Thanom Kittikachorn · Sanya Dharmasakti · Seni Pramoj · Kukrit Pramoj · Seni Pramoj · Tanin Kraivixien · Kriangsak Chomanan · Prem Tinsulanonda · Chatichai Choonhavan · Anand Panyarachun · Suchinda Kraprayoon · Meechai Ruchuphan† · Anand Panyarachun · Chuan Leekpai · Banharn Silpa-archa · Chavalit Yongchaiyudh · Chuan Leekpai · Thaksin Shinawatra · Chitchai Wannasathit† · Thaksin Shinawatra · Surayud Chulanont · Samak Sundaravej · Somchai Wongsawat · Chaovarat Chanweerakul† · Abhisit Vejjajiva · Yingluck Shinawatra (bakal)

120px-Flag_of_the_Prime_Minister_of_Thailand.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"cetak miring" menunjukkan pemegang jabatan militer; "†" menunjukkan penjabat atau pemegang jabatan sementara.
  1. ↑ Raja Thailand saat masa jabatan pertama Plaek adalah Ananda Mahidol (Rama VIII).
  2. ↑ Wakil Perdana Menteri pada periode pertama.
  3. ↑ Raja Thailand saat masa jabatan kedua Plaek adalah Bhumibol Adulyadej (Rama IX).
  4. ↑ Wakil Perdana Menteri pada periode kedua.
  5. ↑ Tidak ada gelar resmi, istilah ini digunakan deskriptif oleh sejarawan untuk menunjukkan kekuasaan Plaek atas militer dan negara.
  6. ↑ Ejaan romanisasi Thai bervariasi; pada sumber-sumber sejarah sering muncul beberapa varian yang setara.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan