Minggu, 18 Oktober 2026
10:06 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Ipratropium bromida

Ipratropium bromida

senyawa kimia

Bagikan:
Ipratropium bromida
250px-Ipratropium_bromide.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Nama dagangAtrovent, Apovent, Ipraxa, Midatro, dll
AHFS/Drugs.comInhaled: monograph
Nose: monograph
MedlinePlusa618013
License data
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Inhalation, nasal
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Pengikatan protein0 to 9% in vitro
MetabolismeLiver
Waktu paruh eliminasi2 hours
Pengenal
  • [8-methyl-8-(1-methylethyl)- 8-azoniabicyclo[3.2.1] oct-3-yl] 3-hydroxy-2-phenyl-propanoate
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.040.779 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC20H30BrNO3
Massa molar412,37 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • CC(C)[N+]1(C2CCC1CC(C2)OC(=O)C(CO)C3=CC=CC=C3)C.[Br-]
  • InChI=1S/C20H30NO3.BrH/c1-14(2)21(3)16-9-10-17(21)12-18(11-16)24-20(23)19(13-22)15-7-5-4-6-8-15;/h4-8,14,16-19,22H,9-13H2,1-3H3;1H/q+1;/p-1/t16-,17+,18+,19?,21?;
  • Key:LHLMOSXCXGLMMN-WDTICOSOSA-M

Ipratropium bromida (Ipratropium bromide), adalah obat yang bronkodilator. [1] Obat ini digunakan untuk mengatasi gejala penyakit paru obstruktif kronik dan asma . [1] Rute pemberian obat melalui oral, sediaan yang tersedia yang ada yakni inhaler atau nebulizer . [1] Onset terapi obat membutuhkan waktu 15 hingga 30 menit dan berlangsung selama 3 hingga 5 jam. [1]

Kejadian efek samping yang umum dalam penggunaan obat ini seperti mulut kering, batuk, dan bronkitis. [1] Kejadian efek samping serius dalam penggunaan obat ini yakni retensi urin, kejang saluran napas yang memburuk, dan anafilaksis. [1] Penggunaan obat ini aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui. [1] [2] Ipratropium masuk golongan obat antagonis muskarinik, memiiliki efek antikolinergik, yang memiliki mekanisme kerja dengan cara mengendurkan otot polos . [1]

Ipratropium bromida pertama kali dipatenkan di tahun 1966, dan disetujui dalam penggunaan medis di tahun 1974.[3] Obat ipratropium bromida masuk kedalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia . [4] Ipratropium juga sudah tersedia dalam bentuk obat generik dan tidak mahal. [5]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Ipratropium Bromide". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-12-08. Diakses tanggal Des 2, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Yaffe, Gerald G. Briggs, Roger K. Freeman, Sumner J. (2011). Drugs in pregnancy and lactation : a reference guide to fetal and neonatal risk (Edisi 9th). Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 763. ISBN 978-1-60831-708-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Maret 2016. Diakses tanggal 5 Desember 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Fischer, Jnos; Ganellin, C. Robin (2006). Analogue-based Drug Discovery. John Wiley & Sons. hlm. 446. ISBN 978-3-527-60749-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Maret 2019. Diakses tanggal 28 Februari 2019.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
  5. ↑ Hitchings, Andrew; Lonsdale, Dagan; Burrage, Daniel; Baker, Emma (2019). The Top 100 Drugs: Clinical Pharmacology and Practical Prescribing (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2nd). Elsevier. hlm. 72–73. ISBN 978-0-7020-7442-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Mei 2021. Diakses tanggal 9 November 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan