Selasa, 13 Oktober 2026
07:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Ilex rotunda

Ilex rotunda

Bagikan:
Ilex rotunda
250px-W_kuroganemoti3101.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Aquifoliales
Famili: Aquifoliaceae
Genus: Ilex
Spesies:
I. rotunda
Nama binomial
Ilex rotunda

Ilex rotunda, yang biasa disebut bengkulat kurogane,[2] adalah pohon malar hijau dalam famili Aquifoliaceae (bengkulat). Pohon ini berasal dari Asia Timur, di mana ia ditemukan di Cina, Jepang, Korea, Taiwan; dan juga di Vietnam.[3] Habitat alaminya adalah di hutan berdaun lebar malar hijau, seringkali di daerah yang cerah seperti tepi hutan atau di lereng gunung.[4][5]

Pohon ini memiliki daun yang tidak berduri dan bertekstur seperti kulit, serta gugusan buah beri berwarna merah terang. Tinggi pohon mencapai 18 m saat dewasa (meskipun 20 m juga dilaporkan).[2] Pohon ini berbunga dari Mei hingga Juni,[3] dan bijinya matang dari Oktober hingga Desember. Tanaman ini bersifat "berumah dua".[2] Buahnya mengandung flavonol.[6]

Bengkulat kurogane pertama kali dideskripsikan pada tahun 1784 oleh Carl Peter Thunberg, dari spesies yang tumbuh di Jepang.

Di Jepang, pohon ini umum ditanam di kebun dan di pinggir jalan.[3] Pohon ini pertama kali diperkenalkan ke kebun-kebun di Dunia Baru melalui koleksi yang dikirim oleh Robert Fortune. Di Jepang, bengkulat kurogane adalah salah satu pohon hibakujumoku. Pohon ini juga merupakan pohon resmi beberapa kotamadya di Jepang.

  • Bunga dewasa
    Bunga dewasa

Referensi

  1. ↑ Ye, J.; Qin, H.; Botanic Gardens Conservation International (BGCI) & IUCN SSC Global Tree Specialist Group (2019). "Ilex rotunda". IUCN Red List of Threatened Species. 2019 e.T147378579A147613837. Diakses tanggal 2 September 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "Ilex rotunda - Thunb". Plants for a Future. Diakses tanggal 1 Juni 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 Ilex rotunda (in Japanese), Flora of Mikawa
  4. ↑ Ilex rotunda Flora of China
  5. ↑ Ilex rotunda (in Japanese), Okayama University Plant Ecology Laboratory
  6. ↑ Jean-Jacques Macheix; Annie Fleuriet (1990). Fruit Phenolics. CRC Press. hlm. 263. ISBN 0-8493-4968-0.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan