Kamis, 22 Oktober 2026
22:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Invasi Jerman ke Belanda

Invasi Jerman ke Belanda

invasi Belanda oleh Nazi pada 1940

Bagikan:
Invasi Jerman ke Belanda
"Duitse aanval op Nederland"
Bagian dari Pertempuran Prancis
330px-Rotterdam%2C_Laurenskerk%2C_na_bombardement_van_mei_1940.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pusat kota Rotterdam hancur setelah dibom oleh Luftwaffe
Tanggal10–17 Mei 1940
(1 minggu)
Lokasi
Belanda
Hasil

Kemenangan Jerman

Pihak yang terlibat
 Jerman
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Kekuatan
280.000 orang (hanya Belanda)
(9 divisi)
700 senjata[1]
1 tank
5 tanket
32 mobil lapis baja[2]
145 pesawat[3]
750.000 orang
(22 divisi)
1.378 senjata
759 tank
830 pesawat[4]
6 kereta lapis baja[5]
Korban jiwa dan kerugian
Belanda 2.332 tewas[6]
Belanda 7.000 terluka[6]
Prancis 216 tewas[6]
Britania Raya 43 tewas[6]
Jerman Nazi 2.032 tewas[6]
Jerman Nazi 6.000–7.000 terluka[6]
Jerman Nazi 4 kereta lapis baja hancur[7]
Jerman Nazi 225–275 pesawat hancur[6]
Jerman Nazi 1.350 ditangkap (dikirim ke Inggris)[6]
2.000+ warga sipil tewas[6]

Invasi Jerman ke Belanda (bahasa Belanda:Duitse aanval op Nederland), yang dikenal juga sebagai Pertempuran Belanda (bahasa Belanda:Slag om Nederland), adalah kampanye militer yang merupakan bagian dari Operasi Kuning (bahasa Jerman:Fall Gelb), invasi Jerman Nazi ke Negeri Rendah (Belgia, Luksemburg, dan Belanda) serta Prancis selama Perang Dunia II. Pertempuran ini berlangsung dari 10 Mei 1940 hingga penyerahan pasukan utama Belanda pada 14 Mei. Pasukan Belanda di provinsi Zealand terus melawan Wehrmacht hingga 17 Mei, ketika Jerman menyelesaikan pendudukan seluruh negara.

Invasi Belanda menandai beberapa operasi terjun payung massal pertama, yang bertujuan untuk menduduki titik-titik strategis dan membantu kemajuan pasukan darat. Luftwaffe Jerman menggunakan pasukan terjun payung dalam penaklukan beberapa landasan udara di sekitar Rotterdam dan Den Haag, yang membantu mereka dengan cepat menguasai negara tersebut dan melumpuhkan pasukan Belanda.

Setelah pemboman dahsyat Rotterdam oleh Luftwaffe pada 14 Mei, Jerman mengancam akan membom kota-kota Belanda lainnya jika pasukan Belanda menolak menyerah. Staf Umum menyadari tidak dapat menghentikan pembom, dan memerintahkan Angkatan Darat Kerajaan Belanda untuk menghentikan pertempuran. Bagian-bagian terakhir Belanda yang diduduki dibebaskan pada tahun 1945.

Referensi

  1. ↑ Goossens, Dutch armament: Artillery, waroverholland.nl Diarsipkan 15 Agustus 2017 di Wayback Machine
  2. ↑ Goossens, Dutch armament: Miscellaneous, waroverholland.nl Diarsipkan 22 Oktober 2020 di Wayback Machine
  3. ↑ Goossens, Dutch armament: Military airplanes, waroverholland.nl Diarsipkan 19 September 2020 di Wayback Machine
  4. ↑ Hooton 2007, p. 48
  5. ↑ De Jong, Het Koninkrijk, Staatsuitgeverij, 1971
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Goossens, Balance Sheet, waroverholland.nl Diarsipkan 17 September 2011 di Wayback Machine
  7. ↑ Kaufmann, J.E.; Kaufmann, H.W. (2007). Hitler's Blitzkrieg Campaigns: The Invasion And Defense Of Western Europe, 1939–1940. Da Capo Press. hlm. 191. ISBN 9780306816918.[pranala nonaktif permanen]
  • C.W. Star Busmann. Partworks and Encyclopedia of world war II
  • Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie (Dutch institute for war documentation).
  • L. de Jong. The Kingdom of the Netherlands in the Second World War, part 3: May '40
  • Hooton, E.R. (2007). Luftwaffe at War; Blitzkrieg in the West. London: Chervron/Ian Allen. ISBN 978-1-85780-272-6.
  • Dutch history site


Ikon rintisan

Artikel bertopik perang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan