Sabtu, 26 September 2026
09:12 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Jacobus Bontius

Jacobus Bontius

dokter asal Belanda

250px-Bontius%2C_J._De_Medicina_Indorum_IV_Wellcome_L0025863.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jacobus Bontius

Jacobus Bontius (Jacob de Bondt) (1592, di Leiden – 30 November 1631, di Batavia, Hindia Belanda) adalah seorang dokter Belanda dan pelopor pengobatan tropis. Ia dikenal dengan karya empat jilid De medicina Indorum-nya. Karyanya tahun 1631 "Historiae naturalis et medicae Indiae orientalis" memperkenalkan kata "Orang Hutan" ke dalam bahasa Barat.[1]

Kehidupan

Bontius lahir di Leiden, anak bungsu dari delapan bersaudara dari dokter Gerard de Bondt / Gerardus Bontius (1536–1599), profesor di Universitas Leiden. Di antara saudara laki-lakinya adalah Reinier de Bondt / Regnerus Bontius (1576–1623), dokter istana Maurice dari Nassau, dan Willem de Bondt / Wilhelmus Bontius, profesor hukum di Universitas Leiden.[2]

Jacobus lulus M.D. dari Leiden pada tahun 1614. Ia berlayar ke Hindia Timur bersama Jan Pieterszoon Coen, untuk Perusahaan Hindia Timur Belanda.[3]

De medicina Indorum (1642)

Pengamatan medis Bontius dipublikasikan setelah kematiannya. Mereka termasuk apa yang diakui sebagai deskripsi medis pertama dari beri-beri.[4] Dia melaporkan epidemi disentri di Jawa pada tahun 1628.[5] Edisi kedua tahun 1658, disusun oleh Willem Piso, diperluas dan menyertakan materi oleh Piso tentang Amerika.[6]

Referensi

  1. ↑ Dellios, Paulette. 2008 "A lexical odyssey from the Malay World." Journal of Pidgin and Creole Languages 23:1
  2. ↑ G. W. Bruyn and Charles M. Poser, The History of Tropical Neurology: Nutritional Disorders (2003), pp. 1-3; Google Books
  3. ↑ Diarsipkan 2016-12-06 di Wayback Machine. The National Herbarium
  4. ↑ David W. McCandless, Thiamine Deficiency and Associated Clinical Disorders (2009), p. 31; Google Books
  5. ↑ Abhay Kumar Singh, Modern World System and Indian Proto-Industrialization: Bengal 1650-1800 (2006), p. 682; Google Books
  6. ↑ Donald F. Lach and Edwin J. Van Kley, Asia in the Making of Europe, Volume III: A Century of Advance. Book 1 (1998), p. 457; Google Books
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan