Rabu, 14 Oktober 2026
02:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Irene Umar

Irene Umar

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif ke-1

Bagikan:
Irene Umar
李艾穎
250px-Irene_Umar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesiake-1
Mulai menjabat
21 Oktober 2024
PresidenPrabowo Subianto
MenteriTeuku Riefky Harsya
PendahuluAngela Tanoesoedibjo (sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesiake-3
Mulai menjabat
21 Oktober 2024
PresidenPrabowo Subianto
KepalaTeuku Riefky Harsya
PendahuluAngela Tanoesoedibjo (sebagai Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
Informasi pribadi
Lahir2 November 1984 (umur 41)
Jakarta, Indonesia
AlmamaterUniversitas Presiden
PekerjaanPengusaha
250px-Menekraf_T._Riefky_Harsya%2C_MenkoBermas_Muhaimin_Iskandar_%26_Wamenekraf_Irene_Umar_%282024%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menekraf T. Riefky Harsya, MenkoBermas Muhaimin Iskandar & Wamenekraf Irene Umar (2024)

Irene Umar (lahir 2 November 1984) adalah Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia yang dipilih oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan dilantik pada 21 Oktober 2024.[1] Ia berasal dari kalangan profesional yang memiliki berbagai pengalaman di bidang ekonomi kreatif, mulai dari keuangan, gim, teknologi, hingga rantai blok (blockchain).[2] Irene merupakan satu dari 14 perempuan dalam jajaran menteri dan wakil menteri (wamen) pada Kabinet Merah Putih.[3]

Pendidikan

Irene melewati masa kecil di Medan, Sumatra Utara. Ia memulai pendidikan di Taman Kanak-Kanak (TK) Sutomo pada 1987 dan melanjutkan ke Sekolah Dasar (SD) Sutomo dalam kurun waktu 1989—1996. Masa sekolah menengah pertama (SMP) sempat ia kenyam di SMP Sutomo selama setahun (1997).

Sebagai keturunan Tionghoa, ia terbiasa menggunakan bahasa Hokkien dalam keseharian. Hal tersebut membuat ia tidak lancar berbahasa Indonesia. Pada 1997, ia dan keluarganya pindah ke Jakarta. Irene melanjutkan sekolah di SMP Gandhi Memorial School. Di sinilah ia sempat mengalami perundungan karena ketidaklancarannya dalam berbahasa Indonesia. Perundungan itu justru memicunya untuk melancarkan kemampuan berbahasa Indonesia.

Pada 1998, terjadi kerusuhan di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia. Salah satu sasarannya ialah warga minoritas, khususnya keturunan Tionghoa seperti keluarga Irene. Rumah keluarga Irene di daerah Mangga Dua, Jakarta Utara, menjadi salah satu yang dibakar. Mereka sempat mengungsi ke beberapa tempat sebelum akhirnya ayah Irene memutuskan pindah ke Malaysia. Mereka menumpang di rumah keluarga tante Irene yang menikah dengan orang Malaysia. Irene pun melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) di Sayfol Kuala Lumpur, Malaysia, pada 1998—2001.

Sempat hampir putus sekolah karena kondisi keuangan keluarga yang tidak menentu selama di Malaysia, pada 2005, Irene kembali pindah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan tinggi di President University. Ia mendapatkan beasiswa penuh selama berkuliah di sana sehingga dapat meringankan pengeluaran keluarga. Irene meraih sarjana ekonomi dalam bidang perbankan dan keuangan pada 2008. Ia lulus dengan predikat magna cum laude dan memperoleh nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3.88.[4]

Kehidupan Pribadi

Irene adalah anak sulung dari dua bersaudara. Adiknya berbeda usia delapan tahun dengan dirinya. Sejak kecil, tepatnya saat SD, Irene telah belajar berbisnis dengan membantu ayahnya yang memiliki bisnis arang. Ketika teman-teman sebayanya fokus belajar di bangku kelas, Irene menimba ilmu langsung dari kehidupan sehari-hari. Ia melihat proses sebuah produk didaur ulang dan dikirim ke luar negeri serta sekaligus belajar merintis usaha sejak dini. Dari sanalah tertanam dalam dirinya bahwa hidup menuntut keberanian untuk melangkah, kelenturan untuk beradaptasi, dan kemauan untuk bertindak nyata.[5]

Dalam sebuah wawancara, Irene mengakui bahwa keluarganya sangat protektif terhadap dirinya. Ia dilarang berkumpul (hangout) dengan teman sebayanya dan selalu diantar ke mana pun. Hal itu, selain membentuk karakter dirinya yang cenderung introver, juga membuat Irene lebih banyak menghabiskan waktunya dengan orang dewasa. Di satu sisi, pengalaman bergaul dengan orang dewasa dan bertemu dengan kolega ayahnya membuat “otak bisnis” Irene mulai berjalan sejak kecil.[6] Saat melihat sisa hadiah lawang (doorprize) yang tidak terpakai dari dagangan orang tuanya di toko, Irene menjualnya kepada teman-teman di sekolah. Irene pun melihat peluang. Uang jajan yang diberikan oleh orang tuanya ia belikan mainan dan ia jual kepada teman-temannya.

Ketika lulus SMA dan keuangan keluarganya terpuruk, Irene kuliah dengan biaya sendiri dari beasiswa yang ia dapat karena termasuk mahasiswa berprestasi.[7]

Kerusuhan 1998

Keluarga Irene terkena dampak saat terjadi kerusuhan di Jakarta pada 1998. Rumah orang tuanya di Mangga Dua, Jakarta Utara, menjadi salah satu yang dibakar. Bersama keluarga besarnya, Irene yang kala itu masih duduk di bangku SMP harus mengungsi ke tempat aman. Ia hanya membawa baju yang melekat di badan dan lego. Menurut Irene, ia belum pernah melihat kekacauan separah itu.[8]

Kejadian itu membentuk rasisme di dalam dirinya. Sebagai perempuan dan keturunan Tionghoa, ia cenderung membentengi dirinya. Irene mengaku trauma tersebut mulai sembuh saat ia tinggal di Malaysia. Rasisme dalam dirinya makin runtuh ketika Irene aktif berkegiatan sambil berkuliah di President University. Ketika itu, bersama teman-temannya, Irene membuat kegiatan mengajar anak-anak kurang mampu di sebuah daerah dekat kampusnya. Namun, oleh beberapa orang preman di daerah itu, Irene diusir karena dianggap hendak menyebarkan agama Kristen meskipun sebenarnya ia beragama Buddha. Ustaz (pemuka agama) di kampung itulah yang menyelamatkan Irene. Ustaz itu juga menyediakan rumahnya sebagai tempat kegiatan mengajar Irene dan rekan-rekannya.[8]

Saat mengajar anak-anak kurang mampu, Irene pernah diajak seorang anak kecil untuk berbincang. Anak tersebut bertanya mengapa sebagai orang Tionghoa, Irene baik. Anak kecil itu menyangka bahwa orang Tionghoa biasanya jahat. Pengalaman-pengalaman itu menyadarkan Irene bahwa sebagai minoritas, ia harus membaur.[8]

Perjalanan dan Buku

Irene menyukai bepergian. Ia suka berjalan-jalan ke tempat yang jarang disinggahi orang lain untuk menyelami budaya dan tradisi masyarakat di sana. Perjalanan membentuk cara pandang Irene terhadap dunia dan mengajarkannya tentang kerendahhatian dan empati.[6]

Irene juga suka membaca buku. Beberapa karya yang ia sukai ialah puisi berjudul “If” karya Rudyard Kipling[6], buku The Monk Who Sold His Ferrari karya Robin Sharma, dan seri Harry Potter karya J.K. Rowling. Puisi “If” ia kenal sejak SMP dari ayah angkatnya. Irene menyukai salah satu bait dalam puisi tersebut yang berbicara tentang keteguhan. Buku The Monk Who Sold His Ferrari karya Robin Sharma ia sukai karena buku itu bertutur tentang pencarian makna dan kesederhanaan di tengah hiruk pikuk dunia. Sementara itu, seri Harry Potter adalah pintu menuju dunia fantasi bagi Irene. Ia jatuh cinta pada buku itu karena mengingatkannya bahwa segalanya bisa tercipta dari imajinasi.

Karier

Kiprah Awal

Sebelum memasuki dunia ekonomi kreatif, Irene mengawali kariernya di sektor keuangan. Saat masih kuliah, ia pernah bekerja di JAC Consulting Indonesia (2007). Kemudian, ia melanjutkan karier di Batavia Prosperindo Aset Manajemen sebagai asisten manajer (2008). Selanjutnya, selama tujuh tahun (2008—2015), Irene menjabat sebagai direktur muda (associate director) di Standard Chartered Bank (SCB) dengan penugasan di Dubai (Uni Emirat Arab), India, dan Singapura. Di sana, ia menangani berbagai sektor penting, termasuk shipping finance, project finance, dan leverage finance. Pengalaman itu membekalinya dengan pemahaman yang mendalam tentang keuangan global dan dinamika ekonomi internasional.[4]

Karier Irene berikutnya ia jalani di DNC, firma modal ventura (venture capital) yang mendanai dan membimbing pelaku kreatif di Indonesia hingga pasar global. Selama delapan tahun (2016—2024) sebagai mitra pelaksana (managing partner) di DNC, Irene menunjukkan kepemimpinan yang visioner dalam mendorong investasi di sektor ekonomi kreatif, khususnya ekosistem gim. DNC menjalin hubungan investasi dengan berbagai negara, seperti Indonesia, Singapura, Filipina, Korea Selatan, dan Kanada.

Selama lima tahun (2018—2023), Irene juga pernah menjabat sebagai direktur di The Golden Space Global Capital Pte Ltd, perusahaan investasi swasta yang berbasis di Singapura. Pada tahun 2021, Irene mendirikan W3GG, platform gim Web3, dan selama kurang lebih tiga tahun (2021—2024) menjadi direktur utama sebelum akhirnya harus melepas jabatan tersebut karena dipilih sebagai wakil menteri Ekonomi Kreatif.[9]

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif

Irene mengakui bahwa pencapaian terbesarnya adalah ketika ia ditunjuk sebagai wakil menteri Ekonomi Kreatif. Karena berasal dari sektor swasta, ia tidak pernah membayangkan dirinya bekerja di pemerintahan.[10] Selama bertahun-tahun, fokusnya ialah membangun perusahaan, berinvestasi pada inovasi, serta menciptakan dampak melalui kewirausahaan dan pendidikan. Irene merasa pengabdian publik terasa jauh dari jalurnya.

Bagi Irene, penunjukan tersebut merupakan validasi kuat bahwa kepemimpinan, visi, dan kemampuannya untuk mengeksekusi telah diakui di tingkat tertinggi pengabdian nasional. Hal itu melambangkan bahwa bakat dan dedikasi dari luar lingkaran politik tradisional juga dapat memberikan perbedaan yang berarti bagi negara. Dalam sebuah perbincangan di YouTube, ia juga pernah mengungkapkan bahwa menjadi wakil menteri bukan soal posisi, melainkan kemampuan menciptakan dampak. Misinya sebagai wakil menteri saat ini ialah menjalankan program-program berskala nasional dan berupaya menciptakan dampak yang luas di seluruh Indonesia.[11]

Pada saat yang sama, penunjukan Irene menambah jumlah pemimpin perempuan di kabinet Indonesia. Penunjukan tersebut memperkuat suara perempuan di ruang pengambilan keputusan yang selama ini representasinya masih terbatas. Yang lebih penting lagi, ia menjadi penganut Buddha pertama dalam sejarah bangsa yang diangkat sebagai wakil menteri/wakil kepala badan.[12] Irene memandang pencapaian tersebut bukan sekadar sebagai keberhasilan pribadi, melainkan juga sebuah tanggung jawab. Itu menjadi pengingat bahwa setiap hambatan yang berhasil ditembus membuka pintu bagi generasi mendatang dari kaum perempuan, kelompok minoritas, dan para pengusaha untuk berkontribusi dalam membentuk masa depan Indonesia.

Beberapa program berskala nasional, bahkan internasional, pernah dilakukan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dengan Irene sebagai ujung tombaknya. Salah satunya ialah keikutsertaan Indonesia pada World Expo 2025 di Osaka (13 April hingga 13 Oktober 2025). Partisipasi Indonesia pada pameran tersebut merupakan peluang strategis untuk memperluas pasar produk kreatif Indonesia serta mendorong investasi dan kerja sama internasional.[13]

Saat itu, Irene menekankan pentingnya perencanaan pascaacara agar keikutsertaan Indonesia di World Expo 2025 memberikan dampak yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mempersiapkan produk kreatif yang siap ekspor dengan perencanaan matang. Selain memamerkan produk kreatif, Indonesia juga mengunjungi perusahaan-perusahaan potensial di Jepang untuk menjajaki peluang kolaborasi (business matching). Salah satu sektor yang menjadi fokus adalah industri gim yang dinilai memiliki potensi besar di pasar Jepang.[14]

Di antara lebih dari 160 negara peserta World Expo 2025, paviliun Indonesia tampil sebagai salah satu yang menyabet perhatian. Tidak hanya karena desainnya yang memikat, tetapi juga capaian ekonominya yang konkret. Dengan lebih dari 3,5 juta pengunjung dan komitmen investasi mencapai 28,4 miliar dolar AS, Indonesia berhasil mengubah ajang pameran dunia tersebut menjadi wahana diplomasi yang produktif bagi ekonomi dan budaya.[15]

Irene juga terlibat dalam penyelenggaraan MASA Singapore 2026. Acara tersebut dilaksanakan selama sebulan penuh dan dibagi menjadi dua kegiatan utama: bazar akhir pekan di Takashimaya Shopping Centre dan pameran instalasi di Gardens by the Bay. MASA—yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘periode waktu’ atau ‘era’—merupakan gerakan budaya yang merayakan perkembangan industri kreatif kontemporer Indonesia. Seiring dengan meningkatnya pengakuan internasional terhadap industri kreatif Indonesia, MASA hadir sebagai wadah pertukaran budaya, kolaborasi regional, dan visibilitas global serta memperkuat hubungan antara Indonesia dan Singapura sekaligus memperkenalkan suara-suara baru dari ekonomi kreatif terbesar di Asia Tenggara.[16]

MASA Singapore 2026 menghadirkan pekan pasar di rubanah Takashimaya Shopping Centre, Orchard Road, pada 2 s.d. 5 Juli 2026. Lebih dari 80 jenama dan kreator Indonesia tampil dalam berbagai bidang, mulai dari busana, desain, wewangian, hingga jamu.[16] Selain bazar tersebut, pameran instalasi bertajuk Orchid Extravaganza dilaksanakan di Flower Dome, Gardens by the Bay, pada 4 Juli s.d. 10 Agustus 2026. Lebih dari 30 instalasi seni dan budaya yang merangkum delapan wilayah geografis Indonesia—dari ujung barat Sumatra hingga kepulauan timur Kalimantan—hadir pada kegiatan tersebut. Menurut Irene, Orchid Extravaganza bukan sekadar pameran, melainkan cara Indonesia bercerita kepada dunia melalui kekayaan geografis dan budaya yang diterjemahkan ke dalam karya seni agar dunia melihat bahwa Indonesia memiliki ekosistem kreatif yang hidup dan terus berkembang.[17] Kegiatan itu memperkenalkan karya kreatif Indonesia kepada publik Singapura dan memperluas jangkauan industri kreatif Indonesia di tingkat internasional.[16]

Dalam lingkup nasional, Irene terlibat penuh pada rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) pada 2025. Saat itu, Kementerian Ekraf ditunjuk sebagai pelaksana Karnaval Kemerdekaan dan menginisiasi pemilihan desain logo HUT ke-80 RI. Sebagai koordinator utama panitia Karnaval Kemerdekaan, Irene menegaskan bahwa perayaan HUT ke-80 RI bukan hanya tontonan, melainkan momentum untuk menghidupkan semangat partisipasi individu.[18]

Puncak dari kegiatan Karnaval kemerdekaan adalah penerbangan sekitar 1.400 pesawat nirawak (drone) yang membentuk formasi visual cerita perjalanan sejarah bangsa, mulai dari perjuangan merebut kemerdekaan hingga program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.[19] Sebagai wamen Ekraf sekaligus koordinator utama panitia, Irene menjelaskan bahwa konsep cerita tersebut bertujuan untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya luar biasa hingga terancam dirampas oleh negara lain pada zamannya. Oleh karena itu, banyak sekali pahlawan yang berjuang dengan bambu runcingnya untuk merebut kemerdekaan.[20]

Menjadi Wakil Menteri, Melepaskan Kebebasan

Ketika ditunjuk sebagai wakil menteri Ekonomi Kreatif, Irene harus melepas kebebasan atas identitas profesionalnya. Saat itu, Irene punya perusahaan yang ia nakhodai, tetapi integritas menuntut lebih. Dengan menjadi wamen, ia tidak boleh lagi menjabat sebagai direktur atau chief executive officer (CEO) karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan (conflict of interest). [21]

Irene juga harus melepas kebebasan atas cara kerja. Dunia Irene sebelumnya merupakan dunia tanpa “9-to-5”. Sekarang ia harus menjalani ritme birokrasi (pemerintahan). Bagi banyak orang, itu mungkin terasa seperti penjara. Namun, bagi Irene, hal tersebut merupakan pilihan sadar. Melepaskan kebebasan pribadi berarti berjuang pada ruang yang lebih besar untuk berdampak. Lima tahun dijalaninya bukan untuk “kehilangan hidup”, melainkan menukarnya dengan tanggung jawab yang lebih luas.[22]

Salah satu tanggung jawab lebih luas diwujudkan dalam bentuk menjaga semangat gotong royong nasional. Pada perayaan Imlek 2026, Irene ditunjuk menjadi ketua panitia Harmoni Imlek Nusantara–Imlek Festival 2026, festival Imlek pertama di Indonesia hasil kolaborasi Hexahelix, pemerintah, media, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan. Menurut Irene, festival tersebut diharapkan menjadi agenda tahunan yang mengedepankan nilai harmoni yang kuat. Selain untuk menguatkan persatuan masyarakat Indonesia, Imlek Festival juga bertujuan guna mengajak teman-teman dari seluruh dunia untuk datang ke Indonesia serta menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia yang beragam untuk saling memahami dan mempererat hubungan antarmanusia (fellow human beings).[23]

Filantropi dan Aktivitas Lain

Di luar aktivitas bisnisnya, Irene juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia adalah salah satu pendiri (co-founder) One Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui penyediaan akses yang lebih baik bagi generasi muda di berbagai daerah. Irene aktif di One Indonesia selama hampir sembilan tahun (2015—2024).

Keaktifan Irene dalam kegiatan filantropi pendidikan diawali saat kuliah. Ia pernah mengajar anak-anak yang kurang mampu. Melalui mengajar, ia menyaksikan langsung bagaimana pengetahuan bisa membuka pintu-pintu yang dulu tampak tertutup rapat. Irene melihat bahwa tekad kuat mampu mengalahkan keterbatasan. Ia juga merasakan kebahagiaan saat murid-muridnya memahami konsep yang memberi mereka kepercayaan diri dan keyakinan baru pada diri sendiri. Bagi Irene, keajaiban mengajar terletak pada kesederhanaannya. Di ruang kelas kecil atau sesi tatap muka, ia belajar bahwa mengangkat satu orang saja melalui pendidikan dapat menciptakan riak perubahan. Selain mengajar, Irene juga membangun perpustakaan digital di seluruh Nusantara melalui aktivitasnya di Yayasan Pendidikan President University.

Ia juga pernah memimpin inisiatif fun2bkind (sebelumnya dikenal sebagai BerbagiLoka), sebuah program filantropi yang bertujuan untuk membagikan makanan gratis kepada mereka yang membutuhkan. Selama pandemi, inisiatif itu berhasil mendistribusikan lebih dari 30.000 porsi makanan vegan dan lebih dari 1 ton beras kepada masyarakat terdampak.

Jauh sebelum menjadi wamen Ekraf, Irene pernah berprofesi sebagai penyiar radio di Kiss FM[24] dan dikenal dengan nama udara Irene Xavier. Selama dua tahun, ia memutarkan lagu-lagu pada program Love is In The Air (Jumat malam) dan Club Eighties (Sabtu).[25] Ia juga dikenal sebagai pembawa acara (master of ceremony/MC) di berbagai acara nirsiar (off-air).

Filosofi Kehidupan

Sheng yi adalah filosofi kehidupan yang Irene pegang sejak lama.[26] Kata itu berasal dari bahasa Mandarin yang berarti ‘bisnis’ (生意) atau ‘wirausaha’. Namun, bagi Irene, maknanya jauh lebih dalam. Jika dibedah, sheng yi berasal s ‘hidup’ dan i ‘makna’ sehingga apabila digabung, sheng yi berarti ‘makna kehidupan’ (生活的意义).[27] Bagi Irene, itu bukan sekadar kebetulan bahasa. Hal tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa kewirausahaan bukan hanya tentang menjalankan bisnis, melainkan juga menerima panggilan yang memberi makna pada hidup seseorang. Bisnis bukan tujuan akhir. Bisnis adalah cerminan hidup, tempat seseorang belajar tentang makna, tanggung jawab, dan cara menjaga keseimbangan.

Filosofi itu Irene dapat dari ayahnya. Sejak kecil, ia melihat ayahnya berbisnis ekspor arang. Dari sanalah ia belajar bahwa bisnis bukan soal uang semata, melainkan juga makna, tanggung jawab, dan cara manusia menjalani hidup. Semua yang manusia punya ialah titipan Tuhan. Tidak ada yang permanen.

Referensi

  1. ↑ Mawardi, Isal. "Prabowo Resmi Lantik 55 Wakil Menteri Kabinet Merah Putih". detiknews. Diakses tanggal 2026-09-03.
  2. ↑ Media, Kompas Cyber (2024-10-21). "Profil Irene Umar Wamen Ekonomi Kreatif, Awali Karier di Perbankan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-09-03.
  3. ↑ Rosa, Nikita. "Sosok 14 Kartini di Kabinet Merah Putih". detikedu. Diakses tanggal 2026-09-03.
  4. 1 2 "IRENE UMAR". ekraf.go.id. Diakses tanggal 2026-09-03.
  5. ↑ METRO TV (2026-02-15), [FULL] SANG BULDOSER PENDOBRAK BATAS | Q&A, diakses tanggal 2026-09-07
  6. 1 2 3 The Epicenter with Ronen Mense (2025-12-08), The Future of Web3, Gaming, and Southeast Asia Techpreneurship, diakses tanggal 2026-09-10
  7. ↑ METRO TV (2026-02-15), Inilah Kisah Irene Umar yang Pernah Merasakan Kehidupan yang Begitu Sulit #QnA, diakses tanggal 2026-09-07
  8. 1 2 3 Merry Riana (2025-03-28), WAMEN EKRAF IRENE UMAR : TTG FILM ANIMASI JUMBO, CUAN INDUSTRI KREATIF DAN 10 HARI MEDITASI, diakses tanggal 2026-09-16
  9. ↑ Halizah, Enon (2025-04-14). "Irene Umar: Bridging the Crypto Sector and the Creative Economy". Belajar Jual Bitcoin Beli Bitcoin | Indodax Academy (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-09-07.{{cite web}}: Periksa nilai |url=
  10. ↑ Safanja, Hani (2024-11-12). "Irene Umar Bagikan Pengalaman Berkarier, Tekankan Pola Pikir". IDN Times. Diakses tanggal 2026-09-06.
  11. ↑ Rory Asyari (2026-01-16), Dari Banker Sukses ke Pemerintahan: Saya Nggak Takut Dikriminalisasi | Irene Umar. E49, diakses tanggal 2026-09-06
  12. ↑ Nushratu, Hana. "Irene Umar Catatkan Sejarah sebagai Wamen Perempuan Beragama Buddha". detiknews. Diakses tanggal 2026-09-06.
  13. ↑ antaranews.com (2025-02-14). "Kemenekraf dorong perluasan produk kreatif di World Expo 2025 Osaka". Antara News. Diakses tanggal 2026-09-06.
  14. ↑ antaranews.com (2025-02-14). "Kemenekraf dorong perluasan produk kreatif di World Expo 2025 Osaka". Antara News. Diakses tanggal 2026-09-06.
  15. ↑ Kompas, Tim Harian (2025-10-15). "Paviliun Indonesia World Expo 2025 Osaka, Diplomasi Ekonomi yang Memesona Dunia". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-09-06.
  16. 1 2 3 "MASA showcases Indonesia's creative scene with Takashimaya fair and Gardens by the Bay exhibition". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). 2026-07-02. ISSN 0585-3923. Diakses tanggal 2026-09-06.
  17. ↑ News, Redaksi TVRI. "Irene: Orchid Extravaganza Buktikan Kreativitas Indonesia Mampu Mendunia". www.tvrinews.com. Diakses tanggal 2026-09-06.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  18. ↑ RI, Kemenekraf/Bekraf (2025-08-17). "Formasi Drone Karya Anak Bangsa Jadi Daya Tarik Puncak Karnaval HUT ke-80 RI". Ekraf Kemenekraf. Diakses tanggal 2026-09-06.
  19. ↑ "Atraksi Drone Meriahkan HUT RI Ke-80". tempo.co. 2025-08-18. Diakses tanggal 2026-09-06.
  20. ↑ RI, Kemenekraf/Bekraf (2025-08-17). "Formasi Drone Karya Anak Bangsa Jadi Daya Tarik Puncak Karnaval HUT ke-80 RI". Ekraf Kemenekraf. Diakses tanggal 2026-09-06.
  21. ↑ Makna Talks (2025-09-26), Gebrakan Dari Kementerian Baru | Makna Talks Specials Dengan Irene Umar, diakses tanggal 2026-09-06
  22. ↑ Makna Talks (2025-09-26), Gebrakan Dari Kementerian Baru | Makna Talks Specials Dengan Irene Umar, diakses tanggal 2026-09-06
  23. ↑ Meidyana, Anggie (2026-02-21). "Harmoni Imlek Nusantara 2026 Bersama Irene Umar". MetroTV. Diakses tanggal 2026-09-03.
  24. ↑ "Baru 32 Tahun Jadi Bos Universitas Terkemuka, Ini Rahasia Irene Umar". swa.co.id. Diakses tanggal 2026-09-03.
  25. ↑ "Sempat Geluti Bidang Perbankan dan Kripto, Ini Profil Wamen Ekonomi Kreatif Irene Umar yang Berusia 40 Tahun". InvestorTrust. 2024-10-21. Diakses tanggal 2026-09-03.
  26. ↑ "Business 生意 is literally translated to meaning of life 生活的意义". LinkedIn (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2026-09-03.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  27. ↑ Successful People in Indonesia. BPH - British Publishing House Ltd. 2025. hlm. 769--770. ISBN 9781912100194.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Jabatan politik
Didahului oleh:
Angela Tanoesoedibjo
sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia
2024–sekarang
Petahana
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Angela Tanoesoedibjo
sebagai Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif
2024–sekarang
Petahana

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Irene Umar.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan