Senin, 28 September 2026
20:29 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Jacobus Bontius

Jacobus Bontius

dokter asal Belanda

250px-Bontius%2C_J._De_Medicina_Indorum_IV_Wellcome_L0025863.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jacobus Bontius

Jacobus Bontius (Jacob de Bondt) (1592, di Leiden – 30 November 1631, di Batavia, Hindia Belanda) adalah seorang dokter Belanda dan pelopor pengobatan tropis. Ia dikenal dengan karya empat jilid De medicina Indorum-nya. Karyanya tahun 1631 "Historiae naturalis et medicae Indiae orientalis" memperkenalkan kata "Orang Hutan" ke dalam bahasa Barat.[1]

Kehidupan

Bontius lahir di Leiden, anak bungsu dari delapan bersaudara dari dokter Gerard de Bondt / Gerardus Bontius (1536–1599), profesor di Universitas Leiden. Di antara saudara laki-lakinya adalah Reinier de Bondt / Regnerus Bontius (1576–1623), dokter istana Maurice dari Nassau, dan Willem de Bondt / Wilhelmus Bontius, profesor hukum di Universitas Leiden.[2]

Jacobus lulus M.D. dari Leiden pada tahun 1614. Ia berlayar ke Hindia Timur bersama Jan Pieterszoon Coen, untuk Perusahaan Hindia Timur Belanda.[3]

De medicina Indorum (1642)

Pengamatan medis Bontius dipublikasikan setelah kematiannya. Mereka termasuk apa yang diakui sebagai deskripsi medis pertama dari beri-beri.[4] Dia melaporkan epidemi disentri di Jawa pada tahun 1628.[5] Edisi kedua tahun 1658, disusun oleh Willem Piso, diperluas dan menyertakan materi oleh Piso tentang Amerika.[6]

Referensi

  1. ↑ Dellios, Paulette. 2008 "A lexical odyssey from the Malay World." Journal of Pidgin and Creole Languages 23:1
  2. ↑ G. W. Bruyn and Charles M. Poser, The History of Tropical Neurology: Nutritional Disorders (2003), pp. 1-3; Google Books
  3. ↑ Diarsipkan 2016-12-06 di Wayback Machine. The National Herbarium
  4. ↑ David W. McCandless, Thiamine Deficiency and Associated Clinical Disorders (2009), p. 31; Google Books
  5. ↑ Abhay Kumar Singh, Modern World System and Indian Proto-Industrialization: Bengal 1650-1800 (2006), p. 682; Google Books
  6. ↑ Donald F. Lach and Edwin J. Van Kley, Asia in the Making of Europe, Volume III: A Century of Advance. Book 1 (1998), p. 457; Google Books
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan