Selasa, 22 September 2026
02:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Injil Maria

 
Bagian dari seri tentang
Gnostisisme
120px-Abraxas_gem_scan.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Injil Maria
Waktu 120-180 M
Atribusi unknown
Lokasi
Sumber
Manuskrip Berolinensis Gnosticus 8052,1
P. Oxyrhynchus 3525
P. Rylands 463
Khalayak
Tema Kenaikan roh

Injil Maria adalah salah satu dari injil-injil gnostik, dan termasuk kedalam tulisan-tulisan apokrif. Injil ini ditemukan dalam Kodeks Akhmim, sebuah teks gnostik dari apokrif Perjanjian Baru yang diperoleh Dr. Rheinhardt di Kairo pada 1896.

Sejarah

Injil ini baru diterbitkan pada 1955, setelah Perpustakaan Nag Hammadi juga muncul. Teks-teks lain dari Kodeks Akhmim terdapat di dalam teks Nag Hammadi, tetapi Injil ini tidak. Dalam salinan satu-satunya dari teks ini, halaman 1–6 dan 11–14 hilang. Dalam literatur populer ada pendapat bahwa ini adalah Injil Maria Magdalena, dan karena itu dikenal dengan nama ini, meskipun nama belakangnya tidak disebutkan di dalam teksnya, dan Maria di sini bisa saja salah satu dari Maria-Maria lain dari Perjanjian Baru, atau bahkan Maria yang lain yang tidak disebutkan.

Teks yang fragmentaris ini bertahan dalam bentuk fragmen terjemahan Yunani abad ke-3 dan abad ke-5 yang lebih panjang ke dalam bahasa Koptik, dimana kesaksian dari seorang perempuan pertama-tama perlu dibela.

Semua manuskrip ini mula-mula ditemukan dan diterbitkan antara 1938 dan 1983, tetapi ada beberaja rujukan dari Patristik kepada Injil Maria yang berasal dari abad ke-3.

Isi

Dalam teks yang fragmentaris, para murid mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang yang telah bangkit itu dan dijawab.

Kemudian mereka berdukacita, dan berkata, "Bagaimana kita dapat pergi kepada orang-orang non-Yahudi dan memberitakan tentangInjil Kerajaan? Kalau Ia sendiri tidak diselamatkan, bagaimana kita dapat terlepas daripadanya?" Dan Maria menyuruh mereka menguatkan hati: "Marilah kita memuji kebesarannya, karena Ia mempersiapkan kita dan menjadikan kita orang-orang yang pemberani." Kemudian ia menyampaikan penglihatannya, yang memperlihatkan pengaruh-pengaruh gnostik.

Penglihatannya tidak disetujui umum:

"Tetapi Andreas menjawab dan berkata kepada saudara-saudaranya, 'Apa pendapat kalian tentang apa yang baru saja dikatakannya itu? Karena aku tidak percaya bahwa Juru Selamat telah mengatakan semua ini. Karena jelas bahwa ajaran-ajaran ini berasal dari pemikiran yang berbeda."
"Petrus juga menentang (Maria) sehubungan dengan bahan-bahan ini dan bertanya kepada mereka tentang Juru Selamat. "Jadi, apakah Ia berbicara secara rahasia kepada seorang perempuan, dan bukan kepada kita, dan bukan secara terbuka? Apakah kita semua harus berbalik dan semuanya mendengarkan dia? Apakah [Juru Selamat] lebih memilih dia [Maria] daripada kita?"

Namun Matius membela Maria dan meredakan serangan Petrus kepadanya. Dalam teks ini, masalah Petrus tampaknya ialah bahwa Yesus memilih Maria lebih daripada murid-murid yang lain untuk menafsirkan ajaran-ajarannya. Petrus melihat Maria sebagai saingan dalam kepemimpinan kelompok itu sendiri.

Implikasi Injil ini

Karen King mengamati bahwa, "Konfrontasi antara Maria dengan Petrus, sebuah skenario yang juga ditemukan dalam Injil Tomas, Pistis Sofia, dan Injil Koptik orang Mesir, mencerminkan sejumlah ketegangan dalam Kekristenan abad kedua. Petrus dan Andreas mewakili posisi-posisi ortodoks yang menyangkal keabsahan penyataan esoterik dan menolak otoritas perempuan untuk mengajar." (pengantar, Perpustakaan Nag Hammadi)

Teks ini terutama terkait dengan

Bagian besar dari penekanan ini diungkapkan sebagai dialog antara para murid dengan Maria sebagai pihak yang memberikan jawaban. Setelah Yesus naik ke surga, demikian dikatakan di dalam teks, otoritas Gereja diberikan kepada Maria. Hal ini kemungkinan menunjukkan bahwa teks ini berasal dari sebuah sekte yang berpendapat bahwa pendiri mereka adalah Maria, atau yang menghargai Maria lebih dari para rasul lainnya. Sebagian dari pengutamaan Maria sebagai murid perempuan yang terkenal mungkin disebabkan karena kemampuannya sebagai seorang perempuan untuk mewakili tokoh penting dari Sofia, sizigia perempuan dari Kristus, di dalam teologi gnostik.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan