Minggu, 27 September 2026
12:31 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Inkuisisi Goa

Inkuisisi Goa

Inkuisisi Goa

Inquisição de Goa
Coat of arms or logo
Fransiskus Xaverius meminta Yohanes III dari Portugal untuk sebuah ekspedisi Katolik di India Portugis
Jenis
Jenis
Bagian dari Inkuisisi Portugis
Sejarah
Dibentuk1560
Dibubarkan1812
Tempat bersidang
India Portugis
L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Inkuisisi Goa adalah kerja dari aksi Inkuisisi Portugis di India Portugis, dan wilayah-wilayah yang dikuasai Kekaisaran Portugis di Asia. Peristiwa tersebut dimulai pada 1560, memuncak pada 1774–1778, dan berakhir pada 1812.[1] Berdasarkan pada catatan yang terselamatkan, H. P. Salomon dan Rabbi Isaac S.D. Sassoon menyatakan bahwa Inkuisisi tersebut dimulai pada 1561 dan ditiadakan untuk sementara pada 1774, sekitar 16,202 orang dihadapkan oleh pengadilan pada Inkuisisi tersebut. Dari jumlah ini, diketahui bahwa 57 dihukum mati; 64 lainnya dibakar.[2]

Di Goa, Inkuisisi tersebut juga dilakukan dengan memindahkan agama orang-orang India dari agama Hindu atau Islam.[2]

Kebanyakan catatan Inkuisisi Goa dihancurkan setelah pengakhirannya pada 1812.[2]

Latar belakang

Inquisisi di Portugal

Artikel utama: Inkuisisi Portugis

Pada 1492 mereka memindahkan agama secara paksa atau membunuh seluruh orang Moor dan Yahudi di Spanyol.[3][4]

Pada 1497, Raja Manuel I dari Portugal menikah dengan putri sulung mereka, Isabella dari Aragon (setelah kematiannya ia menikah dengan adik perempuannya Maria).

Pengenalan Inkuisisi di India

Pada abad ke-15, Portugis mengeksplorasi rute laut ke India dan Paus Nikolas V mengeluarkan bulla kepausan Romanus Pontifex.

Penganiayaan Kristen

Penganiayaan Kristen Suriah

250px-Mar_Thoma_Sliva.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salib Santo Tomas atau Mar Thoma Sliva, sebuah simbol dari Kristen Santo Tomas

Di 1599 dibawah kepemimpinan Aleixo de Menezes, Sinode Diamper secara paksa memindahkan agama Kristen Santo Tomas Suriah Timur (juga dikenal sebagai Kristen Suriah atau Nasrani) dari Kerala ke Gereja Katolik Roma. Ia berkata bahwa mereka mempraktikan bidah Nestorian.[5]

Lihat pula

Kutipan

  1. ↑ "Goa Inquisition was most merciless and cruel". Rediff. 14 September 2005. Diakses tanggal 14 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Salomon, H. P. and Sassoon, I. S. D., in Saraiva, Antonio Jose. The Marrano Factory. The Portuguese Inquisition and Its New Christians, 1536–1765 (Brill, 2001), pp. 345–7.
  3. ↑ Robertson, Ian (2002). A Traveller's History of Portugal. Gloucestershire, London: Windrush Press, Cassell & Co. hlm. 69.
  4. ↑ "Portugal". Jewish Heritage in Europe. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-09-10.
  5. ↑ Benton, Lauren (2002). Law and Colonial Cultures: Legal Regimes in World History, 1400–1900. Cambridge University Press. hlm. 122.

Referensi

  • Benton, Lauren. Law and Colonial Cultures: Legal Regimes in World History, 1400–1900 (Cambridge, 2002).
  • Hunter, William W. The Imperial Gazetteer of India (Trubner & Co, 1886).
  • Priolkar, A. K. The Goa Inquisition (Bombay, 1961).
  • Sakshena, R. N. Goa: Into the Mainstream (Abhinav Publications, 2003).
  • Saraiva, Antonio Jose. The Marrano Factory. The Portuguese Inquisition and Its New Christians, 1536–1765 (Brill, 2001).
  • Shirodhkar, P. P. Socio-Cultural life in Goa during the 16th century.

Bacaan tambahan

  • App, Urs. The Birth of Orientalism. Philadelphia: University of Pennsylvania Press, 2010 (hardcover, ISBN 978-0-8122-4261-4); berisi bab 60 halaman (pp. 15–76) tentang Voltaire sebagai pendahulu Indomania dan penggunaan teks India palsunya dalam propaganda anti-Kristen.

Pranala luar

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan