Jumat, 30 Oktober 2026
02:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Islam dan sepak bola

Bagikan:

Beberapa pemain sepak bola adalah Muslim, dan klub-klub mereka mengadaptasi prinsip-prinsip mereka.

Pada Juli 2013, wartawan BBC Rob Cowling menyatakan bahwa para pemain Muslim mengubah budaya sepak bola Inggris.[1] Perayaan Ramadan, berdampak pada kemampuan pemain untuk berlatih dan bermain,[2] sementara beberapa pemain menolak untuk memakai kaos sepak bola yang disponsori oleh perusahaan judi dan finansial, karena judi dan kepentingan uang dilarang dalam Islam.[3]

Beberapa pemain Muslim menjadi subjek dari pelecehan rasial dalam olahraga dan klub-klub juga berisi pemain Muslim juga menjadi target.[4]

Popularitas dan konflik

Sepak bola diperkenalkan ke Iran oleh para tenaga kerja minyak Inggris dan dipromosikan di bawah rezim Reza Shah pada 1920an. Meskipun memainkan dan menonton pertandingan sering berbenturan dengan kewajiban agama di bawah Republik Islam Iran, sepak bola masih populer.[5]

Sepak bola di Palestina diperkenalkan pada periode mandat Inggris pada 1920-1948. Pada 2011, sebuah tim sepak bola putri bernama Girls FC, yang terdiri dari Muslim dan Nasrani, dibentuk. Meskipun Islam melarang kaum wanita mengenakan pakaian pendek dan "memainkan permainan laki-laki", tim tersebut meraih kepopuleran.[6]

Islam dan kaos sepak bola

Para pemimpin Muslim di Malaysia memerintahkan Muslim untuk tak mengenakan kaos sepak bola dengan salib di lambangnya, seperti FC Barcelona dan Brasil, karena dianggap sebagai tindakan murtad. Mereka juga menentang kaos Manchester United, yang menampilkan iblis.[7]

Referensi

  1. ↑ Rob Cowling (5 Juli 2013). "Premier League: How Muslims are changing English football culture". BBC Sport. Diakses tanggal 10 Juli 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Tusdiq Din (23 Agustus 2011). "Fasting and football. How do top-flight Muslims cope?". The Independent. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-25. Diakses tanggal 10 Juli 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Saj Chowdhury and Ben Smith (12 Juni 2013). "Newcastle's Papiss Cisse plans club talks over new shirt sponsor". BBC Sport. Diakses tanggal 10 Juli 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Paul Gittings (8 Februari 2013). "Israeli football club torched after signing Muslim players". CNN. Diakses tanggal 10 Juli 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Iran in June: A Fever Pitch of Football and Politics". www.payvand.com. 5 Juni 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-25. Diakses tanggal 15 Juli 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Girls FC". Al Jazeera. 27 Juni 2012. Diakses tanggal 15 Juli 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Henderson, Barney (20 Juli 2010). "Muslims ban Manchester United shirts over red devil image". The Telegraph. Diakses tanggal 11 Juli 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan