Senin, 19 Oktober 2026
20:44 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Indonesian Space Agency

Indonesian Space Agency

Lembaga Antariksa Indonesia

Bagikan:
Indonesian Space Agency
INASA
250px-INASA_logo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi Lembaga
DibentukMaret 1, 2022;4 tahun lalu (2022-03-01)
Nomenklatur Lembaga sebelumnya
Kantor pusatGedung A, Jl. Gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan
Lembaga eksekutif
Departemen indukBadan Riset dan Inovasi Nasional
Situs webhttps://brin.go.id/inasa
 

Indonesian Space Agency atau INASA merupakan lembaga antariksa Indonesia yang bergerak dalam kegiatan yang berkaitan dengan antariksa dan kebijakan penjelajahan antariksa. INASA berbeda dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA), karena INASA tidak melakukan kegiatan penelitian antariksa, tetapi lebih merupakan lembaga koordinatif dan dirancang sebagai lembaga lobi dan pembuat kebijakan antariksa.[1]

Sebelum dibubarkan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) merupakan lembaga penelitian sekaligus lembaga pembuat kebijakan di bidang antariksa dan penjelajahan antariksa di Indonesia. Sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013, LAPAN diberi mandat untuk melakukan kegiatan penelitian antariksa baik dalam bentuk penelitian kebijakan maupun penelitian eksperimental, melakukan lobi dan negosiasi antariksa dengan lembaga antariksa negara lain atau entitas supranasional atau badan internasional, mengoordinasikan kebijakan di bidang antariksa, dan mendaftarkan objek astronomi.

LAPAN dilikuidasi pada tanggal 1 September 2021 dan digantikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 2021, LAPAN diberi mandat untuk menyerahkan hak dan tanggung jawabnya kepada BRIN. Sementara fungsi penelitian LAPAN sebelumnya dengan cepat dimasukkan ke dalam BRIN, fungsi politiknya belum direorganisasi menjadi BRIN. Akibat likuidasi LAPAN, untuk sementara waktu, Indonesia secara teknis tidak memiliki lembaga antariksa yang berfungsi sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 21/2013, hanya sebagai lembaga penelitian antariksa.

Pada bulan Maret 2022, INASA dibentuk sebagai badan khusus di bawah BRIN bagi Indonesia untuk menjalankan fungsi politik antariksa, termasuk mengoordinasikan kebijakan antariksa, lobi politik, penyiapan dan pendelegasian ilmuwan antariksa Indonesia untuk melobi dan berunding dengan lembaga antariksa negara lain atau entitas supranasional atau badan internasional, dan pendaftaran objek astronomi. Pembentukan INASA di BRIN memiliki tujuan untuk memisahkan fungsi penelitian dari fungsi politik, sehingga kedua fungsi tersebut tidak tercampur.

Selama Forum Badan Antariksa Regional Asia-Pasifik ke-29 (APRSAF-29), INASA mengumumkan bahwa lembaga tersebut, bersama Pemerintah Indonesia, akan menyelesaikan Rencana Induk Antariksa Indonesia. Rencana induk tersebut meliputi pembangunan pelabuhan antariksa yang menggantikan Stasiun Peluncuran Roket Indonesia saat ini, dan peraturan untuk mendorong kemajuan industri antariksa di Indonesia.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan