Rabu, 30 September 2026
10:04 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Invasi Grenada oleh Amerika Serikat

Invasi Grenada oleh Amerika Serikat

konflik tahun 1983 di Grenada yang melibatkan AS dan pasukan pimpinan Kuba

Bagikan:
Invasi Grenada
Bagian dari Perang Dingin
330px-US_Army_Rangers_parachute_into_Grenada_during_Operation_Urgent_Fury.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pasukan payung Amerika Serikat menuju ke Grenada.
Tanggal25 Oktober 1983 – 29 Oktober 1983
Lokasi
Hasil Kemenangan Amerika Serikat
Rezim Militer runtuh
Pihak terlibat

 Amerika Serikat
Antigua dan Barbuda Antigua dan Barbuda
 Barbados
 Dominika
 Jamaika

Saint Lucia Saint Lucia
Saint Vincent dan Grenadine Saint Vincent dan Grenadines
Didukung oleh :
Grenada Oposisi Grenada
 Grenada
 Kuba
Didukung Oleh:
 Uni Soviet
 Korea Utara
Tokoh dan pemimpin
Amerika Serikat Ronald Reagan
Amerika Serikat Norman Schwarzkopf Jr.
Grenada Hudson Austin
Kuba Pedro Tortolo
Fidel Castro
Kekuatan
7.300
8 Tank
70 Pesawat
Grenada: 1.300
Kuba: sekitar 784 (kebanyakan insinyur militer)[1]
Uni Soviet : 52 Pasukan, 12 APC
Korea Utara : 24 Pasukan
Korban jiwa dan kerugian
19 Tewas
116 Terluka[2]
9 Helikopter
Grenada: 45 tewas dan 358 terluka.
Kuba: 24 tewas, 59 terluka, 638 ditangkap.[3]
Uni Soviet : 1 Tewas, 2 Terluka
24 Warga Sipil Tewas

Invasi Grenada, dinamai Operasi Urgent Fury, adalah invasi Amerika Serikat dan sekutunya di Karibia ke Grenada sebagai respon dari deposisi dan eksekusi perdana Menteri Grenada, Maurice Bishop. Pada 25 Oktober 1983, Amerika Serikat, Saint Vincent dan Grenadines, Dominika, Barbados, Antigua dan Barbuda, Saint Lucia, dan Jamaika mendarat di Grenada, menaklukan perlawanan Grenada dan Kuba, lalu menurunkan pemerintahan militer Hudson Austin.

Catatan kaki

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Operation Urgent Fury.
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan