Minggu, 04 Oktober 2026
04:42 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Jacobus Kapteyn

Jacobus Kapteyn

Bagikan:
Jacobus Cornelius Kapteyn
250px-Jacobus_Kapteyn.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Jacobus Cornelis Kapteyn
Lahir(1851-01-19)19 Januari 1851
Rotterdam, Belanda
Meninggal18 Oktober 1922(1922-10-18) (umur 71)
Groningen, Belanda
Dikenal karenaPemetaan bintang, Kapteyn's Universe, astrometri
Karier ilmiah
BidangAstronomi
Tempat kerjaUniversitas Groningen

Jacobus Cornelius Kapteyn (19 Januari 1851 – 18 Oktober 1922) adalah seorang astronom Belanda yang dikenal karena kontribusinya dalam pemetaan bintang-bintang di galaksi Bima Sakti dan studi tentang struktur galaksi. Ia adalah pionir dalam astrometri dan dikenal atas konsep Kapteyn's Universe, sebuah model awal galaksi kita.[1]

Kehidupan dan Karier

Kapteyn lahir di Rotterdam, Belanda, dan belajar di Universitas Groningen, tempat ia kemudian menjadi profesor astronomi. Ia mengabdikan hidupnya untuk mengamati posisi dan gerak bintang serta mengumpulkan data astrometri yang sangat penting.[2]

Kontribusi Ilmiah

Kapteyn melakukan survei besar pertama yang sistematis untuk memetakan distribusi bintang di langit utara. Dari data tersebut, ia mengembangkan model galaksi yang dikenal sebagai Kapteyn's Universe, yang menggambarkan galaksi Bima Sakti sebagai struktur yang terdiri dari dua sistem saling tegak lurus.[3]

Ia juga mengembangkan teknik astrometri untuk mengukur gerak bintang secara presisi, yang menjadi dasar penting bagi pengembangan astronomi modern.

Penghargaan

Kapteyn dianugerahi Medali Emas Royal Astronomical Society pada tahun 1907 atas kontribusinya yang signifikan dalam astronomi.[2]

Referensi

  1. ↑ Oort, Jan H. (2000). "Jacobus Cornelius Kapteyn and His Universe". Annual Review of Astronomy and Astrophysics. 38: 1–21.
  2. 1 2 Hockey, Thomas (2007). Biographical Encyclopedia of Astronomers. Springer. hlm. 620–621.
  3. ↑ Kapteyn, J.C. (1922). "First Attempt at a Theory of the Arrangement and Motion of the Sidereal System". Astrophysical Journal. 55: 302–328.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Jacobus Kapteyn.


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan