Sabtu, 26 September 2026
06:56 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Iroha

Iroha (伊呂波, いろは) adalah puisi berbahasa Jepang yang kemungkinan besar ditulis pada zaman Heian (794–1179 M). Pada awalnya, pendiri sekte Buddha Shingon yaitu Kukai diduga sebagai penulis puisi ini, tetapi penelitian yang lebih modern menunjukkan bahwa tanggal penulisannya lebih akhir dari perkiraan tersebut.[1] Tulisan terdini yang menunjukkan keberadaannya bertahun 1079. Iroha terkenal karena merupakan pangram sempurna, memunculkan tiap aksara dari kosakata bahasa Jepang persis sekali. Karenanya, Iroha juga digunakan sebagai urutan bagi kosakata tersebut.

Teks

Tidak seperti puisi tradisional Jepang yang tiap barisnya berganti antara lima dan tujuh mora, Iroha biasanya dituliskan dengan tiap baris terdiri dari tujuh mora kecuali baris terakhir.[2] Penulisan puisinya menggunakan hiragana (termasuk aksara usang ゐ dan ゑ, tetapi tanpa penanda konsonan berbunyi) adalah:

いろはにほへと
ちりぬるをわか
よたれそつねな
らむうゐのおく
やまけふこえて
あさきゆめみし
ゑひもせす

Menggunakan romanisasi, penulisannya menjadi:

i ro ha ni ho he to
chi ri nu ru wo wa ka
yo ta re so tsu ne na
ra mu u wi no o ku
ya ma ke fu ko e te
a sa ki yu me mi shi
we hi mo se su

Penulisan teksnya menggunakan kanji dan kana, konsonannya disuarakan jika diperlukan, adalah:

色は匂へど
散りぬるを
我が世誰ぞ
常ならむ
有為の奥山
今日越えて
浅き夢見じ
酔ひもせず

Terjemahan bahasa Inggrisnya:

As flowers are brilliant but [inevitably] fall,
who could remain constant in our world? [No one could]
Today let us transcend the high mountain of transience,
and there will be no more shallow dreaming, no more drunkenness.

Referensi

  1. ↑ Abé, Ryūichi. 2000. The Weaving of Mantra: Kūkai and the Construction of Esoteric Buddhist Discourse. Columbia University Press, halaman 392
  2. ↑ Ibid., halaman 397

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan