Kamis, 24 September 2026
11:45 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Indeks ultraviolet

Indeks ultraviolet

500px-UV_Index_NYC.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram yang menunjukkan index UV di Kota New York pada siang hari dalam setiap bulan.

Indeks ultraviolet atau Indeks UV adalah sebuah sebuah ukuran kekuatan radiasi ultraviolet (UV, atau ultraungu) yang mampu menyebabkan luka bakar di suatu tempat dan waktu. Indeks ultraviolet adalah sebuah standar internasional yang biasanya digunakan dalam ramalan cuaca harian atau per jam yang ditujukan pada masyarakat umum.

Indeks UV menggunakan skala linear dan angkanya berbanding lurus dengan intensitas radiasi ultraviolet yang menyebabkan terbakarnya kulit manusia.[1] Sebagai contoh, saat matahari bersinar dengan index UV 6, seorang berkulit putih tanpa tabir surya akan mengalami luka bakar setelah terpapar selama 30 menit, sedangkan pada index UV 12, orang yang sama akan terkena luka bakar dalam 15 menit saja. Indeks 0 berarti tidak ada radiasi UV, misalnya pada malam hari. Indeks 10 awalnya dirancang untuk menyamai sinar matahari pada tengah hari yang cerah saat musim panas di iklim sedang, tetapi kini angka di atas 10 sering dicapai, misalnya di daerah tropis, daerah ketinggian tinggi, daerah dengan refleksivitas air atau es yang tinggi, serta daerah dengan penipisan ozon yang kuat.

Penginformasian indeks UV untuk tempat dan hari/jam tertentu bertujuan membantu masyarakat melindungi diri dari radiasi ultraviolet berlebihan. Sinar ultraviolet dari matahari memiliki manfaat kesehatan, tetapi jika berlebihan menimbulkan masalah seperti bakaran matahari, penuaan kulit, kerusakan DNA, kanker kulit, imunosupresi (tekanan terhadap sistem imun), dan kerusakan mata seperti katarak.[2] Skala indeks UV dikembangkan oleh para ilmuwan Kanada pada 1992, kemudian diadopsi dan distandardisasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Meteorologi Dunia pada 1994.[3] Lembaga kesehatan masyarakat dapat merekomendasikan cara-cara perlindungan terhadap sinar ultraviolet berdasarkan indeks UV, misalnya menyarankan pengolesan tabir surya serta penggunaan topi dan kacamata hitam saat berada di luar dalam waktu lama di bawah sinar indeks UV 3 atau lebih.

Referensi

  1. "UV Index Overview". U.S. Environmental Protection Agency. 2022.
  2. Hanneman, K. K.; et al. (Januari 2006). "Ultraviolet immunosuppression: Mechanisms and consequences". Dermatologic Clinics. 24 (1): 19–25. doi:10.1016/j.det.2005.08.003. PMID 16311164.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Heckman, C. J.; Liang, K.; Riley, M. (2022). "Awareness, Understanding, Use, and Impact of the UV Index: A Systematic Review of Over Two Decades of International Research". Preventive Medicine. 123: 71–83. doi:10.1016/j.ypmed.2019.03.004. PMC 6534479. PMID 30844501.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan