Indra Kartasasmita | |
|---|---|
| Meninggal | 22 April 2026 Jakarta, Indonesia |
| Kewarganegaraan | Indonesia |
| Pekerjaan | Pengurus organisasi olahraga, pengelola pendidikan, dan eksekutif |
| Dikenal karena | Pendiri Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia dan salah satu pemrakarsa Universitas Darma Persada |
| Penghargaan | The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Rosette (2019) |
Indra Kartasasmita (meninggal 22 April 2026) adalah tokoh olahraga, pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) pada 1966 bersama Utin Syahraz dan Ginandjar Kartasasmita. Selain berperan dalam perkembangan Shorinji Kempo di Indonesia, Indra terlibat dalam kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).[1][2][3]
Di luar bidang olahraga, Indra merupakan salah satu pemrakarsa pendirian Universitas Darma Persada di Jakarta. Ia memimpin panitia pendirian universitas tersebut pada 1986 dan aktif dalam Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA). Dalam bidang profesional, ia pernah menjabat sebagai Direktur Perkapalan dan Telekomunikasi Pertamina.[4][5]
Atas kontribusinya dalam hubungan persahabatan dan saling pengertian antara Indonesia dan Jepang, pemerintah Jepang menganugerahkan tanda kehormatan The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Rosette kepadanya pada 2019. Upacara penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Jakarta pada 21 Januari 2020.[6][7]
Kehidupan awal dan pendidikan
Indra Kartasasmita merupakan salah seorang warga Indonesia yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Jepang. Pada akhir tahun 1959 hingga pertengahan 1960-an, sejumlah pemuda dan mahasiswa Indonesia berangkat ke Jepang untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan dalam rangka program yang berkaitan dengan penyelesaian pampasan perang Jepang kepada Indonesia.[8] Selama berada di negara tersebut, ia mengenal beberapa jenis seni bela diri, termasuk judo dan karate, sebelum mempelajari Shorinji Kempo.[9]
Pada tahun 1964, Utin Syahraz memperagakan Shorinji Kempo dalam suatu kegiatan mahasiswa Indonesia di Jepang. Peragaan tersebut menarik perhatian Indra dan Ginandjar Kartasasmita, yang kemudian ikut mempelajari seni bela diri itu. Mereka mengunjungi pusat Shorinji Kempo di Tadotsu, Prefektur Kagawa, untuk mengikuti latihan secara langsung.
Shorinji Kempo merupakan sistem seni bela diri yang dikembangkan oleh Doshin So di Jepang pada 1947. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2022, Indra menceritakan pengalamannya berlatih di bawah bimbingan Doshin So. Ia juga menjelaskan bahwa sang pendiri Shorinji Kempo mendorongnya untuk mengembangkan seni bela diri tersebut di Indonesia.[10] Setelah kembali ke Indonesia, Indra turut memperkenalkan dan mengembangkan Shorinji Kempo melalui PERKEMI
Kiprah dalam Shorinji Kempo
Pendirian PERKEMI
Pada 2 Februari 1966, Indra Kartasasmita bersama Utin Syahraz dan Ginandjar Kartasasmita mendirikan organisasi Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (PERKEMI) di Jakarta. Organisasi tersebut dibentuk untuk mengembangkan dan mengoordinasikan kegiatan latihan Shorinji Kempo di Indonesia. Pembentukan organisasi tersebut merupakan kelanjutan dari pengalaman para pendirinya mempelajari Shorinji Kempo selama berada di Jepang. Kegiatan latihan yang semula berlangsung dalam lingkungan terbatas kemudian dikembangkan menjadi kegiatan organisasi yang lebih terstruktur. Di PERKEMI Indra bersama dengan Ginandjar Kartasasmita, Utin Syahraz, dan Sidharta A. Martoredjo tercantum sebagai pendiri PERKEMI.
Organisasi yang semula bernama Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia kemudian menggunakan nama Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia sejak 2014, dengan tetap mempertahankan singkatan PERKEMI.
Pengembangan olahraga Kempo di Indonesia
Setelah pembentukan PERKEMI, Shorinji Kempo mulai berkembang sebagai kegiatan latihan dan olahraga kompetitif di Indonesia. Kejuaraan Nasional Kempo pertama diselenggarakan di Jakarta pada 1970, disusul kejuaraan antarperguruan tinggi pada 1971.
Salah satu perkembangan penting terjadi pada 1977 ketika Shorinji Kempo mulai dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional IX di Jakarta. Keikutsertaan cabang tersebut dalam PON menjadi bagian dari perkembangan Shorinji Kempo sebagai olahraga prestasi nasional.[1]
PERKEMI juga mengembangkan hubungan dengan World Shorinji Kempo Organization (WSKO), organisasi internasional Shorinji Kempo yang berpusat di Jepang. Hubungan tersebut berkaitan dengan sejarah perkembangan Shorinji Kempo dari Jepang ke berbagai negara, termasuk Indonesia.[8] Indra tetap terlibat dalam kegiatan organisasi dan pembinaan Shorinji Kempo setelah masa perintisan tersebut. Ia disebut sebagai salah satu anggota majelis tinggi dalam kepengurusan PB PERKEMI periode 2022–2026.[10]
Pada November 2025, Indra masih menghadiri kegiatan kejuaraan Shorinji Kempo di Jakarta. Radio Republik Indonesia mendokumentasikan kehadirannya bersama Ketua Umum PB PERKEMI Agus Setiadji dalam Kejuaraan Randori dan Embu Tandoku Veteran Shorinji Kempo di GOR Universitas Negeri Jakarta pada 15 November 2025.[11]
Kiprah dalam organisasi olahraga nasional
Komite Olahraga Nasional Indonesia
Selain mendirikan PERKEMI, Indra Kartasasmita terlibat dalam kegiatan organisasi olahraga nasional melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Keterlibatannya mencakup urusan pembinaan dan hubungan olahraga internasional.[2][3] Pada masa berikutnya, Indra juga tercatat sebagai anggota Dewan Pengawas KONI Pusat.
Komite Olimpiade Indonesia dan hubungan olahraga internasional
Keterlibatan Indra dalam kegiatan olahraga internasional juga berlangsung melalui Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan hubungan dengan Dewan Olimpiade Asia. Pada saat ini Indra menjabat sebagai wakil presiden bidang hubungan internasional komite olimpiade nasional Indonesia.[2]
Pada periode 2007–2011, Indra menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia mendampingi Ketua Umum Rita Subowo.[12]
Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia
Indra Kartasasmita juga memiliki peran dalam kepengurusan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), khususnya pada masa kepemimpinan Chairul Tanjung.[3] Indra merupakan pengurus KONI Pusat yang pertama kali mendatangi Chairul Tanjung untuk mengusulkan pencalonan sebagai Ketua Umum PBSI pada 2001.[3]
Pada Oktober 2001, Chairul Tanjung terpilih menjadi Ketua Umum PBSI periode 2001–2005 menggantikan Subagyo H.S. Dalam kepengurusan yang dibentuk setelah pemilihan tersebut, Indra Kartasasmita menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan PBSI.[3]
Karier profesional
Indra Kartasasmita pernah menjalani karier profesional di Pertamina, termasuk dalam bidang perkapalan dan telekomunikasi. Ia tercatat menjabat sebagai Direktur Perkapalan dan Telekomunikasi Pertamina pada awal 1980-an. Pada tahun 1983 Indra menandatangani surat perintah pembentukan Koperasi Tankers di lingkungan Direktorat Perkapalan dan Telekomunikasi Pertamina[5]
Kariernya di sektor energi turut disebut dalam keterangan Kedutaan Besar Jepang ketika Indra menerima tanda kehormatan pemerintah Jepang pada Januari 2020. Menurut keterangan tersebut, Indra memiliki kontribusi dalam membantu menjaga stabilitas pasokan minyak bagi Jepang ketika terjadi krisis minyak dunia.[7]
Kiprah dalam pendidikan dan hubungan Indonesia–Jepang
Perhimpunan Alumni dari Jepang
Indra Kartasasmita aktif dalam Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA), organisasi yang menghimpun warga Indonesia yang pernah menempuh pendidikan atau pelatihan di Jepang. Menurut keterangan resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Indra pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PERSADA selama 19 tahun. Sementara itu, dokumen penganugerahan tanda kehormatan Jepang pada 2019 mencantumkan kedudukannya sebagai mantan Wakil Ketua Umum I PERSADA.[7][6]
Kegiatan Indra dalam organisasi alumni Jepang berkaitan dengan pengembangan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Jepang, termasuk dalam bidang pendidikan dan pertukaran pengetahuan. Peran tersebut menjadi salah satu dasar pertimbangan pemerintah Jepang dalam pemberian tanda kehormatan kepadanya.
Pendirian Universitas Darma Persada
Indra Kartasasmita merupakan salah satu pemrakarsa pendirian Universitas Darma Persada (UNSADA), perguruan tinggi yang dibentuk oleh kalangan alumni pendidikan Jepang di Indonesia. Menurut sejarah resmi Universitas Darma Persada, gagasan pendirian universitas tersebut diprakarsai oleh lima alumni Jepang, yaitu Indra Kartasasmita, Soegeng Soebroto, Sudjiman, Purwanto, dan Abdillah Muchsin.[4]
Gagasan tersebut kemudian diajukan kepada PERSADA, yang saat itu dipimpin oleh Yoga Soegomo. Pada Maret 1986, organisasi tersebut mengadakan rapat yang dihadiri 60 anggota di Jalan K.H. Wahid Hasyim Nomor 76, Jakarta Pusat. Rapat itu menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan sebuah universitas.[4]
Setelah kesepakatan tersebut, dibentuk Panitia Pendiri Universitas Darma Persada dengan Indra Kartasasmita sebagai ketuanya. Panitia itu juga melibatkan sejumlah tokoh sebagai penasihat, termasuk Yoga Soegomo, Husein Kartasasmita, Martono, Ginandjar Kartasasmita, dan Sayidiman Suryohadiprojo.
Universitas Darma Persada secara resmi berdiri pada 6 Juli 1986 atas prakarsa PERSADA dan dukungan Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ). Pembentukan universitas tersebut didasarkan pada kerja sama kedua organisasi yang dituangkan dalam piagam bertanggal 17 Februari 1986.[4]
Kegiatan pendidikan lainnya
Selain Universitas Darma Persada, Indra terlibat dalam pengelolaan lembaga pendidikan yang berkaitan dengan Universitas Trilogi di Jakarta. Menurut tulisan yang diterbitkan Gerakan Masyarakat Mandiri pada April 2026, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), yayasan yang menaungi Universitas Trilogi.[13]
Keterlibatannya di yayasan tersebut telah berlangsung ketika lembaga pendidikan yang kemudian menjadi Universitas Trilogi masih bernama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI).[13]
Kegiatan sosial dan kemasyarakatan
Indra Kartasasmita juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais). Ia pernah menjabat sebagai ketua yayasan tersebut dan terlibat dalam kegiatan bantuan sosial serta pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.[14]
Penghargaan
Tanda kehormatan pemerintah Jepang
Pada musim gugur tahun 2019, pemerintah Jepang mengumumkan penganugerahan tanda kehormatan The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Rosette kepada Indra Kartasasmita. Penghargaan itu diberikan atas kontribusinya dalam meningkatkan hubungan persahabatan dan saling pengertian antara Jepang dan Indonesia. Dokumen resmi Kementerian Luar Negeri Jepang mengenai penerima penghargaan pada musim gugur 2019 mencantumkan Indra sebagai mantan Wakil Ketua Umum I PERSADA. Pada saat penganugerahan tersebut diumumkan, usianya tercatat 81 tahun.[6]
Upacara penyerahan tanda kehormatan dilaksanakan pada 21 Januari 2020 di kediaman resmi Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, di Jakarta. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ginandjar Kartasasmita dan perwakilan PERSADA.[7]
Dalam keterangan resmi Kedutaan Besar Jepang, penghargaan tersebut berkaitan dengan beberapa kontribusi Indra, termasuk aktivitasnya selama 19 tahun sebagai Wakil Ketua Umum PERSADA, keterlibatannya dalam pendirian Universitas Darma Persada, pengembangan PERKEMI, serta kiprahnya dalam hubungan energi antara Indonesia dan Jepang.[7]
Dalam wawancara dengan sebuah majalah, Duta Besar Ishii Masafumi juga menyebut peran Indra dalam kegiatan alumni Jepang, pendirian Universitas Darma Persada, dan pengembangan Shorinji Kempo sebagai bagian dari kontribusinya terhadap hubungan kedua negara.[15]
Tahun-tahun terakhir dan wafat
Indra Kartasasmita meninggal dunia pada Rabu, 22 April 2026, pukul 01.29 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta.[1] Jenazahnya disemayamkan di Honbu atau Pusat Pendidikan dan Latihan PERKEMI di Pondok Gede, Bekasi. Sejumlah pengurus organisasi olahraga serta tokoh Shorinji Kempo menghadiri kegiatan penghormatan terakhir tersebut.[11][16]
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyampaikan keterangan mengenai kontribusi Indra terhadap pendirian PERKEMI dan pembinaan Shorinji Kempo di Indonesia. KONI juga mencatat bahwa Indra merupakan anggota Dewan Pengawas KONI Pusat dan masih mengikuti perkembangan olahraga nasional pada masa akhir kehidupannya. Dalam penghormatan yang diselenggarakan di Pusdiklat PERKEMI, Ginandjar Kartasasmita turut mengenang peran Indra dalam perkembangan organisasi. Ginandjar menyebut bahwa pusat pendidikan dan latihan tersebut merupakan salah satu gagasan Indra yang kemudian diwujudkan sebagai fasilitas pembinaan Shorinji Kempo.[16]
Lihat pula
- Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia
- Shorinji Kempo
- Komite Olahraga Nasional Indonesia
- Komite Olimpiade Indonesia
- Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia
- Universitas Darma Persada
- Hubungan Indonesia dengan Jepang
- Order of the Rising Sun
Referensi
- 1 2 3 Ramdan, Muhammad (2026-04-22). "Legenda kempo dan pendiri Perkemi Indra Kartasasmita meninggal dunia". ANTARA News. Diakses tanggal 2026-10-11.
- 1 2 3 Inventaris Arsip Komite Olahraga Nasional Indonesia Tahun 1989–2005. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia. 2010. hlm. 5. Diakses tanggal 11 Oktober 2026.
- 1 2 3 4 5 Diredja, Tjahja Gunawan (2012). Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. hlm. 228–230. ISBN 978-979-709-650-2.
- 1 2 3 4 "Tentang Universitas Darma Persada". Universitas Darma Persada. Universitas Darma Persada. Diakses tanggal 2026-10-11.
- 1 2 "About Us". Koperasi Tankers. Diakses tanggal 2026-10-11.
- 1 2 3 "2019 Autumn Conferment of Decoration on Foreign Nationals" (PDF) (dalam bahasa Inggris). Ministry of Foreign Affairs of Japan. 2019. hlm. 18. Diakses tanggal 2026-10-11.
- 1 2 3 4 5 "Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Bapak Indra Kartasasmita". Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. 24 Januari 2020. Diakses tanggal 2026-10-11.
- 1 2 "Sejarah Perkemi". PERKEMI. Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia. Diakses tanggal 11 Oktober 2026.
- ↑ Kumara, Pradipta Indra (2026-04-22). "Indra Kartasasmita Meninggal Dunia, Legenda Kempo Indonesia yang Timba Ilmu di Jepang". Skor.id. Diakses tanggal 2026-10-11.
- 1 2 Zuhri, Thoriq Az (2022-01-01). "Wawancara Eksklusif Indra Kartasasmita: Pendiri Perkemi, Latihan Kempo Langsung dari Pendirinya di Jepang". Skor.id. Diakses tanggal 2026-10-11.
- 1 2 Sundoro, Danang (2026-04-22). "Pendiri Kempo Indra Kartasasmita Meninggal Dunia, Kerabat Rasakan Kesan Mendalam". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ "Susunan Pengurus KOI Masa Bakti 2007–2011". Panduan Teknis Pertandingan Dayung PON XVII 2008. 2008. Diakses tanggal 11 Oktober 2026.
- 1 2 "Selamat Jalan Pak Indra Kartasasmita". Gerakan Masyarakat Mandiri. 2026-04-23. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ "Hidayatullah Kenang Almarhum Indra Kartasasmita sebagai Penyantun Anak Yatim dan Dhuafa". Hidayatullah. 2026-04-27. Diakses tanggal 2026-10-11.
- ↑ "Strengthening Longstanding Connections: In Conversation with H.E. Ishii Masafumi, Japanese Ambassador to Indonesia". NOW! Jakarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Oktober 2026.
- 1 2 "KONI Pusat Kenang Dedikasi Indra Kartasasmita untuk Olahraga Indonesia". Komite Olahraga Nasional Indonesia. 2026-04-22. Diakses tanggal 2026-10-11.
Daftar pustaka
- Diredja, Tjahja Gunawan. (2012). Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-979-709-650-2.
- Arsip Nasional Republik Indonesia. (2010). Inventaris Arsip Komite Olahraga Nasional Indonesia Tahun 1989–2005. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.