Minggu, 08 November 2026
13:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Jajang

Jajang

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2016)
Jajang
250px-Jajang-monk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Jajang (pelukis tidak diketahui).
Nama Korea
Hangul
자장 율사
Hanja
Alih AksaraJajang Yulsa
McCune–ReischauerChajang Yulsa
Nama lahir
Hangul
김선종
Hanja
Alih AksaraKim Seonjong
McCune–ReischauerKim Sŏnchong

Jajang (590–658) merupakan seorang biarawan yang lahir sebagai Kim Seonjong, ke dalam keluarga kerajaan Kim, di kerajaan Silla. Ia berjasa dengan mendirikan kuil Tongdosa pada tahun 646 M, dekat yang sekarang Busan, Korea Selatan, dan memainkan peran signifikan di dalam pengadopsian Buddhisme sebagai agama nasional Silla.

Latihan

Pada tahun 636 Jajang pergi ke Cina untuk belajar dibawah para master Buddha dari Dinasti Tang Cina,[1] for seven years[2] menjadi seorang taeguksa (Biarawan Nobel yang Agung) setelah kembali, menerima penghargaan tertinggi dari Ratu Seondeok.

Harta

Ketika Jajang kembali dari Cina ia diberikan sebuah pusaka suci yang tak ternilai harganya: sebuah fragmen dari tengkorak Sakyamuni Buddha, sebuah mangkuk pengemis dari kayu dan jubah monastik Buddha, dan 100 "sarira" Buddha (mutiara atau manik-manik seperti kristal yang konon ditemukan di antara abu kremasi guru spiritual Buddha).

Reputasi

Karena pikirannya yang tajam ia berulangkali diminta oleh Raja untuk menerima sebuah posisi yang bertanggung jawab di istana. Jajang berulangkali menolak permintaan tersebut hingga akhirnya Raja mengumumkan sebuah ultimatum: "Jika kau tidak menerima posisi pejabat yang aku berikan, aku akan memenggal kepalamu atas ketidakpatuhanmu." Jajang menjawab "Hamba lebih baik mati daripada menyimpan perintah Buddha selama satu hari daripada hidup selama seratus tahun melanggarnya." Raja melihat kebijakan di dalam jawaban Jajang mengizinkan Jajang untuk tetap tinggal sebagai seorang biarawan.[3]

Kuil-kuil

Jajang mendirikan banyak kuil namun Tongdosa, salah satu dari Kuil Tiga Mustika Korea, dianggap yang terpenting.

Catatan Kuil-kuil:

  • Magoksa pada tahun 640 atau 642
  • Bongjeongam (Phoenix Bower Hermitage) pada tahun 642[4]
  • Sangwonsa pada tahun 643[5]
  • Oseam pada tahun 643
  • Woljeongsa pada tahun 643
  • Tongdosa pada tahun 646.
  • Sinheungsa pada tahun 652[6]

Referensi

  1. ↑ "Koreatimes". Diakses tanggal 2010-12-12.
  2. ↑ "Britannica.com". Diakses tanggal 2010-12-14.
  3. ↑ Adams, Edward (1983). Korea Guide - A Glimpse of Korea's Cultural Legacy. Seoul, South Korea: Seoul International Tourist Publishing Company. hlm. 208.
  4. ↑ "Lifeinkorea". Diakses tanggal 2010-12-14.
  5. ↑ "Pleasetakemeto". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-07-14. Diakses tanggal 2010-12-14.
  6. ↑ "Discoverkorea". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-04-14. Diakses tanggal 2010-12-14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan